Pegiat Kopi Ungkap Potensi Ekonomi Kopi Windusari di Kabupaten Magelang

- Jurnalis

Kamis, 5 Februari 2026 - 12:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemilik Kulina Coffee, Mas Wiwit (tengah), saat menjelaskan karakteristik biji Kopi Windusari yang memiliki potensi pasar menjanjikan di kedainya, Kabupaten Magelang, Rabu (04/02/2026).

Pemilik Kulina Coffee, Mas Wiwit (tengah), saat menjelaskan karakteristik biji Kopi Windusari yang memiliki potensi pasar menjanjikan di kedainya, Kabupaten Magelang, Rabu (04/02/2026).

Poin Utama:

  • Lokasi Potensi: Desa Lebak, Kecamatan Windusari, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.
  • Masalah Utama: Minim eksposur dan promosi sehingga kalah populer dibanding Kopi Temanggung.
  • Solusi: Kolaborasi mutualisme antara petani lokal dan pelaku usaha (roastery) untuk menjaga kualitas dari hulu ke hilir.
  • Tokoh Penggerak: Mas Wiwit (Kulina Coffee) dan kelompok pemuda pecinta alam.

​Kabupaten Magelang tidak hanya menawarkan pesona Candi Borobudur sebagai ikon wisata dunia, namun juga menyimpan potensi agraria yang menjanjikan di sektor perkebunan kopi.

Kopi Windusari, komoditas lokal dari Desa Lebak, kini mulai dilirik sebagai produk unggulan baru meski selama ini tumbuh liar tanpa promosi yang masif.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Mengapa Kopi Windusari Jarang Ditemukan di Pasaran?

​Meskipun memiliki cita rasa yang khas, Kopi Windusari menghadapi tantangan besar dalam hal branding dan distribusi.

Selama ini, pasar kopi di Jawa Tengah masih didominasi oleh varietas dari wilayah tetangga, seperti Temanggung.

​”Kopi Windusari belum muncul banyak di pasaran karena masih kalah dengan kopi-kopi wilayah Temanggung, (padahal) secara kualitas dan cita rasa juga Kopi Windusari tidak kalah enak,” kata Mas Wiwit kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com saat ditemui di Kulina Coffee, Kabupaten Magelang, Rabu (04/02/2026).

​Minimnya eksposur ini terungkap saat sekelompok pendaki yang terdiri dari Zulva Aswimahendra, Muhamad Bilal Syafaat, Iqbal Pambagyo, dan Putra Pramana, menemukan banyaknya pohon kopi yang tumbuh tinggi di permukiman warga usai mendaki Gunung Andong.

​Bagaimana Peran Pelaku Usaha Lokal dalam Mengembangkan Kopi Ini?

​Pengembangan Kopi Windusari tidak bisa berjalan sendiri tanpa campur tangan ahli. Mas Wiwit, pemilik Kulina Coffee dan Kulina Coffee Roastery, mengambil peran sentral dalam mengangkat derajat kopi lokal ini.

​Berbekal pengalaman bertahun-tahun mempelajari karakter kopi dari hulu ke hilir, Wiwit melakukan proses roasting mandiri untuk menemukan profil rasa terbaik.

Upaya ini dilakukan untuk membuktikan bahwa kopi yang selama ini dibiarkan tumbuh alami oleh warga, sebenarnya memiliki nilai ekonomi tinggi.

​Apa Strategi untuk Meningkatkan Kesejahteraan Petani Kopi Windusari?

​Kunci keberhasilan komoditas lokal terletak pada kolaborasi. Mas Wiwit menekankan pentingnya konsep mutualisme antara pengusaha kedai kopi dan petani di Desa Lebak dan sekitarnya.

​Langkah strategis yang perlu dilakukan meliputi:

  • ​Edukasi pengelolaan pasca panen kepada petani.
  • ​Jaminan penyerapan hasil panen oleh pelaku usaha lokal.
  • ​Promosi terpadu yang menyasar pasar penikmat kopi yang lebih luas.

​”Kalau Kopi Windusari khas Magelang ini banyak peminatnya di luar sana, saya yakin mereka (petani) hidup, kita juga hidup,” tegas Mas Wiwit.

​Semangat gotong royong ini diharapkan tidak hanya memperkuat identitas kopi lokal Magelang, tetapi juga membuka keran ekonomi baru bagi warga setempat yang selama ini hanya mengandalkan sektor pertanian konvensional.

​Kisah Kopi Windusari menjadi bukti bahwa potensi daerah sekecil apapun dapat berkembang jika dikelola dengan sinergi yang tepat antara komunitas, pelaku usaha, dan petani.

Bagi Anda penikmat kopi yang sedang berkunjung ke Jawa Tengah, menjajal cita rasa Kopi Windusari bisa menjadi pengalaman kuliner yang berbeda.

Punya informasi terkait potensi UMKM atau kuliner tersembunyi lainnya? Kabari redaksi RakyatBekasi.Com melalui saluran media sosial kami.


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kurs Rupiah Hari Ini: Ditutup Melemah, Pasar “Wait and See” Jelang RDG BI
Pengamat Prediksi Rupiah Tembus Rp17.100 per Dolar AS Pekan Ini
GMNI Jakarta Timur Desak Menkeu Copot Dirjen Pajak Buntut Dugaan Suap
AS Perketat Syarat Masuk Jelang Piala Dunia 2026, 75 Negara Masuk Daftar Hitam
Waspada Ancaman Mata Kering di Jabodetabek: 41% Warga Terdampak Tanpa Sadar
905 Ribu Kendaraan Padati Jalur Puncak Bogor Selama Nataru
Revolusi Sepak Bola: FIFA Uji Coba “Wenger Law” dan Aturan Kiper untuk Akhiri Era Offside Milimeter
Kejar Rekor 1.000 Gol, Cristiano Ronaldo: Jika Tidak Ada Cedera Insya Allah

Berita Terkait

Kamis, 5 Februari 2026 - 12:27 WIB

Pegiat Kopi Ungkap Potensi Ekonomi Kopi Windusari di Kabupaten Magelang

Selasa, 20 Januari 2026 - 22:31 WIB

Kurs Rupiah Hari Ini: Ditutup Melemah, Pasar “Wait and See” Jelang RDG BI

Senin, 19 Januari 2026 - 08:40 WIB

Pengamat Prediksi Rupiah Tembus Rp17.100 per Dolar AS Pekan Ini

Senin, 19 Januari 2026 - 04:53 WIB

GMNI Jakarta Timur Desak Menkeu Copot Dirjen Pajak Buntut Dugaan Suap

Minggu, 18 Januari 2026 - 20:26 WIB

AS Perketat Syarat Masuk Jelang Piala Dunia 2026, 75 Negara Masuk Daftar Hitam

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca