BEKASI – Minggu malam, 14 Desember 2025, menjadi momen bersejarah bagi keluarga besar Pondok Pesantren Nurul Huda Setu. Bertempat di Lapangan MTs Yayasan Nurul Huda Setu, Kabupaten Bekasi, ratusan santri berkumpul dalam perhelatan NH Award 2025.
Acara tahunan ini tidak sekadar menjadi ajang seremonial, tetapi merupakan bentuk peneguhan komitmen pesantren dalam mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga mulia secara moral (akhlakul karimah).
Suasana Khidmat dan Nilai-Nilai Qur’ani
Rangkaian acara dibuka dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an yang dibawakan oleh salah satu santri berprestasi. Suara yang mengalun tenang di bawah langit malam Bekasi menciptakan suasana khidmat, mengingatkan seluruh hadirin bahwa setiap prestasi yang diraih haruslah berakar pada nilai-nilai Qur’ani.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pihak pengelola pesantren menekankan bahwa NH Award 2025 dirancang untuk memberikan stimulasi positif bagi para santri agar terus konsisten dalam memperbaiki diri, baik dalam aspek ibadah, kedisiplinan, maupun hubungan sosial antar sesama santri.
Kategori Penghargaan: Menilai Karakter secara Holistik
Berbeda dengan penghargaan akademik pada umumnya, NH Award memberikan apresiasi pada aspek-aspek karakter yang sering kali luput dari penilaian formal. Pada semester ini, pemberian sertifikat penghargaan diberikan kepada santri dalam berbagai kategori unggulan:
- Santri Terajin: Diberikan kepada mereka yang menunjukkan konsistensi dalam mengikuti seluruh kegiatan pesantren.
- Santri Terpeduli: Apresiasi bagi santri yang memiliki empati tinggi terhadap lingkungan dan sesama rekan.
- Santri Terbersih: Mendorong terciptanya lingkungan pesantren yang sehat dan asri.
- Angkatan Tersolid: Penghargaan khusus bagi kolektivitas dan kerja sama tim antar jenjang kelas.
- Santri of The Year: Gelar tertinggi bagi santri yang mampu menjadi teladan (uswah) dalam berbagai aspek selama satu tahun terakhir.
Membangun Budaya Apresiasi
Ketua Panitia NH Award 2025 menyatakan bahwa proses seleksi dilakukan secara objektif melalui pengamatan harian oleh para pengasuh dan asatidz.
”Kami ingin setiap santri merasa dilihat dan dihargai. Prestasi bukan hanya soal nilai di atas kertas, tapi bagaimana mereka menjaga kebersihan kamar, bagaimana mereka peduli pada temannya yang sakit, dan bagaimana mereka disiplin bangun sebelum fajar,” ujarnya di sela-sela acara.
Dampak Positif bagi Pengembangan Santri
Kegiatan ini diharapkan mampu menjadi pemantik semangat bagi santri lainnya untuk terus berkompetisi dalam kebaikan (fastabiqul khairat). Dengan adanya kategori seperti “Angkatan Tersolid”, pesantren juga berusaha meminimalisir ego sektoral dan memperkuat rasa persaudaraan (ukhuwah) antar santri di lingkungan Kabupaten Bekasi.
Pondok Pesantren Nurul Huda Setu terus berinovasi dalam memadukan kurikulum salaf dan modern, di mana pemberian penghargaan seperti NH Award menjadi instrumen penting dalam pendidikan karakter abad ke-21.
Apakah Anda tertarik untuk mengetahui lebih lanjut mengenai profil pendidikan di Pondok Pesantren Nurul Huda Setu? Kunjungi situs resmi kami atau ikuti media sosial kami untuk mendapatkan update kegiatan santri lainnya.
Eksplorasi konten lain dari RakyatBekasi.Com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




































