​Proyek MRT Jakarta Koridor Timur-Barat: 100 KK di Bekasi Terdampak Pembebasan Lahan 3,9 Hektare

- Jurnalis

Kamis, 4 September 2025 - 12:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Disperkimtan) Kota Bekasi, Widayat Subroto Hardi.

Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Disperkimtan) Kota Bekasi, Widayat Subroto Hardi.

Pemkot Bekasi memfasilitasi proses sosialisasi pembebasan lahan untuk Proyek Strategis Nasional (PSN) MRT Fase 3, sementara kewenangan ganti rugi berada di tangan Kementerian Perhubungan.

KOTA BEKASI – Proyek pembangunan megaproyek MRT Jakarta koridor Timur-Barat (East-West) akan segera memasuki tahap pembebasan lahan di wilayah Kota Bekasi.

Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) Kota Bekasi mencatat lebih dari 100 Kepala Keluarga (KK) akan terdampak dalam proses yang dijadwalkan berlangsung mulai tahun 2025 hingga 2027 ini.

Pemerintah Kota Bekasi saat ini tengah menggencarkan sosialisasi menyusul pengumuman dari PT MRT Jakarta bahwa pembangunan Fase 3 koridor Timur-Barat untuk tahap 1, yang membentang dari Tomang hingga Medan Satria, akan segera dimulai.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Jalur monumental sepanjang 24,5 kilometer ini dirancang untuk menghubungkan tiga provinsi sekaligus, yaitu Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Banten, sebagai solusi transportasi massal terintegrasi.

​Kebutuhan Lahan dan Dampak Sosial

Kepala Disperkimtan Kota Bekasi, Widayat Subroto Hardi, mengonfirmasi bahwa total lahan yang dibutuhkan untuk proyek vital ini di wilayahnya mencapai 3,9 hektare.

Lahan tersebut akan menjadi fondasi bagi stasiun dan infrastruktur pendukung lainnya.

“Untuk mendukung kelancaran Proyek Strategis Nasional (PSN) ini, kami mencatat kurang lebih ada 100 KK yang lahannya akan terdampak,” ujar Widayat kepada rakyatbekasi.com, Kamis (04/09/2025).

Ia menegaskan bahwa peran Pemerintah Kota Bekasi dalam proyek ini adalah sebagai fasilitator di lapangan.

Tugas utamanya adalah memastikan proses sosialisasi dan pendataan pembebasan lahan berjalan dengan baik, terstruktur, dan transparan bagi warga yang terdampak.

​Mekanisme dan Jadwal Pembebasan Lahan

​Widayat menjelaskan bahwa proses teknis dan pendanaan ganti rugi lahan merupakan kewenangan pemerintah pusat.

​”Peran kami di Pemkot Bekasi adalah memastikan proses di tingkat warga berjalan lancar. Untuk pelaksanaan teknis dan pembayaran ganti rugi, kewenangannya ada pada Kementerian Perhubungan (Kemenhub) yang akan menyediakan anggarannya,” jelasnya.

​Proses pembebasan lahan ini akan dilaksanakan secara bertahap dengan jadwal sebagai berikut:

  • ​Tahun 2025 – 2027: Fokus pada pembebasan lahan.
  • ​Setelah 2027: Memasuki tahap pekerjaan konstruksi.
  • ​Target Pembangunan: Proyek MRT koridor Timur-Barat ini ditargetkan rampung sepenuhnya pada tahun 2031.

​”Setelah kami merampungkan sosialisasi awal, kami akan berkoordinasi kembali dengan Kementerian Perhubungan untuk sosialisasi lanjutan. Data lahan yang akan dibebaskan akan kami serahkan untuk ditindaklanjuti oleh Kemenhub,” tambah Widayat.

​Respons Warga dan Proses Ganti Rugi

Menurut Widayat, respons masyarakat setempat terhadap rencana pembangunan MRT Tomang-Medan Satria ini secara umum positif.

Warga mendukung proyek modernisasi transportasi ini, namun tetap menantikan kejelasan mengenai nilai ganti rugi yang akan ditawarkan.

​”Secara umum mereka setuju dan mendukung kemajuan ini. Tentu saja, mereka menunggu penawaran harga yang sesuai dari pemerintah,” tuturnya.

Proses penentuan nilai ganti rugi akan dilakukan secara profesional dan independen. Setelah semua persyaratan administrasi rampung, Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) akan ditunjuk untuk melakukan appraisal atau penilaian terhadap harga tanah dan bangunan milik warga.

​”Nantinya Kemenhub bersama Kementerian ATR/BPN akan menyinkronkan data dan pendanaan untuk biaya ganti rugi berdasarkan hasil penilaian dari KJPP,” pungkasnya.

​Hingga akhir tahun 2025, target pemerintah adalah menyelesaikan seluruh paket pekerjaan terkait persiapan dan sosialisasi, sembari menunggu arahan lebih lanjut dari Kementerian Perhubungan untuk memulai tahap eksekusi pembebasan lahan.


Eksplorasi konten lain dari Beyond Your Local News

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Alamak! TNKB Truk Molen Kecelakaan di Bekasi Mati 4 Tahun, Polisi Bongkar Kelayakan Uji KIR
Tragedi Maut Depan Kampus UBSI: Kecelakaan Truk Molen di Bekasi Tewaskan 6 Warga di Halte Jalan Cut Mutia
Dari Manajer Risiko ke Kursi Direksi: Bahrul Alam Resmi Ditetapkan Jadi Dirtek Perumda Tirta Patriot Kota Bekasi Periode 2026–2031
Tekan 98 Ribu Pengangguran, Wali Kota Bekasi Genjot Investasi dan Magang ke Luar Negeri
Antisipasi Lonjakan dan Kelangkaan Jelang Nataru 2027, Pemkot Bekasi Kerahkan Satgas Gabungan Awasi Harga Bahan Pokok
Ultimatum Wali Kota Bekasi Jelang Konstruksi Fly Over Bulak Kapal 15 November: Bongkar Mandiri Pekan Depan atau Dieksekusi Pemkot!
Dilirik Wali Kota Mississauga Kanada Berdarah Indonesia, Tri Adhianto Siap Jajaki Sister City Sektor Farmasi hingga Aerospace
Polemik Grand Kamala Lagoon: Evaluasi SE Wali Kota Bekasi, Pembentukan P3SRS, hingga IPL Rp622 Ribu
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 21:04 WIB

Alamak! TNKB Truk Molen Kecelakaan di Bekasi Mati 4 Tahun, Polisi Bongkar Kelayakan Uji KIR

Minggu, 1 November 2026 - 20:50 WIB

Tragedi Maut Depan Kampus UBSI: Kecelakaan Truk Molen di Bekasi Tewaskan 6 Warga di Halte Jalan Cut Mutia

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:46 WIB

Dari Manajer Risiko ke Kursi Direksi: Bahrul Alam Resmi Ditetapkan Jadi Dirtek Perumda Tirta Patriot Kota Bekasi Periode 2026–2031

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:28 WIB

Tekan 98 Ribu Pengangguran, Wali Kota Bekasi Genjot Investasi dan Magang ke Luar Negeri

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:10 WIB

Antisipasi Lonjakan dan Kelangkaan Jelang Nataru 2027, Pemkot Bekasi Kerahkan Satgas Gabungan Awasi Harga Bahan Pokok

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Beyond Your Local News

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x