BEKASI – Pendidikan karakter merupakan fondasi utama dalam mencetak generasi penerus bangsa yang berkualitas. Hal inilah yang menjadi fokus utama RA Bunga Bangsa, lembaga pendidikan anak usia dini yang berada di bawah naungan Yayasan Pondok Pesantren Nurul Huda Setu.
Sekolah ini terus berkomitmen menanamkan nilai-nilai kedisiplinan kepada para murid sejak usia dini. Komitmen tersebut tercermin nyata dalam aktivitas belajar mengajar sehari-hari yang berlangsung tertib, teratur, dan penuh keceriaan.
Konsistensi Jadwal dan Manajemen Waktu
Sekolah yang dipimpin oleh Ibu Silka Dewi Utami ini menerapkan standar kedisiplinan yang dimulai dari hal paling mendasar, yakni ketepatan waktu. Jadwal masuk sekolah ditetapkan secara konsisten mulai pukul 07.00 hingga 11.00 WIB.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Para murid dibiasakan untuk hadir tepat waktu sebelum bel berbunyi. Sebelum memasuki ruang kelas, siswa diajarkan untuk berbaris dengan rapi (berbanjar), memeriksa kerapian seragam, dan bersalaman dengan guru. Rutinitas ini bertujuan agar anak mengerti batasan waktu dan persiapan diri sebelum memulai aktivitas.
Membangun Fondasi Karakter Lewat Pembiasaan
Kepala RA Bunga Bangsa, Silka Dewi Utami, menegaskan bahwa pembiasaan disiplin pada usia Raudhatul Athfal (setara TK) sangat krusial. Menurutnya, usia dini adalah masa emas (golden age) untuk membentuk pola pikir dan perilaku anak.
“Disiplin bukan hanya sekadar soal datang tepat waktu, tetapi juga membiasakan anak untuk taat aturan, bertanggung jawab atas dirinya sendiri, dan belajar menghargai waktu orang lain,” ujar Silka.
Ia menambahkan, target utama dari metode ini adalah menumbuhkan kesadaran internal pada anak, sehingga mereka melakukan kebaikan bukan karena takut dimarahi, melainkan karena sudah menjadi kebiasaan.
Implementasi Disiplin dalam Aktivitas Sederhana
Selain ketepatan waktu, murid-murid RA Bunga Bangsa juga dilatih disiplin melalui kegiatan sederhana namun bermakna di dalam kelas, antara lain:
- Tanggung Jawab Barang Pribadi: Menyimpan sepatu di rak yang disediakan dan meletakkan tas pada tempatnya.
- Budaya Antre: Membiasakan budaya antre saat mencuci tangan atau mengambil air minum.
- Kemandirian: Merapikan kembali mainan dan perlengkapan belajar setelah digunakan.
Para guru di sini memegang peran vital sebagai role model atau teladan. Guru tidak hanya memberi perintah, tetapi mencontohkan perilaku disiplin tersebut agar dapat diserap secara alami (natural) oleh anak-anak.
Integrasi Nilai Keislaman dan Lingkungan Pesantren
Keunggulan lain dari sekolah ini adalah lokasinya yang strategis di lingkungan Pondok Pesantren Nurul Huda Setu. Atmosfer pesantren turut mendukung pembentukan karakter disiplin yang berpadu harmonis dengan nilai-nilai keislaman (akhlakul karimah).
Sinergi antara kurikulum akademik dan nilai agama ini diharapkan mampu membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki adab yang santun dan spiritualitas yang baik.
Dengan pembinaan yang konsisten serta kolaborasi aktif antara guru dan orang tua di rumah, RA Bunga Bangsa optimis dapat terus mencetak lulusan yang disiplin, mandiri, dan siap secara mental untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang Sekolah Dasar (SD) atau Madrasah Ibtidaiyah (MI).
Tertarik menyekolahkan buah hati Anda di lingkungan yang disiplin dan Islami? Kunjungi RA Bunga Bangsa di kompleks Yayasan Pondok Pesantren Nurul Huda Setu untuk informasi pendaftaran lebih lanjut.
Eksplorasi konten lain dari RakyatBekasi.Com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.





































