BEKASI — Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bekasi mengungkap fakta mengejutkan terkait regenerasi kepemimpinan di satuan pendidikan. Di tengah kebutuhan mendesak akibat 65 sekolah negeri yang mengalami kekosongan jabatan kepala sekolah, minat guru jadi kepala sekolah di Bekasi tercatat masih sangat rendah.
Dari sekitar 1.800 tenaga pendidik (guru) yang dinilai telah memenuhi syarat dan berpotensi menjadi kepala sekolah, hanya segelintir yang mengambil langkah untuk mendaftar.
Disparitas Tajam: Potensi vs Realitas Pendaftar
Kepala Bidang Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) pada Disdik Kota Bekasi, Wijayanti, memaparkan bahwa proses seleksi dilakukan secara terbuka dan objektif. Pihaknya telah mengidentifikasi ribuan guru yang eligible, namun responsnya di luar dugaan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
”Kurang lebih ada sebanyak 1.800 tenaga pendidik guru yang terpanggil, dan mereka sudah memenuhi syarat untuk menjadi Calon Kepala Sekolah. Tetapi, yang mendaftar hanya sekitar 170-an,” ucap Wijayanti saat dikonfirmasi Jurnalis rakyatbekasi.com melalui keterangannya, Rabu (22/10/2025).
Ia menjelaskan, 170 pendaftar tersebut kini sedang dalam proses verifikasi administrasi sebelum melangkah ke tahap selanjutnya, yakni seleksi tes kompetensi.
”Proseduralnya tetap harus dijalani. Karena kita tidak mungkin menunjuk si A, atau si B. Siapapun yang memenuhi syarat, silakan mendaftar,” ujarnya, menekankan mekanisme seleksi yang transparan.
Implikasi Serius: 65 Sekolah Dipimpin Plt
Rendahnya minat ini menjadi masalah serius, sebab Disdik mencatat ada 65 sekolah negeri yang saat ini tidak memiliki kepala sekolah definitif dan terpaksa dipimpin oleh Pelaksana Tugas (Plt).
Rincian kekosongan tersebut adalah:
- 59 Sekolah Dasar (SD) Negeri
- 6 Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri
Proses seleksi dan kaderisasi ini menjadi sangat krusial untuk mengisi puluhan jabatan kosong tersebut agar manajemen sekolah dapat berjalan optimal.
Upaya Mengisi Kekosongan: Diklat BCKS Bertahap
Sebagai langkah solusi, Disdik Kota Bekasi baru saja menyelesaikan Pendidikan dan Latihan (Diklat) Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS) Tahap 1. Namun, jumlah pesertanya masih terbatas.
”Rangkaian Diklatnya sudah selesai, sebanyak 21 orang itu. (Terdiri dari) 20 untuk SD dan 1 untuk TK,” tutur Wijayanti.
Ia menjelaskan alasan mengapa angkatan pertama ini hanya berjumlah 21 orang. “Karena pelaksanaan Diklat itu kan ada anggarannya. Kita kemarin dapat anggarannya dari pusat, jadi kita dikasih slot kuota hanya sebanyak itu,” jelasnya.
Seleksi Berikutnya Digelar Desember 2025
Untuk terus mengejar kekurangan, Disdik Kota Bekasi akan kembali menyelenggarakan seleksi BCKS pada awal Desember 2025. Anggaran untuk program diklat ini rencananya akan menggunakan Anggaran Biaya Tambahan (ABT) Tahun 2025.
Wijayanti menambahkan, 21 calon yang telah lulus pun tidak bisa langsung ditempatkan. Penempatan mereka harus menunggu proses rotasi dan mutasi yang akan berlangsung di lingkungan Pemkot Bekasi.
”Sistemnya itu kita nunggu rotasi mutasi yang nanti akan berlangsung. Apabila seluruh proses prosedural sudah selesai, maka tahapan selanjutnya adalah tinggal menunggu penempatan,” sambungnya.
Ia juga menyebut bahwa angka kekosongan 65 sekolah tersebut bersifat dinamis dan cenderung bertambah, “Karena kan ada yang pensiun juga pasti setiap bulannya,” pungkasnya.
Menurut Anda, mengapa minat guru untuk menjadi kepala sekolah di Bekasi tergolong rendah? Sampaikan analisis Anda di kolom komentar.
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




















