BEKASI – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi secara resmi membuka pelayanan pemeriksaan kesehatan atau Medical Check Up (MCU) bagi Calon Jemaah Haji (Calhaj) Kota Bekasi untuk keberangkatan tahun 2026. Langkah ini diambil lebih awal guna memastikan seluruh jemaah memenuhi syarat istithaah kesehatan sebelum pelunasan biaya haji.
Kepala Dinkes Kota Bekasi, Satia Sriwijayanti Anggraini, menyatakan bahwa pemerintah daerah telah menunjuk enam fasilitas kesehatan (faskes) rujukan. Faskes tersebut terdiri dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tipe D milik pemerintah dan rumah sakit swasta yang tersebar di berbagai wilayah strategis.
Daftar Lokasi MCU Haji 2026 di Kota Bekasi
Guna mempermudah akses bagi para calon jemaah, Dinkes Kota Bekasi membagi layanan MCU ke dalam enam titik rumah sakit. Satia merinci bahwa layanan ini tersedia di empat RSUD Tipe D dan dua rumah sakit swasta ternama.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
”Adapun 6 RS tersebut meliputi 4 RSUD Tipe D milik Pemerintah Kota Bekasi, baik di wilayah Bekasi Utara (Teluk Pucung), Jatisampurna, Bantargebang, dan Pondok Gede. Selain itu, kami juga menggandeng 2 Rumah Sakit Swasta, yakni RS Mekarsari dan RS Anna Pekayon,” ungkap Satia dalam keterangannya, Kamis (11/12/2025).
Berikut adalah daftar fasilitas kesehatan yang melayani MCU Haji 2026:
- RSUD Tipe D Bekasi Utara (Teluk Pucung)
- RSUD Tipe D Jatisampurna
- RSUD Tipe D Bantargebang
- RSUD Tipe D Pondok Gede
- RS Mekarsari
- RS Anna Pekayon
Kuota Jemaah Haji Melonjak Tajam
Pentingnya percepatan pelaksanaan MCU ini tidak lepas dari lonjakan jumlah kuota haji yang diterima Kota Bekasi. Berdasarkan data terbaru, jumlah Calon Jemaah Haji Kota Bekasi untuk keberangkatan tahun 2026 mencapai angka 5.100 jemaah.
Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan, hampir dua kali lipat dibandingkan kuota tahun sebelumnya yang hanya berkisar di angka 2.800 jemaah. Lonjakan ini menuntut kesiapan logistik dan kesehatan yang lebih matang agar tidak terjadi penumpukan antrean menjelang batas akhir pelunasan.
Tantangan: Partisipasi MCU Masih Minim
Meski layanan telah dibuka, Dinkes Kota Bekasi mencatat adanya kendala di lapangan. Tingkat partisipasi calon jemaah untuk melakukan pemeriksaan kesehatan dinilai masih minim. Satia menjelaskan bahwa banyak jemaah yang belum menyadari kewajiban MCU atau masih merasa ragu terkait biaya pelunasan.
”Kita kan dapat tambahan kuota dari 2.800 jemaah menjadi 5.100. Nah, ini banyak jemaah yang mungkin belum tahu mengenai kewajiban MCU. Atau, mereka mungkin masih menunggu kepastian uang pelunasan, jadi mereka mungkin masih belum percaya diri (engga pede) untuk memeriksakan diri,” jelas Satia.
Padahal, pemeriksaan kesehatan merupakan syarat mutlak yang harus dipenuhi sebelum jemaah dapat melangkah ke tahap pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih).
Kolaborasi dengan Kemenag Kota Bekasi
Untuk mengatasi minimnya partisipasi tersebut, Dinkes Kota Bekasi telah berkoordinasi secara intensif dengan Kementerian Agama (Kemenag) Kota Bekasi. Sinergi ini bertujuan untuk menyosialisasikan urgensi MCU kepada para jemaah.
”Karena kita sudah woro-woro, ayo cepat. Kami juga bekerja sama dengan Kemenag. Sebenarnya pendorong utama agar jemaah segera MCU itu adalah Kemenag, yang turut memberitahu ke masyarakat ataupun calon jemaah bahwa jika sudah waktunya berangkat haji, mereka harus segera melakukan MCU,” pungkasnya.
Imbauan bagi Calon Jemaah:
Bagi Anda yang terdaftar sebagai calon jemaah haji keberangkatan tahun 2026, disarankan untuk segera mendatangi fasilitas kesehatan yang telah ditunjuk. Jangan menunggu hingga batas akhir waktu pelunasan agar proses administrasi dan persiapan ibadah Anda berjalan lancar.
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.






































