KOTA BEKASI – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan seiring meningkatnya kasus suspek chikungunya di wilayah setempat. Berdasarkan data terbaru, hingga Juli 2025, tercatat sebanyak 172 kasus yang dilaporkan dari berbagai Fasilitas Kesehatan (Faskes) dan Puskesmas di seluruh Kota Bekasi.
Peningkatan Kasus Chikungunya di Kota Bekasi Memprihatinkan
Menanggapi lonjakan ini, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Bekasi, Vevie Herawati, mengajak seluruh warga untuk berperan aktif dalam Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). “Kami mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kegiatan PSN dengan menerapkan Gerakan 3M Plus,” ujar Vevie dalam keterangan resmi pada Senin (18/08/2025).
Adapun langkah 3M Plus yang ditekankan adalah:
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
- Menguras tempat penampungan air secara rutin.
- Menutup rapat tempat penampungan air.
- Mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya upaya tambahan (Plus) seperti membuang barang yang menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk, seperti botol bekas, galon, ban, dan pot bunga. Vevie juga mengingatkan agar tidak membiarkan pakaian-pakaian tergantung di dalam rumah karena bisa menjadi tempat istirahat nyamuk.
Dinkes Aktifkan Kembali Kader Jumantik untuk Tekan Penyebaran Penyakit
Sebagai langkah preventif dan preemtif, Dinkes Kota Bekasi juga berupaya mengaktifkan kembali peran kader Juru Pemantau Jentik (Jumantik) di tingkat RT dan RW. Upaya ini diharapkan dapat menjadi benteng pertama dalam menekan penyebaran kasus chikungunya di tengah masyarakat.
“Dengan opsi ini, kami berharap dapat menekan penyebaran kasus chikungunya,” kata Vevie.
“Ini adalah langkah preventif dan preemtif yang kami lakukan demi meminimalisir tingkat penyebaran kasus yang terjadi.” tambahnya.
Data dari Dinkes Kota Bekasi menunjukkan bahwa kasus ini menyebar di berbagai kecamatan, sehingga partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat sangat dibutuhkan.
Dengan sinergi antara pemerintah, kader jumantik, dan masyarakat, diharapkan laju penyebaran penyakit ini dapat ditekan, melindungi warga dari risiko kesehatan yang serius.
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




































