KOTA BEKASI – Sebuah polemik internal di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi mencuat ke permukaan setelah beredarnya tangkapan layar (screenshot) status WhatsApp yang diunggah oleh Staf Ahli Wali Kota Bekasi Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Asep Gunawan.
Status tersebut menampilkan tautan berita daring dengan isu yang dinilai tendensius terhadap Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto.
Menanggapi hal tersebut, Asep Gunawan secara terbuka mengakui bahwa status WhatsApp itu memang miliknya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia pun segera mengambil langkah klarifikasi untuk meredam spekulasi yang berkembang, terutama di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkot Bekasi.
Klarifikasi Langsung Usai Apel Pagi
Ditemui setelah pelaksanaan apel pagi di Plaza Pemkot Bekasi pada Senin (29/09/2025), Asep Gunawan menyatakan bahwa permasalahan tersebut telah selesai dan tidak ada niat buruk di baliknya.
Menurutnya, langkah proaktif telah ia ambil untuk menjelaskan situasi secara langsung kepada pimpinan tertinggi.
”Tidak ada apa-apa, sudah beres dan saya sudah menghadap Wali Kota Bekasi dan Sekretaris Daerah (Sekda) untuk klarifikasi,” ujar Asep Gunawan kepada awak media.
Langkah cepat ini diambil untuk memastikan tidak ada kesalahpahaman yang berlarut-larut dan untuk menjaga kondusivitas di lingkungan kerja Pemkot Bekasi.
Menegaskan Prinsip Loyalitas ASN
Lebih lanjut, Asep Gunawan menekankan pentingnya loyalitas seorang ASN terhadap pimpinannya. Ia menegaskan bahwa sebagai seorang abdi negara, kepatuhan dan kesetiaan kepada kepala daerah adalah sebuah prinsip yang tidak bisa ditawar.
”Masa anak buah menyerang pimpinan. Kan kita pegawai negeri harus loyal kepada pimpinan,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa unggahan tersebut sama sekali tidak memiliki maksud tersembunyi untuk menyerang atau mendiskreditkan Wali Kota.
“Saya tidak ada maksud tertentu,” ucapnya singkat.
Konteks dan Pentingnya Netralitas di Media Sosial
Insiden ini menjadi pengingat penting bagi seluruh ASN di lingkungan Pemkot Bekasi maupun di instansi lainnya mengenai pentingnya menjaga etika dan netralitas, terutama dalam penggunaan media sosial.
Di era digital, setiap unggahan dapat dengan mudah tersebar dan memicu berbagai interpretasi yang berpotensi mengganggu stabilitas organisasi.
Sebagai pejabat publik, tindakan di ruang digital seringkali dianggap merepresentasikan sikap dan pandangan resmi.
Oleh karena itu, kehati-hatian dalam membagikan konten, terutama yang bersifat politis atau tendensius, menjadi sangat krusial untuk menghindari polemik.
Insiden ini diharapkan menjadi pelajaran berharga dalam menjaga marwah institusi dan menegakkan prinsip profesionalisme serta loyalitas sebagai seorang Aparatur Sipil Negara.
Ikuti terus perkembangan berita terkini seputar dinamika Pemerintahan Kota Bekasi untuk mendapatkan informasi yang akurat dan berimbang.
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




















