Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang Terjaring OTT KPK, Diduga Terima Suap Proyek

- Jurnalis

Jumat, 19 Desember 2025 - 21:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo.

​BEKASI – Gelombang pemberantasan korupsi kembali menyasar kepala daerah di Jawa Barat. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengonfirmasi telah melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Bupati Bekasi, Ade Kuswara Kunang.

​Operasi senyap yang dilakukan oleh Tim Penyidik KPK ini berlangsung pada Kamis malam (18/12/2025). Penangkapan ini diduga kuat berkaitan dengan praktik rasuah atau suap menyuap dalam pengadaan proyek infrastruktur dan pembangunan di wilayah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi.

​Kronologi Penggeledahan di Kantor Bupati

​Berdasarkan informasi yang dihimpun, tim lembaga antirasuah bergerak cepat melakukan penggeledahan di Kantor Bupati Bekasi sesaat sebelum penangkapan dilakukan. Suasana di lingkungan Pemkab Bekasi sempat tegang saat petugas KPK mengamankan sejumlah pihak.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, membenarkan adanya giat penindakan tersebut. Ia menjelaskan bahwa tim penyidik awalnya mengamankan 10 orang di lokasi kejadian. Setelah dilakukan pemeriksaan awal, tujuh orang kemudian langsung dibawa ke markas KPK di Jakarta.

​”Adapun dari 7 orang yang diamankan dan dibawa ke Gedung Merah Putih KPK, satu di antaranya adalah Penyelenggara Negara, yaitu Bupati Bekasi, dan 6 di antaranya merupakan pihak swasta,” ujar Budi kepada wartawan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Jumat (19/12/2025).

​Dugaan Suap Proyek Infrastruktur

​Fokus utama penyidikan KPK dalam OTT Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang ini adalah transaksi haram yang melibatkan proyek-proyek strategis daerah. Meski belum merinci daftar proyek yang dimaksud, KPK memastikan indikasi suap tersebut sangat kuat.

​Ketika dikonfirmasi lebih jauh mengenai motif penangkapan, Budi Prasetyo menegaskan bahwa hal ini berkaitan erat dengan pelaksanaan proyek di Kabupaten Bekasi.

​”Ini masih terus didalami, di antaranya terkait dengan proyek-proyek di Bekasi,” ucap Budi. Saat didesak apakah ini murni kasus suap proyek, ia menjawab singkat, “Iya (betul).”

​Barang Bukti Uang Tunai Ratusan Juta

​Dalam operasi tersebut, tim penyidik tidak hanya mengamankan para terduga pelaku, tetapi juga menyita sejumlah barang bukti yang memperkuat dugaan tindak pidana korupsi.

​Budi mengungkapkan bahwa tim KPK berhasil menemukan uang tunai dalam jumlah yang cukup fantastis saat operasi berlangsung.

​”Selain 7 orang yang sudah diamankan, Tim juga mengamankan dan menyita barang bukti dalam bentuk uang tunai dalam jumlah ratusan juta rupiah,” pungkasnya.

​Status Hukum Ditentukan 1×24 Jam

​Saat ini, Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang beserta enam pihak swasta lainnya tengah menjalani pemeriksaan intensif di Gedung Merah Putih KPK.

​Sesuai dengan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), KPK memiliki waktu 1×24 jam setelah penangkapan untuk menentukan status hukum para pihak yang diamankan, apakah akan ditetapkan sebagai tersangka atau tidak.

​Masyarakat Bekasi kini menanti keterangan resmi lebih lanjut dari KPK mengenai detail kasus yang menjerat orang nomor satu di Kabupaten Bekasi tersebut, yang menambah daftar panjang kepala daerah yang terjerat kasus korupsi.


Eksplorasi konten lain dari Beyond Your Local News

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Disdagperin Kota Bekasi Ajak Pelajar SMPN 5 Belajar Tawar-Menawar di Pasar Seroja
Wali Kota Bekasi Dijadwalkan Lantik Sekda Definitif Suksesor Junaedi pada 2 November 2026
Belanja Modal PC Dispora Kota Bekasi Rp71,3 Juta via E-Purchasing Disorot: Kuantitas Unit Kabur, Spek Prosesor Lawas
​Tenggat Tinggal Hitungan Hari, Proyek Rp5,6 Miliar Revitalisasi Lapangan Multiguna Bekasi Timur Baru Masuk Tahap Geotextile
Promo ‘Gajihan Sale’ Be Glow One Kangkangi Perda, Wali Kota Bekasi Didesak Evaluasi Satpol PP dan Disparbud
​Pembebasan Lahan Flyover Bulak Kapal Kota Bekasi Capai 47 Bidang, BPN Perketat Verifikasi Dokumen Warga
Puskesmas Kranji Integrasikan Tracing TBC dan Cek Kesehatan Gratis di RW 06
​Baru Capai 5,72 Persen! Pendaftaran Perlinsos Digital Kota Bekasi Capai 47 Ribu KK

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:45 WIB

Disdagperin Kota Bekasi Ajak Pelajar SMPN 5 Belajar Tawar-Menawar di Pasar Seroja

Rabu, 28 Oktober 2026 - 13:56 WIB

Wali Kota Bekasi Dijadwalkan Lantik Sekda Definitif Suksesor Junaedi pada 2 November 2026

Rabu, 28 Oktober 2026 - 11:28 WIB

Belanja Modal PC Dispora Kota Bekasi Rp71,3 Juta via E-Purchasing Disorot: Kuantitas Unit Kabur, Spek Prosesor Lawas

Rabu, 28 Oktober 2026 - 09:49 WIB

​Tenggat Tinggal Hitungan Hari, Proyek Rp5,6 Miliar Revitalisasi Lapangan Multiguna Bekasi Timur Baru Masuk Tahap Geotextile

Selasa, 27 Oktober 2026 - 17:31 WIB

​Pembebasan Lahan Flyover Bulak Kapal Kota Bekasi Capai 47 Bidang, BPN Perketat Verifikasi Dokumen Warga

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Beyond Your Local News

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x