KP2C Bantah Isu Hoaks Tinggi Muka Air Sungai Cileungsi capai 450 Cm

- Jurnalis

Senin, 7 April 2025 - 11:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

tinggi muka air (TMA) di titik pantau hulu Sungai Cileungsi pada Minggu (06/04/2025).

tinggi muka air (TMA) di titik pantau hulu Sungai Cileungsi pada Minggu (06/04/2025).

Komunitas Peduli Sungai Cileungsi Cikeas (KP2C) dengan tegas membantah informasi yang menyebut tinggi muka air (TMA) di titik pantau hulu Sungai Cileungsi mencapai 450 cm atau siaga 1 pada Minggu (06/04/2025) malam.

Informasi tersebut dipastikan sebagai berita palsu (hoaks) yang disebarkan oleh oknum tidak bertanggung jawab, sehingga memicu keresahan di kalangan masyarakat.

Ketua KP2C, Puarman, menjelaskan bahwa informasi yang beredar tersebut tidak benar dan telah dimanipulasi oleh pihak tertentu.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, posisi sebenarnya TMA pada Minggu malam hanya mencapai 60 cm, jauh di bawah batas siaga.

“Informasi ini dipastikan hoaks. TMA pada Minggu malam hanya berada di 60 cm. Sayangnya, informasi palsu ini membuat masyarakat resah dan panik, terutama karena trauma mereka masih membekas akibat banjir besar yang melanda wilayah Bekasi dan Bogor pada 4 Maret lalu,” ujar Puarman dalam keterangannya, Senin (07/04/2025).

Puarman mengungkapkan rasa kecewa terhadap beredarnya informasi palsu yang menyebar melalui pesan WhatsApp ke ponsel warga, khususnya mereka yang tinggal di sekitar bantaran Sungai Cileungsi.

Pesan tersebut, menurutnya, merupakan hasil manipulasi dari informasi resmi yang sebelumnya dirilis oleh KP2C.

“Kami menyesalkan adanya pihak yang menyebarkan informasi menyesatkan. Tindakan ini tidak hanya membahayakan ketenangan masyarakat tetapi juga dapat mengganggu upaya kami dalam pengelolaan informasi terkait Sungai Cileungsi,” tegasnya.

Sebagai tindak lanjut, KP2C telah melaporkan kejadian ini ke Polsek Gunung Putri pada Minggu malam, dengan harapan pelaku penyebaran hoaks dapat ditindak secara hukum.

Puarman menegaskan bahwa langkah hukum ini diambil untuk memberikan efek jera kepada pelaku dan mencegah kejadian serupa di masa mendatang.

“Kami sudah melaporkan ini kepada pihak kepolisian. Kami berharap pelaku yang bertanggung jawab atas penyebaran informasi palsu ini segera diproses sesuai dengan hukum yang berlaku. Hal ini penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap informasi yang kami sampaikan,” tambahnya.

KP2C juga mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam menerima dan menyebarkan informasi, terutama jika sumbernya tidak dapat diverifikasi.

Puarman menekankan bahwa KP2C selalu memberikan informasi yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan melalui saluran resmi komunitas.

“Kami meminta masyarakat untuk tidak mudah percaya pada informasi yang tidak berasal dari sumber resmi. Pastikan selalu memeriksa kebenaran informasi sebelum meneruskannya kepada orang lain,” ujarnya.

Hoaks mengenai TMA ini semakin memperburuk kecemasan masyarakat, mengingat mereka masih dalam kondisi trauma setelah banjir besar yang melanda pada 4 Maret lalu.

Bencana tersebut menyebabkan kerugian besar dan mengakibatkan warga di Bekasi dan Bogor harus mengungsi dari rumah mereka.

KP2C berharap kejadian ini menjadi pelajaran penting untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, terutama ketika informasi tersebut dapat mempengaruhi stabilitas dan kenyamanan masyarakat.

Sebagai komunitas yang fokus pada pengelolaan dan mitigasi risiko Sungai Cileungsi dan Cikeas, KP2C berkomitmen untuk terus memberikan informasi yang transparan dan akurat kepada masyarakat.

Puarman memastikan bahwa KP2C akan terus bekerja sama dengan pihak-pihak terkait untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian sungai.

“Kami akan terus memperkuat sistem komunikasi kami, sehingga tidak ada lagi ruang bagi oknum untuk menyebarkan informasi yang keliru. Mari kita bersama-sama menjaga ketenangan dan keamanan masyarakat,” tutupnya.

Dengan langkah tegas yang telah diambil, KP2C optimis dapat memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap informasi resmi yang diberikan dan mendorong terciptanya lingkungan yang lebih aman dan terkendali.


Eksplorasi konten lain dari Beyond Your Local News

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gebrakan Siswa Sekolah Rakyat Kota Bekasi Rakit Perahu Elektrik hingga Lukisan Daur Ulang Bikin Mensos Gus Ipul Terpukau
​Tolak Usulan Wali Kota Bekasi Tutup Ponpes, Yusril Nager: Tindak Tegas Pelakunya, Bukan Lembaganya!
Kadin Kota Bekasi Jajaki Kerja Sama Bulog Karawang Demi Stabilkan Harga Sembako
​GMNI Semprot Disnaker Kota Bekasi: Ragu Tindak PT Bodong Penipuan Loker di Jalan Cut Mutia, Tunggu Korban Bertambah?
Wali Kota Bekasi Boyong Donasi Warga Rp2,1 Miliar Bangun RS Rumah Kasih di Manggarai Timur NTT
Disorot Tajam Soal Agenda Jalan-Jalan ke Bogor, Kasatpol PP Kota Bekasi Klaim Pakai Uang Pribadi untuk Pembinaan Anggota
Terseret Arus Sejauh 2 Kilometer: Pria Diduga Anggota BNPT yang Lompat ke Kalimalang Bekasi Ditemukan Meninggal Dunia
Abai Tertibkan Prostitusi Panti Pijat ‘Be Glow’, 190 Personel Satpol PP Kota Bekasi Malah Touring ke Bogor
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 16:36 WIB

Gebrakan Siswa Sekolah Rakyat Kota Bekasi Rakit Perahu Elektrik hingga Lukisan Daur Ulang Bikin Mensos Gus Ipul Terpukau

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 16:04 WIB

​Tolak Usulan Wali Kota Bekasi Tutup Ponpes, Yusril Nager: Tindak Tegas Pelakunya, Bukan Lembaganya!

Jumat, 16 Oktober 2026 - 23:53 WIB

Kadin Kota Bekasi Jajaki Kerja Sama Bulog Karawang Demi Stabilkan Harga Sembako

Jumat, 16 Oktober 2026 - 19:53 WIB

​GMNI Semprot Disnaker Kota Bekasi: Ragu Tindak PT Bodong Penipuan Loker di Jalan Cut Mutia, Tunggu Korban Bertambah?

Jumat, 16 Oktober 2026 - 17:06 WIB

Disorot Tajam Soal Agenda Jalan-Jalan ke Bogor, Kasatpol PP Kota Bekasi Klaim Pakai Uang Pribadi untuk Pembinaan Anggota

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Beyond Your Local News

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x