Protes Standar Ganda FIFA dan UEFA, Eric Cantona Serukan Boikot Israel dari Sepak Bola Dunia

- Jurnalis

Jumat, 19 September 2025 - 19:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Legenda MU Eric Cantona saat menyampaikan orasi dalam acara amal untuk Palestina di Wembley Arena, London, Rabu (17/09/2025). (Foto: huckmag.com)

Legenda MU Eric Cantona saat menyampaikan orasi dalam acara amal untuk Palestina di Wembley Arena, London, Rabu (17/09/2025). (Foto: huckmag.com)

London – Legenda Manchester United (MU), Eric Cantona, kembali menjadi sorotan publik internasional. Kali ini, bukan karena aksi di lapangan hijau, melainkan lewat panggung orasi yang menggema di Wembley Arena, London. Dalam acara amal untuk Palestina pada Rabu (17/09/2025), mantan bintang asal Prancis itu menyerukan boikot total terhadap Israel dari kancah sepak bola dunia.

Cantona meluapkan kekecewaannya terhadap FIFA dan UEFA, yang menurutnya menerapkan standar ganda dalam menyikapi konflik internasional.

Soroti Perbedaan Sikap FIFA dan UEFA

Di hadapan ribuan penonton, Cantona membandingkan respons cepat FIFA dan UEFA terhadap Rusia pasca-invasi ke Ukraina dengan sikap mereka terhadap Israel.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Empat hari setelah Rusia memulai perang dengan Ukraina, FIFA dan UEFA membekukan sepak bola Rusia,” ujarnya lantang. “Tapi sekarang, kita melihat 716 hari atas apa yang disebut Amnesty International sebagai genosida di Palestina, dan Israel masih bisa berpartisipasi. Kenapa ada standar ganda? FIFA dan UEFA harus membekukan Israel.”

Pernyataan ini memicu sorakan dukungan dari audiens yang memadati arena, menandakan isu ini mendapat perhatian luas dari publik sepak bola.

Sepak Bola sebagai Alat Perubahan Sosial

Pria berjuluk “The King” ini menegaskan keyakinannya bahwa sepak bola memiliki kekuatan besar untuk mendorong perubahan sosial. Ia mencontohkan boikot olahraga terhadap Afrika Selatan pada era apartheid, yang dinilainya berperan penting dalam mengakhiri sistem diskriminasi rasial tersebut.

“Kita ingat apartheid di Afrika Selatan. Boikot di bidang olahraga berperan penting mengakhiri apartheid,” tegasnya.

Ajakan untuk Klub, Pemain, dan Suporter

Cantona menyerukan aksi nyata dari seluruh elemen sepak bola dunia:

  • Klub diminta menolak bertanding melawan tim dari Israel.
  • Pemain diimbau menolak turun ke lapangan menghadapi tim Israel.
  • Suporter diajak menggunakan kekuatan kolektif mereka untuk menekan otoritas sepak bola.

“Penggemar sepak bola di seluruh dunia adalah kekuatan itu sendiri. Inilah saatnya bagi semua orang untuk bergabung dengan saya. Anda akan ikut saya? Anda tidak bisa bilang tidak, karena Anda adalah kekuatan itu sendiri,” ujarnya penuh emosi.

Tantangan untuk FIFA dan UEFA

Orasi Cantona bukan sekadar ajakan moral, tetapi tantangan langsung kepada FIFA dan UEFA untuk bertindak tegas sesuai prinsip kemanusiaan yang dijunjung tinggi dalam olahraga. Ia berharap momentum ini dapat menjadi titik balik bagi sepak bola dunia untuk bersikap konsisten terhadap pelanggaran hak asasi manusia.

Analisis Singkat

Seruan Cantona ini menambah daftar panjang tokoh olahraga yang menggunakan popularitasnya untuk menyuarakan isu kemanusiaan. Dengan rekam jejaknya sebagai ikon sepak bola, pernyataan ini berpotensi memicu diskusi global dan menekan federasi sepak bola internasional untuk mengambil langkah konkret.

Bagaimana menurut Anda, apakah sepak bola seharusnya menjadi alat untuk menekan pelanggaran HAM? Bagikan pandangan Anda dan ikuti terus berita terkini seputar dunia sepak bola internasional.


Eksplorasi konten lain dari RakyatBekasi.Com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Warga Penggilingan Tumpah Ruah di Panggung Gembira Puncak Peringatan HUT RI ke-81
HUT ke-19 Alfamidi: Ekspansi 2.600 Gerai dan Aksi Nyata Sosial
Sejarah Jalan Sunan Gunung Jati: Jejak Sang Pandita Ratu
HUT RI 81: Zenza TekSas Cetak 2 Rekor Gila di Bekasi!
Sejarah Jalan Sunan Muria: Maestro Dakwah Kultural Inklusif
Sejarah Jalan Sunan Kudus: Jejak Panglima Ulama Pelopor Toleransi
Sejarah Jalan Sunan Kalijaga: Jejak Dakwah Kultural Walisongo di Jakarta Timur
Promo Bright Gas Bekasi Spesial HUT RI: Diskon Isi Ulang Hingga Rp8.100
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 22:19 WIB

Warga Penggilingan Tumpah Ruah di Panggung Gembira Puncak Peringatan HUT RI ke-81

Jumat, 21 Agustus 2026 - 09:33 WIB

HUT ke-19 Alfamidi: Ekspansi 2.600 Gerai dan Aksi Nyata Sosial

Minggu, 16 Agustus 2026 - 00:50 WIB

Sejarah Jalan Sunan Gunung Jati: Jejak Sang Pandita Ratu

Minggu, 16 Agustus 2026 - 00:25 WIB

HUT RI 81: Zenza TekSas Cetak 2 Rekor Gila di Bekasi!

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 13:55 WIB

Sejarah Jalan Sunan Muria: Maestro Dakwah Kultural Inklusif

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari RakyatBekasi.Com

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x