Trauma Tragedi Cimuning: Warga Desak Wali Kota Bekasi Audit SPBE Mustikasari yang Diduga Tanpa SLF

- Jurnalis

Kamis, 23 April 2026 - 13:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tampak depan fasilitas SPBE PT Pacific Sumber Segara Gas di Jalan Raya Mustikasari, Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi, Senin (20/04/2026).

Tampak depan fasilitas SPBE PT Pacific Sumber Segara Gas di Jalan Raya Mustikasari, Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi, Senin (20/04/2026).

Poin Utama:

  • ​Operasional SPBE milik PT Pacific Sumber Segara Gas berlokasi sangat dekat dengan permukiman padat penduduk di RW 09 Mustikasari.
  • ​Warga trauma dan dihantui ketakutan menyusul tragedi ledakan SPBE di Cimuning yang menewaskan 6 orang.
  • ​Masyarakat menduga kuat fasilitas seluas 8.000 meter persegi tersebut tidak memiliki Sertifikat Laik Fungsi (SLF).
  • ​Warga mendesak Pemkot Bekasi segera turun tangan mengaudit kelayakan operasional sebelum memakan korban jiwa.

​Bayang-bayang tragedi mematikan kembali menghantui warga RW 09, Kelurahan Mustikasari, Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi.

Kali ini, ancaman serupa ‘bom waktu’ datang dari Stasiun Pengisian Bahan Bakar Elpiji (SPBE) milik PT Pacific Sumber Segara Gas yang beroperasi tepat di sebelah permukiman warga.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Keselamatan ribuan nyawa kini seolah dipertaruhkan setiap hari menyusul dugaan kuat bahwa fasilitas tersebut beroperasi tanpa mengantongi Sertifikat Laik Fungsi (SLF) dari Pemkot Bekasi.

​Mengapa Warga Mustikasari Takut SPBE Meledak?

​Warga Mustikasari dihantui ketakutan mendalam akibat trauma masa lalu dari tragedi ledakan fasilitas gas di Cimuning yang merenggut enam nyawa.

Lokasi SPBE yang berdiri tegak di atas lahan seluas 8.000 meter persegi di Jalan Raya Mustikasari ini dinilai terlalu menempel dengan area tempat tinggal warga.

​”Kami sebagai warga RW 09 Kelurahan Mustikasari sangat waswas dengan keberadaan SPBE gas ini. Kami belajar dari kejadian di Cimuning yang meledak dan memakan korban jiwa,” kata Kasdi kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com di kawasan permukiman warga Mustikasari, Senin (20/04/2026).

​Menurut kacamata warga, insiden maut sebelumnya harus menjadi alarm keras bagi standar kelayakan industri gas.

Menempatkan fasilitas berisiko tinggi di tengah padatnya hunian sama saja dengan menunggu malapetaka terjadi.

​Apakah SPBE PT Pacific Sumber Segara Gas Memiliki SLF?

​Hingga saat ini, warga menduga kuat bahwa operasional perusahaan tersebut belum memenuhi standar regulasi kelayakan bangunan yang sah.

Ketiadaan SLF pada fasilitas berisiko tinggi ini merupakan pelanggaran fatal yang mengancam keselamatan lingkungan sekitarnya.

​Berdasarkan keresahan dan pantauan warga setempat, berikut adalah beberapa poin krusial yang menjadi sorotan utama:

  • ​Tata letak tangki gas dan area pengisian sangat berdempetan dengan tembok-tembok rumah warga tanpa jarak aman yang ideal.
  • ​Minimnya transparansi pihak perusahaan terkait fasilitas jaminan keamanan struktur dan sistem proteksi kebakaran (fire safety).
  • ​Dugaan kuat absennya SLF sebagai syarat mutlak beroperasinya bangunan industri di Kota Bekasi.

​Apa Tuntutan Masyarakat Terhadap Pemkot Bekasi?

​Masyarakat secara tegas mendesak Pemkot Bekasi serta memohon agar Wali Kota Bekasi segera menginstruksikan dinas terkait untuk tidak tutup mata terhadap potensi bahaya ini.

Warga menuntut dilakukannya audit kelayakan dan perizinan secara menyeluruh ke lokasi operasional SPBE tersebut.

​Lebih lanjut, operasional di fasilitas tersebut diharapkan dapat ditinjau ulang atau dihentikan sementara jika terbukti perusahaan gagal menunjukkan dokumen kelayakan yang sah.

Masyarakat Mustikajaya menegaskan tidak sudi jika kelalaian pengawasan pemerintah kembali memicu tragedi ledakan susulan di wilayah Kota Patriot.

​Kini, bola panas berada di tangan para pemangku kebijakan di Pemkot Bekasi. Apakah instansi terkait akan segera menindaklanjuti keresahan warga yang nyawanya terancam, atau kembali pasif menunggu hingga ledakan berikutnya menghiasi tajuk utama berita?

​Bagaimana pendapat Anda tentang keberadaan stasiun pengisian gas yang menempel dengan permukiman padat ini?

Tinggalkan opini Anda di kolom komentar dan bagikan berita ini untuk terus mengawal keselamatan warga! Baca juga liputan investigasi eksklusif RakyatBekasi.Com lainnya seputar kejanggalan perizinan di Kota Bekasi.

Visited 71 times, 3 visit(s) today

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemkot Bekasi Subsidi Rp3 Juta per Siswa, 56 Sekolah Swasta Kini Gratis
Pemkot Bekasi Targetkan Ganti Rugi Korban Kebakaran SPBE Cair Akhir Juni 2026
Nekat Putihkan Plat Merah, Pemkot Bekasi Siap Tarik Mobil Dinas ASN!
Menuju Porprov 2026, Gedung 6 Lantai GOR Bekasi Menanti BAST
Efisiensi APBD! Pemkot Bekasi Kaji Nasib 3.442 PPPK Paruh Waktu di 2027
Darurat DBD Kota Bekasi: 1.583 Kasus, Usia Produktif Rentan
Gawat! Ribuan Warga Kota Bekasi Terjangkit DBD, Usia Produktif Paling Terpukul
Evaluasi Haji 2027: Kemenhaj Kota Bekasi Kebut Cek Kesehatan
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Senin, 8 Juni 2026 - 11:35 WIB

Pemkot Bekasi Subsidi Rp3 Juta per Siswa, 56 Sekolah Swasta Kini Gratis

Senin, 8 Juni 2026 - 09:58 WIB

Pemkot Bekasi Targetkan Ganti Rugi Korban Kebakaran SPBE Cair Akhir Juni 2026

Senin, 8 Juni 2026 - 09:40 WIB

Nekat Putihkan Plat Merah, Pemkot Bekasi Siap Tarik Mobil Dinas ASN!

Senin, 8 Juni 2026 - 06:46 WIB

Menuju Porprov 2026, Gedung 6 Lantai GOR Bekasi Menanti BAST

Senin, 8 Juni 2026 - 05:48 WIB

Darurat DBD Kota Bekasi: 1.583 Kasus, Usia Produktif Rentan

Berita Terbaru

error: Content is protected !!
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x