Poin Utama:
- Insiden: Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menerima ancaman kekerasan menggunakan senjata tajam (sajam) dari oknum pedagang.
- Lokasi & Waktu: Kelurahan Teluk Pucung, Kecamatan Bekasi Utara, Minggu (08/02/2026) siang.
- Saksi Pejabat: Insiden terjadi di hadapan Kapolres Metro Bekasi Kota dan Dandim 0507/Bekasi.
- Status: Video kejadian viral di media sosial, belum ada keterangan resmi dari Pemkot Bekasi.
Kericuhan mewarnai kegiatan penertiban umum di wilayah Kelurahan Teluk Pucung, Kecamatan Bekasi Utara, pada Minggu (08/02/2026) siang. Dalam insiden tersebut, Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, yang memimpin langsung operasi gabungan diduga mendapat ancaman serius menggunakan senjata tajam dari salah satu oknum pedagang yang menolak ditertibkan.
Bagaimana Kronologi Kericuhan di Teluk Pucung Terjadi?
Ketegangan bermula saat rombongan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Bekasi melakukan penyisiran untuk menertibkan pedagang kaki lima dan reklame liar di sepanjang jalan utama Teluk Pucung.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Berdasarkan rekaman video yang beredar luas di media sosial, situasi memanas ketika Wali Kota Bekasi mendatangi salah satu lapak pedagang untuk memberikan imbauan pembongkaran spanduk dan reklame yang melanggar aturan.
Tiba-tiba, terjadi adu mulut antara pedagang tersebut dengan Tri Adhianto. Eskalasi konflik meningkat cepat ketika pedagang itu diduga mengacungkan senjata tajam ke arah orang nomor satu di Kota Bekasi tersebut.
Beruntung, aparat keamanan yang berada di lokasi segera bertindak sigap melerai dan mengamankan situasi sebelum terjadi kontak fisik yang membahayakan.
Siapa Saja Pejabat yang Berada di Lokasi Kejadian?
Penertiban ini merupakan operasi gabungan skala besar yang melibatkan unsur pimpinan daerah. Selain Wali Kota Bekasi, turut hadir di lokasi kejadian sejumlah pejabat tinggi keamanan wilayah, antara lain:
- Kombes Kusumo Wahyu Bintoro (Kapolres Metro Bekasi Kota)
- Kolonel Arm Krisrantau Hermawan (Dandim 0507/Bekasi) Kehadiran unsur TNI-Polri tersebut menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan agenda resmi penegakan peraturan daerah (Perda) terkait ketertiban umum di wilayah Bekasi Utara.
Apa Tanggapan Resmi Pemkot Bekasi Terkait Video Viral Ini?
Hingga berita ini diturunkan pada Minggu malam, belum ada pernyataan resmi (rilis pers) yang dikeluarkan oleh Humas Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi maupun klarifikasi langsung dari tim Wali Kota Bekasi mengenai kondisi terkini Tri Adhianto pasca-insiden.
Masyarakat dan warganet saat ini masih menunggu konfirmasi terkait langkah hukum yang akan diambil oleh Pemkot Bekasi terhadap pelaku pengancaman, mengingat tindakan tersebut dilakukan terhadap pejabat negara yang sedang bertugas. Redaksi RakyatBekasi.Com terus berupaya menghubungi pihak terkait untuk mendapatkan konfirmasi lebih lanjut.
Insiden ini menjadi catatan kelam dalam upaya penegakan ketertiban di Kota Bekasi. Keamanan para petugas di lapangan, termasuk kepala daerah, menjadi sorotan utama di tengah upaya pemerintah menata wajah kota.
Punya informasi lebih lanjut atau video terkait kejadian ini? Kirimkan laporan Anda ke redaksi RakyatBekasi.Com melalui saluran media sosial resmi kami. Mari bersama menjaga kondusivitas Kota Bekasi dengan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.



















