Wisata Hutan Bambu Margahayu Amblas Dihantam Arus Kali Bekasi

- Jurnalis

Kamis, 12 Februari 2026 - 06:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tangkapan layar video detik-detik tanah di area Wisata Hutan Bambu, Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, amblas tergerus arus deras Kali Bekasi, Rabu (11/02/2026).

Tangkapan layar video detik-detik tanah di area Wisata Hutan Bambu, Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, amblas tergerus arus deras Kali Bekasi, Rabu (11/02/2026).

Poin Utama:

  • Insiden: Destinasi wisata Hutan Bambu di Margahayu mengalami longsor parah akibat gerusan arus sungai.
  • Penyebab: Peningkatan debit Kali Bekasi dan dugaan pembukaan pintu air hulu yang ekstrem.
  • Status Siaga: Sungai Cileungsi berstatus Siaga 1 dengan Tinggi Muka Air (TMA) 410 cm pada pukul 19.30 WIB.
  • Prediksi Banjir: Air kiriman dari Bogor diprediksi tiba di wilayah Kota Bekasi sekitar pukul 00.00 WIB (tengah malam).

Destinasi wisata populer Hutan Bambu di Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, mengalami kerusakan parah setelah tanah bantarannya amblas digerus arus deras Kali Bekasi, Rabu (11/02/2026).

Insiden ini terjadi menyusul peningkatan debit air kiriman dari hulu yang menghantam pondasi tanah di area konservasi lingkungan tersebut, membuat para pedagang dan warga setempat tak berdaya menyaksikan fasilitas wisata kebanggaan mereka runtuh.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Bagaimana Kronologi Amblasnya Hutan Bambu Margahayu?

​Berdasarkan rekaman video amatir yang beredar, detik-detik longsornya tanah di bantaran sungai tersebut berlangsung cepat dan menegangkan.

Area yang selama ini menjadi pusat aktivitas ekonomi warga dan inisiatif pelestarian lingkungan swadaya sejak tujuh tahun silam, kini rusak berat.

​Sejumlah saksi mata di lokasi menduga derasnya arus yang menghantam pondasi tanah bukan hanya faktor alam semata, melainkan dampak dari pembukaan pintu air yang terlalu ekstrem di wilayah hulu.

​”Bendungannya terlalu dibuka abis, jadinya longsor di wisata hutan bambu Kelurahan Margahayu,” ungkap salah satu warga yang terekam dalam video dokumentasi kejadian tersebut.

​Kapan Banjir Kiriman Diprediksi Tiba di Kota Bekasi?

​Menanggapi kondisi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi langsung bergerak memantau potensi bahaya lanjutan. Pasalnya, volume air yang besar dari hulu Bogor sedang bergerak menuju Kota Bekasi.

​”Masih di Cileungsi, nanti di Sungai Cileungsi Cikeas (KP2C) sudah mulai ada peningkatan. Nanti turun kita ke Kali Bekasi ini sekitar jam 12 (malam),” kata Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Bekasi, Idham Kholid, kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com saat dikonfirmasi, Rabu (11/02/2026).

​Idham menjelaskan bahwa kewaspadaan ditingkatkan karena Sungai Cileungsi telah menyentuh level kritis. Berikut data pemantauan BPBD pada Rabu malam:

  • Status: Siaga 1
  • Lokasi Pantau: Sungai Cileungsi
  • Tinggi Muka Air (TMA): 410 cm (pukul 19.30 WIB)

​Bagaimana Langkah Antisipasi Pemkot Bekasi?

​Meskipun TMA Kali Bekasi di titik pertemuan sempat terpantau normal pada pukul 21.00 WIB, BPBD Kota Bekasi tidak melonggarkan pengawasan.

Tim Unit Reaksi Cepat (URC) telah disiagakan di titik-titik krusial, termasuk berkoordinasi dengan Komunitas Peduli Sungai Cileungsi Cikeas (KP2C) untuk memberikan peringatan dini (early warning system) kepada masyarakat bantaran sungai.

​”Sudah siap, dan juga tim kami juga sudah ada di titik KP2C dan lagi memantau. Setiap kenaikan-kenaikan itu sudah dilaporkan, setiap setengah jam sudah disampaikan,” tegas Idham menutup keterangannya.

Kejadian di Hutan Bambu Margahayu menjadi peringatan keras bagi warga yang bermukim di sepanjang bantaran Kali Bekasi.

Selain kerusakan infrastruktur wisata, ancaman banjir kiriman masih mengintai hingga dini hari nanti.

Punya informasi seputar banjir atau layanan publik di lingkungan Anda? Segera laporkan kepada Redaksi RakyatBekasi.Com atau hubungi layanan darurat BPBD Kota Bekasi jika kondisi air meningkat drastis.


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tekan Inflasi, Pemkot Bekasi Gelar Pasar Murah di 12 Kecamatan
Gagal Serobot Antrean, Sopir Angkot K-02 Arogan Aniaya Pengemudi di Pekayon Bekasi
Pentingnya Circle Pertemanan, Babe Fayadh: Hijrah dari Dosa
Nonton Bareng Swiss Vs Argentina di CFD Kota Bekasi, Rebut Doorprize-nya!
Be Glow Masih Buka! KOAR Bekasi Pertanyakan Taji Satpol PP Tertibkan Prostitusi Berkedok Panti Pijat
SEPAGETI Rawalumbu Kupas Bahaya Ulama Su’ dan Terapi Bekam
Dikritik DPRD, Wali Kota Bekasi Bela Mutasi PPPK Jadi Guru
Telurkan 24 Karya dalam 8 Hari: Konsistensi Tanpa Batas Zenza TekSas Sambut HUT RI ke-81
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Minggu, 12 Juli 2026 - 13:54 WIB

Tekan Inflasi, Pemkot Bekasi Gelar Pasar Murah di 12 Kecamatan

Minggu, 12 Juli 2026 - 12:36 WIB

Gagal Serobot Antrean, Sopir Angkot K-02 Arogan Aniaya Pengemudi di Pekayon Bekasi

Jumat, 10 Juli 2026 - 19:08 WIB

Pentingnya Circle Pertemanan, Babe Fayadh: Hijrah dari Dosa

Jumat, 10 Juli 2026 - 18:23 WIB

Be Glow Masih Buka! KOAR Bekasi Pertanyakan Taji Satpol PP Tertibkan Prostitusi Berkedok Panti Pijat

Jumat, 10 Juli 2026 - 17:54 WIB

SEPAGETI Rawalumbu Kupas Bahaya Ulama Su’ dan Terapi Bekam

Berita Terbaru

Suasana aktivitas pergerakan kendaraan di sepanjang Jalan H.O.S. Tjokroaminoto, kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Jalan protokol nan strategis ini diabadikan untuk mengenang sosok Raden Mas Haji Oemar Said Tjokroaminoto, Pahlawan Nasional yang dijuluki Raja Jawa Tanpa Mahkota sekaligus mentor para tokoh besar revolusi kemerdekaan Republik Indonesia. (Foto: Ilustrasi/RakyatBekasi.com)

Ekstra

Sejarah Jalan H.O.S Tjokroaminoto: Guru Para Pendiri Bangsa

Minggu, 12 Jul 2026 - 12:15 WIB

Suasana lalu lintas di kawasan Jalan Imam Bonjol. Nama jalan protokol elite yang kerap ditemui di berbagai kota besar ini didedikasikan untuk menghormati Pahlawan Nasional Tuanku Imam Bonjol, ulama besar Sumatra Barat yang berhasil menyatukan rakyat dan memimpin Perang Padri (1803–1838) melawan penjajah Belanda. (Foto: Ilustrasi/RakyatBekasi.com)

Ekstra

Sejarah Jalan Imam Bonjol: Taktik Ulama di Perang Padri

Sabtu, 11 Jul 2026 - 12:11 WIB

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x