Bulan Depan Danantara Bakal Sulap Sampah di 7 Kota Ini Jadi Energi, Termasuk Bekasi

- Jurnalis

Selasa, 30 September 2025 - 21:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kantor Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara di Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan.

Kantor Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara di Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan.

Jakarta – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) mengumumkan rencana peluncuran program strategis pengolahan sampah menjadi energi, atau yang lebih dikenal sebagai Waste to Energy (WTE), pada Oktober 2025.

Proyek ini dirancang sebagai solusi komprehensif untuk mengatasi masalah sampah perkotaan sekaligus mendukung transisi energi bersih di Indonesia.

Chief Executive Officer (CEO) Danantara, Rosan Roeslani, menyatakan bahwa inisiatif ini merupakan sebuah langkah kolaboratif berskala nasional.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Proyek ini akan melibatkan sinergi antara pemerintah daerah, kementerian kunci, BUMN, dan sektor swasta.

​”Insya Allah, kami menargetkan untuk meluncurkan program ini pada akhir bulan Oktober,” ujar Rosan Roeslani dalam konferensi pers di gedung Wisma Danantara, Jakarta, pada hari Selasa (30/09/2025).

Skema Kolaborasi dan Transparansi Proyek

Rosan menjelaskan bahwa keberhasilan proyek WTE ini sangat bergantung pada kerja sama yang solid dari berbagai pihak.

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) akan berperan dalam koordinasi dengan pemerintah daerah, sementara Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) akan memastikan seluruh proses sejalan dengan standar lingkungan yang berlaku.

​”PLN juga menjadi mitra kunci sebagai offtaker (pembeli) energi listrik yang dihasilkan. Kami juga membuka pintu seluas-luasnya bagi perusahaan swasta yang ingin terlibat,” tambahnya.

​Untuk menjamin akuntabilitas, Rosan menegaskan bahwa seluruh proses pengadaan dan pemilihan mitra akan dilakukan secara transparan melalui mekanisme tender yang terbuka untuk umum.

Tahap Awal dan Lokasi Prioritas

Proyek ambisius ini direncanakan akan mencakup total 33 kota di seluruh Indonesia. Namun, untuk tahap awal, implementasi akan difokuskan di tujuh daerah dengan volume sampah yang signifikan dan kesiapan infrastruktur yang memadai.

Tujuh Daerah Percontohan

​Berikut adalah daftar kota yang menjadi prioritas pada fase pertama:

  • ​DKI Jakarta
  • ​Bandung
  • ​Semarang
  • ​Yogyakarta
  • ​Denpasar (Bali)
  • ​Bekasi
  • ​Tangerang

​”Fokus utama kami pada tahap awal adalah Jakarta. Di Jakarta sendiri, kami merencanakan akan ada 4 hingga 5 lokasi Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) untuk menangani volume sampah ibu kota yang masif,” ucap Rosan.

Manfaat Ekonomi dan Lingkungan

Proyek WTE ini tidak hanya menawarkan solusi pengelolaan sampah, tetapi juga memberikan keuntungan ekonomi yang signifikan bagi pemerintah daerah dan masyarakat.

Salah satu terobosan utamanya adalah penghapusan tipping fee, yaitu biaya yang sebelumnya harus dibayarkan oleh pemda kepada pihak pengelola sampah.

​Dengan skema baru ini, beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dapat dialihkan untuk kebutuhan pembangunan lainnya.

Skema Tarif Listrik dan Output Energi

​BPI Danantara telah menetapkan skema tarif yang kompetitif untuk listrik yang dihasilkan dari fasilitas WTE.

​”Kami menetapkan tarif flat sebesar US$ 20 sen per kWh,” jelas Rosan.

Tarif tersebut berlaku untuk setiap fasilitas yang mampu mengolah 1.000 ton sampah per hari. Kapasitas pengolahan sebesar ini diperkirakan dapat menghasilkan energi listrik lebih dari 15 Megawatt (MW).

Jumlah energi tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan listrik sekitar 20.000 rumah tangga, sekaligus mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dan menurunkan emisi gas rumah kaca.

Pihak swasta yang berminat untuk berpartisipasi dalam proyek strategis ini diundang untuk memantau pengumuman tender resmi yang akan dirilis melalui situs web BPI Danantara.


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Libur Sekolah, Program Makan Bergizi Disetop: Hemat Rp3 Triliun!
Makan Bergizi Gratis Disetop Selama Libur Sekolah 2026, Ini Alasannya!
Pertamina Jaring 101 Pelaut Muda, Amankan Distribusi Energi
Struk Pertalite Rp18.040 Viral, Pertamina Ungkap Faktanya
Cegah Bansos Salah Sasaran, Kemensos Gunakan Teknologi GoTo
Stok Pertalite Pertamina Aman, Warga Bekasi Jangan Panik!
Siapa Berani Bantah “Nyanyian MBG” Sony Sanjaya?
Solusi Krisis Sampah, PSEL Kota Bekasi Resmi Jadi Proyek Strategis Nasional
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Kamis, 18 Juni 2026 - 20:13 WIB

Libur Sekolah, Program Makan Bergizi Disetop: Hemat Rp3 Triliun!

Kamis, 18 Juni 2026 - 19:41 WIB

Makan Bergizi Gratis Disetop Selama Libur Sekolah 2026, Ini Alasannya!

Rabu, 17 Juni 2026 - 01:00 WIB

Pertamina Jaring 101 Pelaut Muda, Amankan Distribusi Energi

Rabu, 17 Juni 2026 - 00:11 WIB

Struk Pertalite Rp18.040 Viral, Pertamina Ungkap Faktanya

Sabtu, 13 Juni 2026 - 13:50 WIB

Cegah Bansos Salah Sasaran, Kemensos Gunakan Teknologi GoTo

Berita Terbaru

Momen penyerahan secara resmi berkas SK kepengurusan kepada Muhammad Zaini (kedua dari kiri) sebagai Wakil Ketua I DPC PPP Kota Bekasi periode 2026–2031 oleh Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPP Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum yang dilangsungkan di Kantor Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPP Jawa Barat.

Politik

Sah! Gus Nawal Pimpin DPC PPP Kota Bekasi, Targetkan 6 Kursi

Kamis, 18 Jun 2026 - 14:54 WIB

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x