Lestarikan Warisan Ulama, Pondok Pesantren Nurul Huda Setu Konsisten Ajarkan Ilmu Falakiyah

- Jurnalis

Selasa, 16 Desember 2025 - 17:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BEKASI — Di tengah arus modernisasi dan transformasi pola pendidikan Islam yang serba digital, sejumlah cabang ilmu klasik kini menghadapi tantangan eksistensi. Salah satu yang perlahan mulai tersisih dari ruang belajar formal adalah Ilmu Falakiyah, sebuah disiplin ilmu astronomi Islam yang vital dalam penentuan waktu ibadah.

​Menyikapi fenomena ini, Pondok Pesantren Nurul Huda yang berlokasi di Setu, Kabupaten Bekasi, mengambil langkah tegas. Pesantren ini memilih jalan sunyi untuk bertahan dan melestarikan ilmu langit tersebut di saat banyak lembaga pendidikan lain mulai meninggalkannya.

​Menjaga Mata Rantai Keilmuan Islam

​Di Pondok Pesantren Nurul Huda Setu, Ilmu Falakiyah bukan sekadar mata pelajaran pelengkap atau muatan lokal. Ilmu ini diajarkan secara intensif dan khusus kepada para santri sebagai bentuk tanggung jawab moral dan intelektual dalam menjaga turats (warisan) para ulama terdahulu.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Pimpinan Pondok Pesantren Nurul Huda Setu, Kyai Atok Mustofa, menekankan urgensi peran pesantren sebagai benteng terakhir ilmu-ilmu klasik. Menurut beliau, hilangnya satu cabang ilmu seperti Falakiyah bukan hanya soal hilangnya mata pelajaran, melainkan terputusnya sanad dan mata rantai peradaban Islam.

​“Kalau pesantren tidak mengajarkan ilmu falak, maka ilmu ini bisa benar-benar hilang. Padahal falakiyah sangat dibutuhkan umat dalam praktik ibadah sehari-hari,” tegas Kyai Atok Mustofa.

​Pernyataan tersebut menggarisbawahi bahwa konsistensi pesantren dalam mengajarkan Ilmu Falakiyah adalah bentuk kesetiaan terhadap tradisi keilmuan Islam yang holistik. Fokus pendidikan tidak hanya pada ilmu yang populer, tetapi juga pada ilmu fungsional yang berdampak langsung pada sah atau tidaknya ibadah masyarakat luas.

​Tantangan Mengajar Generasi Milenial

​Proses transfer pengetahuan ilmu klasik ini tentu memiliki tantangan tersendiri. Pembelajaran Ilmu Falakiyah di Nurul Huda Setu diampu oleh Ustadz Dani, seorang pengajar yang memiliki dedikasi tinggi mendalami bidang astronomi Islam.

​Dani mengakui bahwa bagi sebagian kalangan, khususnya generasi muda atau santri milenial, Falakiyah sering dianggap sebagai momok karena kerumitan hitungan matematis dan astronominya. Namun, ia melihat persepsi ini sebagai tantangan untuk membuktikan relevansi ilmu tersebut.

​“Memang tidak semua santri langsung tertarik. Tapi ketika mereka tahu bahwa ilmu ini bisa digunakan untuk menentukan kiblat, waktu sholat, dan awal puasa, semangat mereka tumbuh dengan sendirinya,” tutur Dani.

​Metode Pembelajaran: Dari Teori ke Aplikasi Nyata

​Untuk mengatasi stigma “sulit” tersebut, metode pembelajaran yang diterapkan di Nurul Huda Setu dirancang agar tidak hanya berhenti pada tataran teoritis di kitab kuning. Para santri diajak untuk memahami falakiyah secara aplikatif.

​Dani menjelaskan, santri dibimbing melakukan simulasi perhitungan dan praktik lapangan. Hal ini bertujuan agar ilmu yang dipelajari benar-benar hidup dalam realitas, bukan sekadar hafalan rumus.

​Dengan pendekatan ini, santri diharapkan mampu:

  • ​Menghitung dan memverifikasi arah kiblat masjid atau musholla di lingkungan mereka.
  • ​Memahami dasar penentuan awal bulan Kamariah (Hijriyah).
  • ​Mengerti mekanisme pergerakan matahari sebagai acuan waktu sholat lima waktu.

​Benteng Terakhir Pelestarian Ilmu Langit

​Langkah Pondok Pesantren Nurul Huda Setu ini menjadi oase di tengah pragmatisme pendidikan masa kini yang cenderung instan. Dengan tetap mengajarkan Ilmu Falakiyah, pesantren ini mengukuhkan posisinya sebagai salah satu penjaga gawang otentisitas keilmuan Islam di wilayah Bekasi.

​Harapan besarnya, dari pesantren ini tidak hanya lahir santri yang pandai mengaji, tetapi juga generasi ahli hisab yang sadar bahwa menjaga warisan ulama adalah bagian integral dari menjaga identitas Islam itu sendiri.

Tertarik mendalami ilmu agama dan warisan ulama di Bekasi?

Kunjungi Pondok Pesantren Nurul Huda Setu untuk informasi lebih lanjut mengenai program pendidikan dan kegiatan santri.


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gali Potensi PAD, Bapenda Kota Bekasi Bidik Pajak Hiburan Arena Olahraga
Trauma Tragedi Cimuning: Warga Desak Wali Kota Bekasi Audit SPBE Mustikasari yang Diduga Tanpa SLF
Amankan 371 Ha Aset TKD, Pemkot Bekasi Tunggu Tanda Tangan KDM
Sidak Satpol PP Bekasi Mandul, Be Glow Masih ‘Jualan’, Cuma Ganti Kode Lendir!
Ini Dia 6 Calon Direktur Teknik Perumda Tirta Patriot 2026-2031: Warga Diminta Berikan Masukan!
Heboh Tagihan PBB Capai Rp 311 Juta! Bapenda Kota Bekasi Ungkap Fakta dan Solusinya
Dominasi Mutlak! Togu Parulian Kembali ‘Kuasai’ GAMKI Kota Bekasi
Tagihan Piutang PBB Horor! Bapenda Kota Bekasi Ungkap Biang Keroknya

Berita Terkait

Kamis, 23 April 2026 - 15:46 WIB

Gali Potensi PAD, Bapenda Kota Bekasi Bidik Pajak Hiburan Arena Olahraga

Kamis, 23 April 2026 - 13:46 WIB

Trauma Tragedi Cimuning: Warga Desak Wali Kota Bekasi Audit SPBE Mustikasari yang Diduga Tanpa SLF

Kamis, 23 April 2026 - 12:43 WIB

Amankan 371 Ha Aset TKD, Pemkot Bekasi Tunggu Tanda Tangan KDM

Rabu, 22 April 2026 - 18:16 WIB

Ini Dia 6 Calon Direktur Teknik Perumda Tirta Patriot 2026-2031: Warga Diminta Berikan Masukan!

Rabu, 22 April 2026 - 15:26 WIB

Heboh Tagihan PBB Capai Rp 311 Juta! Bapenda Kota Bekasi Ungkap Fakta dan Solusinya

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca