BEKASI – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi secara resmi mengimbau para Calon Jemaah Haji (Calhaj) untuk memulai persiapan fisik sejak dini menyambut musim Haji 2026. Persiapan ini dinilai krusial mengingat adanya lonjakan kuota jemaah yang signifikan serta dominasi jemaah lanjut usia (Lansia).
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Satia Sriwijayanti Anggraini, menekankan pentingnya simulasi mandiri melalui rutinitas olahraga. Hal ini diperlukan agar tubuh jemaah dapat beradaptasi dengan aktivitas fisik berat yang akan dijalani di Tanah Suci.
Pentingnya Kebugaran Fisik Bagi Jemaah Haji
Ibadah haji merupakan ibadah yang sangat mengandalkan kekuatan fisik (fisik-sentris). Oleh karena itu, Satia menyarankan agar para Calhaj mulai membiasakan diri dengan pola hidup sehat, termasuk rutin berjalan kaki setiap hari.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
”Mengingat nanti mereka akan melakukan rangkaian proses ibadah yang panjang, seperti Tawaf dan Sa’i, maupun banyak kegiatan lain yang melibatkan fisik. Maka, simulasi diri dengan rajin berolahraga sangat diperlukan sejak sekarang,” ujar Satia dalam keterangan resminya, Jumat (12/12/2025).
Lonjakan Kuota Haji dan Dominasi Lansia
Tantangan kesehatan pada musim haji tahun 2026 diprediksi akan lebih kompleks. Berdasarkan laporan terbaru, jumlah Calon Jemaah Haji di Kota Bekasi mencapai angka 5.100 jemaah. Angka ini mengalami peningkatan hampir dua kali lipat dibandingkan kuota tahun sebelumnya yang hanya berkisar 2.800 jemaah.
Selain peningkatan jumlah, profil demografi jemaah juga menjadi sorotan Dinkes Kota Bekasi.
”Berdasarkan data yang masuk, mayoritas Calhaj di Kota Bekasi merupakan kategori usia lanjut (Lansia) dibandingkan usia produktif. Rata-rata usianya sudah di atas 50 tahun, bahkan porsi lansia masih di atas 50 persen dari total kuota,” jelas Satia.
Kondisi ini menuntut perhatian ekstra, tidak hanya dari petugas kesehatan, tetapi juga kesadaran mandiri dari para jemaah dan keluarganya untuk memantau kondisi kesehatan secara berkala.
Kesadaran Medical Check Up (MCU) Masih Minim
Meskipun imbauan telah dikeluarkan, Dinkes Kota Bekasi mencatat bahwa partisipasi Calhaj untuk melakukan pemeriksaan kesehatan atau Medical Check Up (MCU) di Fasilitas Kesehatan (Faskes) milik Pemerintah Daerah masih tergolong minim.
Satia menduga, rendahnya angka partisipasi ini disebabkan oleh beberapa faktor, mulai dari kurangnya informasi hingga keraguan terkait pelunasan biaya haji.
”Kita kan dapat tambahan kuota dari 2.800 jemaah menjadi 5.100. Nah, ini banyak mungkin calon haji yang belum tahu kewajiban MCU. Atau, mereka mungkin masih menunggu kepastian uang pelunasan, jadi mereka mungkin masih belum percaya diri (pede) untuk periksa,” ungkapnya.
Sinergi dengan Kemenag untuk Percepatan MCU
Guna mengatasi minimnya partisipasi MCU, Dinkes Kota Bekasi telah berkoordinasi erat dengan Kementerian Agama (Kemenag). Satia meminta agar Kemenag turut aktif menyerukan kewajiban pemeriksaan kesehatan ini kepada para jemaah.
”Karena kita sudah woro-woro, ayo cepat. Kita juga kerja sama dengan Kemenag. Sebenarnya pendorong utama agar jemaah mau MCU adalah dari Kemenag. Mereka yang memiliki akses langsung untuk memberitahu masyarakat atau calon jemaah bahwa jika sudah waktunya berangkat haji, harus segera melakukan MCU,” pungkas Satia.
Pemeriksaan kesehatan sejak dini sangat penting untuk mendeteksi risiko penyakit (komorbid) sehingga dapat ditangani atau dikontrol sebelum keberangkatan, memastikan jemaah dapat beribadah dengan khusyuk dan lancar.
Punya pertanyaan seputar syarat kesehatan Haji 2026? Tulis di kolom komentar atau kunjungi Puskesmas terdekat di Kota Bekasi!
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.







































