Kembangkan Budidaya Mangrove, NGO Akar Bhumi Indonesia Bangun Shelter di Muara Gembong

- Jurnalis

Jumat, 24 Januari 2025 - 09:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ilustrasi mangrove.

ilustrasi mangrove.

Dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan dan memerangi abrasi di Pantai Mekar, Muara Gembong, NGO Akar Bhumi Indonesia meluncurkan program penanaman mangrove serta pembangunan shelter.

Program ini tidak hanya bertujuan untuk melindungi garis pantai, tetapi juga untuk menciptakan pusat edukasi dan pemberdayaan masyarakat setempat.

Langkah ini merupakan bagian dari komitmen Akar Bhumi Indonesia untuk mendukung pelestarian alam sebagaimana diatur dalam Undang-Undang No. 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya , serta Undang-Undang No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Penanaman mangrove ini diharapkan dapat meminimalisir dampak abrasi dan banjir ROB di kawasan pesisir.

Founder Akar Bhumi Indonesia, Hendrik Hermawan, menjelaskan bahwa proyek ini juga meliputi pembangunan shelter yang akan berfungsi sebagai pusat komunikasi masyarakat, pengawasan mangrove, pusat budidaya mangrove, serta pusat edukasi bagi masyarakat dan pengunjung.

“Kami sangat peduli terhadap kelestarian mangrove di pantai Indonesia, khususnya Muara Gembong yang terus mengalami abrasi. Dengan menanam mangrove di sana, kita dapat menjaga Pantai Mekar dari kerusakan yang lebih parah. Selain itu, pembangunan shelter ini akan membantu dalam mengawasi dan melestarikan mangrove, serta menjadi pusat edukasi bagi masyarakat,” ujar Hendrik, Jumat (24/01/2025).

Hendrik menambahkan bahwa proyek ini tidak hanya berdampak positif terhadap lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat.

“Kami berharap program ini dapat menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar. Shelter yang kami bangun akan menjadi tempat berkumpulnya berbagai aktivitas positif yang mendukung pelestarian alam dan pemberdayaan masyarakat,” jelas Hendrik.

Rencana penanaman dan pembangunan shelter, lanjut Hendrik, akan berlangsung pada Maret hingga April 2025.

Selain itu, Akar Bhumi Indonesia juga menggandeng pihak terkait untuk melaksanakan program pembangunan rumah tidak layak huni (rutilahu), serta menyediakan MCK dan sanitasi bagi masyarakat sekitar.

“Untuk mendukung kegiatan ini, kita mengajak sejumlah pihak, baik pemerintah maupun swasta, sebagai sponsorship,” tambah Hendrik.

Dengan adanya program ini, diharapkan ekosistem mangrove di Muara Gembong dapat terjaga dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat setempat.

Program ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pilu Keluarga Korban Tewas Laka KRL Bekasi: Jenazah Guru SDN Pejagan 11 Pulogebang Tiba di Cikarang
Tabrakan KA Bekasi Timur: Basarnas Evakuasi 3 Korban Terjepit KRL
Tragedi KA Bromo Anggrek: Stasiun Bekasi Timur Lumpuh Total!
Dirut KAI Update Korban Tabrakan KA di Stasiun Bekasi Timur: 7 Tewas dan 81 Luka-Luka
Tragedi KA Bekasi Timur: 3 Tewas, Wali Kota Tri Adhianto Pimpin Evakuasi
Kecelakaan KRL vs Argo Bromo di Bekasi Timur, Evakuasi Alot!
Petaka Stasiun Bekasi Timur: KA Argo Bromo Tubruk KRL dari Belakang
Mencekam! KAJJ dan KRL Commuter Line Tabrakan di Stasiun Bekasi Timur Imbas Taksi Mogok

Berita Terkait

Selasa, 28 April 2026 - 13:30 WIB

Pilu Keluarga Korban Tewas Laka KRL Bekasi: Jenazah Guru SDN Pejagan 11 Pulogebang Tiba di Cikarang

Selasa, 28 April 2026 - 12:10 WIB

Tabrakan KA Bekasi Timur: Basarnas Evakuasi 3 Korban Terjepit KRL

Selasa, 28 April 2026 - 09:32 WIB

Tragedi KA Bromo Anggrek: Stasiun Bekasi Timur Lumpuh Total!

Selasa, 28 April 2026 - 09:17 WIB

Dirut KAI Update Korban Tabrakan KA di Stasiun Bekasi Timur: 7 Tewas dan 81 Luka-Luka

Selasa, 28 April 2026 - 09:06 WIB

Tragedi KA Bekasi Timur: 3 Tewas, Wali Kota Tri Adhianto Pimpin Evakuasi

Berita Terbaru

Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (tengah) didampingi Wali Kota Bekasi Tri Adhianto, memberikan keterangan pers usai meninjau langsung progres evakuasi pasca-kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Selasa (28/04/2026). (Foto: RakyatBekasi.com)

Nasional

Tinjau Lokasi Kecelakaan, AHY Minta Recovery KRL Dipercepat

Selasa, 28 Apr 2026 - 15:21 WIB

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca