65 Sekolah Kosong, Minat Guru Jadi Kepala Sekolah di Bekasi Rendah: Dari 1.800 Potensi, Hanya 170 Mendaftar

- Jurnalis

Rabu, 22 Oktober 2025 - 14:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Disdik Kota Bekasi akan merger 39 SD Negeri untuk efisiensi.

Disdik Kota Bekasi akan merger 39 SD Negeri untuk efisiensi.

BEKASI — Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bekasi mengungkap fakta mengejutkan terkait regenerasi kepemimpinan di satuan pendidikan. Di tengah kebutuhan mendesak akibat 65 sekolah negeri yang mengalami kekosongan jabatan kepala sekolah, minat guru jadi kepala sekolah di Bekasi tercatat masih sangat rendah.

​Dari sekitar 1.800 tenaga pendidik (guru) yang dinilai telah memenuhi syarat dan berpotensi menjadi kepala sekolah, hanya segelintir yang mengambil langkah untuk mendaftar.

Disparitas Tajam: Potensi vs Realitas Pendaftar

​Kepala Bidang Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) pada Disdik Kota Bekasi, Wijayanti, memaparkan bahwa proses seleksi dilakukan secara terbuka dan objektif. Pihaknya telah mengidentifikasi ribuan guru yang eligible, namun responsnya di luar dugaan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​”Kurang lebih ada sebanyak 1.800 tenaga pendidik guru yang terpanggil, dan mereka sudah memenuhi syarat untuk menjadi Calon Kepala Sekolah. Tetapi, yang mendaftar hanya sekitar 170-an,” ucap Wijayanti saat dikonfirmasi Jurnalis rakyatbekasi.com melalui keterangannya, Rabu (22/10/2025).

​Ia menjelaskan, 170 pendaftar tersebut kini sedang dalam proses verifikasi administrasi sebelum melangkah ke tahap selanjutnya, yakni seleksi tes kompetensi.

​”Proseduralnya tetap harus dijalani. Karena kita tidak mungkin menunjuk si A, atau si B. Siapapun yang memenuhi syarat, silakan mendaftar,” ujarnya, menekankan mekanisme seleksi yang transparan.

Implikasi Serius: 65 Sekolah Dipimpin Plt

​Rendahnya minat ini menjadi masalah serius, sebab Disdik mencatat ada 65 sekolah negeri yang saat ini tidak memiliki kepala sekolah definitif dan terpaksa dipimpin oleh Pelaksana Tugas (Plt).

​Rincian kekosongan tersebut adalah:

  • 59 Sekolah Dasar (SD) Negeri
  • 6 Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri

​Proses seleksi dan kaderisasi ini menjadi sangat krusial untuk mengisi puluhan jabatan kosong tersebut agar manajemen sekolah dapat berjalan optimal.

Upaya Mengisi Kekosongan: Diklat BCKS Bertahap

​Sebagai langkah solusi, Disdik Kota Bekasi baru saja menyelesaikan Pendidikan dan Latihan (Diklat) Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS) Tahap 1. Namun, jumlah pesertanya masih terbatas.

​”Rangkaian Diklatnya sudah selesai, sebanyak 21 orang itu. (Terdiri dari) 20 untuk SD dan 1 untuk TK,” tutur Wijayanti.

​Ia menjelaskan alasan mengapa angkatan pertama ini hanya berjumlah 21 orang. “Karena pelaksanaan Diklat itu kan ada anggarannya. Kita kemarin dapat anggarannya dari pusat, jadi kita dikasih slot kuota hanya sebanyak itu,” jelasnya.

Seleksi Berikutnya Digelar Desember 2025

​Untuk terus mengejar kekurangan, Disdik Kota Bekasi akan kembali menyelenggarakan seleksi BCKS pada awal Desember 2025. Anggaran untuk program diklat ini rencananya akan menggunakan Anggaran Biaya Tambahan (ABT) Tahun 2025.

​Wijayanti menambahkan, 21 calon yang telah lulus pun tidak bisa langsung ditempatkan. Penempatan mereka harus menunggu proses rotasi dan mutasi yang akan berlangsung di lingkungan Pemkot Bekasi.

​”Sistemnya itu kita nunggu rotasi mutasi yang nanti akan berlangsung. Apabila seluruh proses prosedural sudah selesai, maka tahapan selanjutnya adalah tinggal menunggu penempatan,” sambungnya.

​Ia juga menyebut bahwa angka kekosongan 65 sekolah tersebut bersifat dinamis dan cenderung bertambah, “Karena kan ada yang pensiun juga pasti setiap bulannya,” pungkasnya.

Menurut Anda, mengapa minat guru untuk menjadi kepala sekolah di Bekasi tergolong rendah? Sampaikan analisis Anda di kolom komentar.


Eksplorasi konten lain dari RakyatBekasi.Com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BKD Provinsi Jawa Barat Ambil Alih Pansel, Siapa Layak Rebut Kursi Panas Sekda Kota Bekasi?
JPO Tua Membahayakan Warga, Wali Kota Bekasi Desak Swasta Terapkan Standar Keselamatan Ketat
Peran Strategis BUMD Jadi Mesin Pendapatan di Era Efisiensi Fiskal Daerah
Sempat Viral Gegara Curam, Pemkot Bekasi Paksa Pengelola JPO Tol Bekasi Barat Pasang Anak Tangga
Bidik Potensi Aset Rp83 Triliun, Pemkot Bekasi dan BPN Integrasikan Data Pertanahan Guna Dongkrak PAD
PJJ Resmi Dicabut! Wali Kota Bekasi Wajibkan Seluruh Sekolah Tatap Muka Mulai Besok
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Angkat Bicara Soal Nasib 3.442 PPPK Penuh Waktu 2027
Junaedi Pensiun Oktober, Wali Kota Bekasi Jangan Sampai “Pilih Sekda dalam Karung”!
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 15:48 WIB

BKD Provinsi Jawa Barat Ambil Alih Pansel, Siapa Layak Rebut Kursi Panas Sekda Kota Bekasi?

Kamis, 10 September 2026 - 14:55 WIB

JPO Tua Membahayakan Warga, Wali Kota Bekasi Desak Swasta Terapkan Standar Keselamatan Ketat

Kamis, 10 September 2026 - 14:31 WIB

Peran Strategis BUMD Jadi Mesin Pendapatan di Era Efisiensi Fiskal Daerah

Kamis, 10 September 2026 - 14:07 WIB

Sempat Viral Gegara Curam, Pemkot Bekasi Paksa Pengelola JPO Tol Bekasi Barat Pasang Anak Tangga

Rabu, 9 September 2026 - 18:59 WIB

Bidik Potensi Aset Rp83 Triliun, Pemkot Bekasi dan BPN Integrasikan Data Pertanahan Guna Dongkrak PAD

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari RakyatBekasi.Com

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x