Red Notice Diterbitkan! Bareskrim Buru Dua WN China Otak Penipuan E-Tilang Palsu

- Jurnalis

Kamis, 26 Februari 2026 - 05:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jajaran Dittipidsiber Bareskrim Polri dan Kejaksaan Agung menunjukkan barang bukti dalam konferensi pers kasus e-Tilang palsu dengan modus SMS blast yang mencatut nama Kejaksaan Agung (Kejagung) RI di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Rabu (25/2/2026). (Foto: Antara/Nadia Putri Rahmani)

Jajaran Dittipidsiber Bareskrim Polri dan Kejaksaan Agung menunjukkan barang bukti dalam konferensi pers kasus e-Tilang palsu dengan modus SMS blast yang mencatut nama Kejaksaan Agung (Kejagung) RI di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Rabu (25/2/2026). (Foto: Antara/Nadia Putri Rahmani)

Poin Utama:

  • Tersangka & Target Operasi: Kepolisian tengah memburu 2 Warga Negara (WN) China pemegang akun Telegram ‘Lee SK’ dan ‘Daisy Qiu’ yang menjadi dalang sindikat penipuan online, dibantu 5 tersangka WNI yang telah ditahan.
  • Barang Bukti & Logistik: Sebanyak 7 unit mesin SIM box selundupan dari China telah disita, dengan dua riwayat pengiriman teridentifikasi pada bulan September dan Desember 2025.
  • Lokasi Operasi: Kendali kejahatan dilakukan lintas negara (China – Indonesia), dengan pelaku utama sempat datang langsung ke Indonesia untuk memberikan pelatihan operasional perangkat.
  • Tindakan Hukum & Waktu: Bareskrim Polri resmi menggandeng Hubinter dan Interpol untuk menerbitkan Red Notice pada Februari 2026 guna menyeret aktor intelektual tersebut ke ranah hukum.

​Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri terus melakukan pengejaran intensif terhadap aktor intelektual di balik sindikat penipuan online berskala internasional.

Saat ini, kepolisian tengah membidik dua Warga Negara (WN) China yang dipastikan menjadi otak utama penipuan bermodus SMS blast e-tilang palsu.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Kedua buronan lintas negara ini diketahui mengendalikan seluruh operasional kejahatan dari jarak jauh, setelah sebelumnya sempat singgah ke Indonesia untuk membangun infrastruktur kejahatannya.

​Bareskrim Polri Gandeng Interpol Terbitkan Red Notice

​Direktur Tindak Pidana Siber (Dirtipidsiber) Bareskrim Polri, Brigjen Himawan Bayu Aji, menegaskan bahwa identitas kedua aktor intelektual tersebut sudah sepenuhnya berada di genggaman penyidik. Polri tidak tinggal diam dan segera mengambil langkah diplomasi serta hukum internasional.

​”Untuk dua pengendali asal China ini, sedang kami dalami. Kami sudah mengantongi identitas mereka dan saat ini terus berkoordinasi secara intens dengan Divisi Hubungan Internasional (Hubinter) Polri dan Interpol,” ujar Brigjen Himawan kepada wartawan di Mabes Polri, Rabu (25/02/2026).

​Kedua sosok misterius ini beroperasi secara klandestin menggunakan identitas akun Telegram bernama Lee SK dan Daisy Qiu.

Melalui platform tersebut, mereka menyetir pergerakan lima kaki tangan WNI yang berada di Indonesia.

​”Kami akan segera menerbitkan Red Notice dan melakukan komunikasi intensif dengan otoritas China. Pasalnya, alamat pengiriman barang bukti tertera di sana. Kami sedang memverifikasi apakah alamat tersebut asli atau fiktif,” jelas Himawan.

​Dalang Penipuan Sempat Beri Pelatihan di Indonesia

​Fakta mengejutkan lainnya yang berhasil dibongkar penyidik adalah keterlibatan langsung kedua WN China tersebut di lapangan.

Lee SK dan Daisy Qiu tidak hanya duduk manis dan mengendalikan anak buahnya lewat layar ponsel dari luar negeri.

​Keduanya terbukti pernah menginjakkan kaki di Tanah Air. Tujuan kedatangan mereka adalah untuk memberikan “kursus singkat” dan pelatihan teknis kepada para tersangka lokal mengenai cara mengoperasikan perangkat SIM box—mesin krusial yang digunakan untuk membanjiri ponsel korban dengan SMS penipuan e-tilang palsu.

​Impor Mesin SIM Box Langsung dari China

​Selain memberikan pelatihan, para otak kejahatan ini juga menjadi pemasok utama perangkat keras yang dibutuhkan.

Mesin blasting tersebut dikirim langsung dari Negeri Tirai Bambu ke Indonesia secara bertahap.

​”Dari total 7 unit SIM box yang disita sebagai barang bukti, kami dapat mengidentifikasi adanya dua kali proses pengiriman, yakni pada bulan September dan Desember 2025. Terkait sisanya, penyidik masih terus melakukan pendalaman,” lanjut Himawan.

​Peran 5 Tersangka Lokal dalam Sindikat

​Hingga saat ini, sebanyak lima eksekutor lokal berinisial WTP (29), FN (41), RW (40), BAP (38), dan RJ (29) telah lebih dulu mendekam di balik jeruji besi.

Dalam struktur sindikat ini, mereka bukan sekadar pembantu biasa, melainkan operator inti yang memiliki tugas dan peran yang sangat spesifik:

  • WTP (29): Merupakan pelaku utama yang mengoperasikan perangkat keras dan melakukan eksekusi SMS blasting sejak September 2025.
  • FN (41): Berperan sebagai penyedia jasa SMS blast untuk klien asing sekaligus pihak pengelola ketersediaan kartu SIM sejak Juli 2025.
  • RW (40): Bertindak sebagai asisten operasional SMS blasting, bekerja di bawah arahan langsung tersangka FN.
  • BAP (38): Menjadi operator perangkat dan salah satu pelaku utama aktivitas blasting yang bergabung sejak Februari 2025.
  • RJ (29): Bertugas krusial sebagai penyuplai kartu SIM “matang” atau yang sudah diregistrasi menggunakan data palsu kepada para pelaku lainnya.

Jangan Jadi Korban Selanjutnya!

Selalu waspada terhadap pesan singkat tak dikenal yang meminta data pribadi atau pembayaran denda tilang.

Pastikan Anda hanya mengecek status tilang elektronik melalui portal resmi pemerintah di https://tilang.kejaksaan.go.id.

Bagikan artikel ini agar keluarga dan kerabat Anda terhindar dari modus penipuan serupa!

Visited 35 times, 3 visit(s) today

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Usai Kasus Korupsi, Nanik Deyang Resmi Pimpin Badan Gizi Nasional Hari Ini
Skandal Makan Bergizi Gratis: Eks Kepala BGN Resmi Jadi Tersangka!
Kepala Dicopot Presiden Prabowo, Kejagung Geledah Kantor BGN Hari Ini
Gagal Urus Makan Gratis? Presiden Prabowo Copot Kepala Badan Gizi Nasional
Wajahnya Dicatut Film Pesta Babi, Tokoh Adat Papua Ini Lapor Polda Metro
Keselamatan Harga Mati! Taksi Green SM Gandeng Korlantas Polri
Kemenkes Awasi Hantavirus, Warga Bekasi Diminta Waspada Tikus!
Waspada! 4 Kasus Hantavirus Muncul di Jakarta, Bekasi Aman?
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 19:45 WIB

Usai Kasus Korupsi, Nanik Deyang Resmi Pimpin Badan Gizi Nasional Hari Ini

Rabu, 3 Juni 2026 - 20:38 WIB

Skandal Makan Bergizi Gratis: Eks Kepala BGN Resmi Jadi Tersangka!

Rabu, 3 Juni 2026 - 11:18 WIB

Kepala Dicopot Presiden Prabowo, Kejagung Geledah Kantor BGN Hari Ini

Selasa, 2 Juni 2026 - 21:31 WIB

Gagal Urus Makan Gratis? Presiden Prabowo Copot Kepala Badan Gizi Nasional

Sabtu, 30 Mei 2026 - 09:36 WIB

Wajahnya Dicatut Film Pesta Babi, Tokoh Adat Papua Ini Lapor Polda Metro

Berita Terbaru

error: Content is protected !!
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x