Poin Utama:
- Lokasi: Kolong Flyover Summarecon, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi.
- Dampak: Viral di media sosial hingga warga Malaysia menandai (tag) Kementerian Belia dan Sukan negara mereka.
- Sumber Dana: Kolaborasi APBD Kota Bekasi dan Corporate Social Responsibility (CSR) swasta.
- Tujuan: Memanfaatkan ruang mati perkotaan menjadi sarana olahraga urban yang produktif dan aman.
BEKASI UTARA – Pembangunan fasilitas olahraga ekstrem (skatepark) di area kolong Flyover Summarecon, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi, mendadak menjadi perbincangan hangat lintas negara.
Tidak hanya diapresiasi warga lokal, unggahan progres pembangunan ini memicu warganet dari berbagai daerah di Indonesia hingga Malaysia untuk “menagih” fasilitas serupa kepada kepala daerah masing-masing.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Mengapa Skatepark Kolong Flyover Summarecon Bekasi Viral?
Fenomena ini bermula dari unggahan akun Instagram Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto (@mastriadhianto), yang memperlihatkan transformasi area gelap di bawah jembatan layang menjadi ruang publik yang estetis. Unggahan tersebut menjangkau audiens jauh di luar Kota Bekasi.
Warganet dari Garut, Tasikmalaya, Makassar, hingga Lampung ramai-ramai menandai akun bupati dan gubernur mereka di kolom komentar. Bahkan, akun @ghksk8.official asal Malaysia berkomentar, “Please, nak macam ni dekat Malaysia,” sembari menandai Kementerian Belia dan Sukan setempat.
Hal ini membuktikan bahwa Kota Bekasi kini menjadi rujukan (benchmark) dalam penataan ruang kota yang ramah pemuda.
Bagaimana Tanggapan Wali Kota Bekasi Tri Adhianto?
Menanggapi viralnya pembangunan tersebut, Tri Adhianto melihat hal ini sebagai sinyal kuat bahwa generasi muda di berbagai daerah sangat haus akan ruang berekspresi yang aman dan gratis.
”Respons ini menunjukkan bahwa kebutuhan ruang publik untuk anak muda itu nyata dan dirasakan di banyak daerah. Ketika satu kota memulai, kota lain ikut berharap,” kata Wali Kota Bekasi Tri Adhianto kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com saat ditemui di sela kegiatan dinas di Bekasi Selatan, Senin (29/12/2025).
Menurut Tri, poin terpenting bukan sekadar viralitasnya, melainkan fungsi ruang tersebut.
“Yang paling penting adalah bagaimana ruang kota bisa benar-benar hidup dan produktif,” tambahnya.
Dari Mana Sumber Anggaran Pembangunan Skatepark Ini?
Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi menerapkan strategi pembiayaan kolaboratif agar tidak membebani kas daerah sepenuhnya.
Tri Adhianto menjelaskan bahwa proyek ini tidak murni mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Skema pembangunan dilakukan dengan memadukan dukungan Corporate Social Responsibility (CSR) dari pihak swasta dan APBD Kota Bekasi.
Langkah ini dinilai efektif melibatkan dunia usaha dalam pembangunan kota sekaligus mempercepat realisasi fasilitas umum.
”Kolaborasi menjadi kunci. Ketika pemerintah, swasta, dan komunitas bergerak bersama, ruang-ruang yang selama ini terabaikan bisa dihidupkan kembali dan memberi manfaat nyata,” tegas Tri.
Keberhasilan pemanfaatan kolong Flyover Summarecon ini diharapkan menjadi inspirasi bagi wilayah lain di Kota Bekasi untuk mengubah lahan tidur menjadi area produktif.
Pemkot Bekasi berkomitmen untuk terus memperbanyak ruang terbuka hijau dan sarana olahraga publik.
Punya ide lokasi lain di Bekasi yang cocok dijadikan ruang publik kreatif? Laporkan usulan Anda melalui layanan pengaduan Pemkot Bekasi atau tulis di kolom komentar RakyatBekasi.Com.
Eksplorasi konten lain dari RakyatBekasi.Com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.








































