Ketua Parpol Terduga Pelaku Kekerasan Seksual Disarankan Klarifikasi Langsung ke Publik

- Jurnalis

Sabtu, 23 November 2024 - 20:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Bhayangkara Jakarta Raya, Novriansyah.

Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Bhayangkara Jakarta Raya, Novriansyah.

Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Bhayangkara Jakarta Raya, Novriansyah, mengungkapkan bahwa tidak ada pembenaran terhadap kasus kekerasan seksual, terutama jika dilakukan oleh pejabat publik, seperti Ketua Parpol ‘S’ Terduga Pelaku Kekerasan Seksual terhadap Perempuan.

“Ini bukan contoh yang baik karena melanggar etika dan moral ketika itu terjadi kekerasan seksual, pemaksaan seperti itu. Jika bukti lengkap, harus diproses oleh pihak kepolisian,” ucapnya kepada awak media, Sabtu (23/11/2024).

Novriansyah menyebut bahwa rekaman terduga ‘S’ adalah bukti yang bisa diuji secara forensik untuk memastikan apakah informasi tersebut merupakan suara asli atau bukan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kalau sekarang biarkan saja saling lapor. Nanti kita lihat di persidangan. Biar proses di kepolisian yang membuktikan apakah ini benar atau salah. Rekaman itu bisa jadi pembuktian dan bisa diuji secara forensik,” ungkapnya.

Untuk menghindari fitnah, menurut Novriansyah, terduga ‘S’ harus memberikan klarifikasi langsung kepada publik melalui berbagai media. Hal ini penting sebagai bentuk kejelasan informasi yang baik.

“Penting memberikan klarifikasi sebagai bentuk kejelasan informasi yang baik. Jika ada sebuah informasi yang simpang siur, harus diluruskan sehingga tidak terjadi prasangka di kalangan masyarakat,” tuturnya.

Sementara itu, Novriansyah juga mengingatkan masyarakat agar cerdas dalam memilih pemimpin di Pilkada Kota Bekasi 2024.

“Masyarakat Kota Bekasi harus cerdas dalam memilih pemimpin yang baik, yang berakhlak, karena akan menjadi contoh untuk warganya nanti,” tutupnya.

Sebelumnya, beredar rekaman suara diduga oknum Ketua Parpol berinisial ‘S’ yang dilaporkan ke Polda Metro Jaya pada tanggal 16 November 2024 atas kasus pelecehan seksual.

Dalam rekaman berdurasi 4 menit 26 detik itu, ‘S’ terdengar tengah melakukan negosiasi kepada korban usai perbuatan senonohnya di salah satu hotel bintang 4, kawasan Bekasi Selatan, Kota Bekasi.


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gerindra Tumbangkan PDIP di Survei Elektabilitas Parpol IPO 2026
Survei IPO 2026: Surya Paloh Ungguli Prabowo dan Megawati
Taktik Bobby Nasution: Sekda Provsu HKBP Hanya Jabat 3 Bulan
Aksi Gubernur Sumut Bobby Nasution Berkantor di Nias Dikritik, Pemborosan APBD?
Siap-Siap! Dapil DPRD Kota Bekasi Berpotensi Berubah di Pemilu Legislatif 2029
Sekjend PKS Lantik DPP Gema Keadilan 2026-2031, Fokus Rebut Suara Pemuda di Pemilu 2029
Sikat Koruptor dan Kawal MBG, Gerindra Kota Bekasi Dukung Penuh Langkah Presiden Prabowo
Usut Korupsi MBG, PDIP Desak BGN Buka Data Keterlibatan Kader
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Minggu, 9 Agustus 2026 - 15:41 WIB

Gerindra Tumbangkan PDIP di Survei Elektabilitas Parpol IPO 2026

Minggu, 9 Agustus 2026 - 15:17 WIB

Survei IPO 2026: Surya Paloh Ungguli Prabowo dan Megawati

Senin, 3 Agustus 2026 - 13:56 WIB

Taktik Bobby Nasution: Sekda Provsu HKBP Hanya Jabat 3 Bulan

Jumat, 31 Juli 2026 - 16:30 WIB

Aksi Gubernur Sumut Bobby Nasution Berkantor di Nias Dikritik, Pemborosan APBD?

Selasa, 28 Juli 2026 - 09:53 WIB

Siap-Siap! Dapil DPRD Kota Bekasi Berpotensi Berubah di Pemilu Legislatif 2029

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x