Daftar 46 Konglomerat Borong Patriot Bonds Beredar, Imbal Hasil 2% Picu Isu ‘Asuransi Politik’

- Jurnalis

Minggu, 5 Oktober 2025 - 18:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Daftar konglomerat yang diduga mengempit Patriot Bond dari BPI Danantara. (Foto: Tangkapan layar akun Instagram @profesor_saham).

Daftar konglomerat yang diduga mengempit Patriot Bond dari BPI Danantara. (Foto: Tangkapan layar akun Instagram @profesor_saham).

JAKARTA – Publik dihebohkan oleh beredarnya daftar 46 nama konglomerat papan atas Indonesia yang disebut-sebut memborong surat utang “Patriot Bonds” senilai total Rp50 triliun. Surat utang yang diinisiasi oleh Danantara Indonesia ini menjadi sorotan tajam bukan hanya karena nama-nama besar yang terlibat, tetapi juga karena imbal hasil (yield) yang ditawarkan hanya 2%, jauh di bawah instrumen investasi pemerintah lainnya.

​Fenomena ini memicu spekulasi luas di kalangan pengamat ekonomi, yang menduga adanya motif “asuransi politik” di balik komitmen investasi para taipan tersebut. Sementara itu, Danantara Indonesia telah mengonfirmasi bahwa target dana telah tercapai, namun menyatakan daftar yang beredar bukan informasi resmi.

Daftar Konglomerat Beredar di Media Sosial

​Informasi ini pertama kali mencuat melalui unggahan akun Instagram @profesor_saham pada Selasa (30/9/2025). Dalam unggahannya, akun tersebut merilis daftar 46 pengusaha yang berkomitmen membeli Patriot Bonds dengan nilai bervariasi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Beberapa nama besar yang tercantum dengan komitmen investasi jumbo hingga Rp3 triliun antara lain Anthony Salim, Prajogo Pangestu, Sugianto Kusuma (Aguan), Franky Widjaja, Garibaldi ‘Boy’ Thohir, Edwin Soeryadjaya, Budi Hartono, dan Low Tuck Kong. Total komitmen yang tercatat dalam daftar tersebut mencapai Rp51,175 triliun, atau sedikit melampaui target (oversubscribed).

Danantara Konfirmasi Target Rp50 Triliun Tercapai

​Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia, Rosan P. Roeslani, tidak membantah secara langsung namun juga tidak mengonfirmasi kebenaran daftar nama tersebut. Namun, ia memastikan bahwa target pengumpulan dana sebesar Rp50 triliun telah berhasil dipenuhi.

​”Pokoknya sudah full, tercapai Rp50 triliun, ya. Itu yang bisa saya sampaikan,” ujar Rosan di Jakarta, dikutip pada Minggu (05/10/2025).

Fokus Pembiayaan Proyek Energi Terbarukan

​Rosan, yang juga mantan Ketua Umum Kadin Indonesia, menjelaskan bahwa dana yang terkumpul akan dialokasikan untuk membiayai proyek strategis pemerintah, terutama di sektor energi baru dan terbarukan (EBT).

​”Dana dari Patriot Bonds akan digunakan untuk membiayai proyek waste-to-energy (WTE). Program tersebut akan masuk proses tender pada akhir Oktober 2025,” imbuhnya.

Imbal Hasil Rendah Picu Spekulasi “Asuransi Politik”

​Daya tarik Patriot Bonds menjadi tanda tanya besar ketika imbal hasil yang ditawarkan hanya sebesar 2%. Angka ini sangat kontras jika dibandingkan dengan yield Surat Utang Negara (SUN) yang saat ini berada di atas 6%. Perbedaan signifikan inilah yang memicu analisis tajam dari para ekonom.

Analisis dari Ekonom CELIOS

​Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (CELIOS), Bhima Yudhistira, menyebut Patriot Bonds lebih dari sekadar instrumen investasi. Menurutnya, ini bisa berfungsi sebagai “asuransi politik” bagi para konglomerat.

​”Patriot bonds adalah asuransi politik bagi konglomerat agar tidak diganggu bisnisnya oleh pemerintah,” ungkap Bhima pada Rabu (01/10/2025).

​Bhima mengaku heran dengan animo tinggi para pengusaha terhadap surat utang berbunga rendah. “Sebenarnya kan aneh ya, mau beli surat utang imbal hasil 2 persen, padahal di pasar SBN bisa dapat 6 persen lebih. Ya apalagi kalau bukan untuk mendapat dukungan kekuasaan. Konsesi tambang, minyak, dan sawit bisa menjadi bagian kesepakatan yang tidak tertulis,” pungkasnya.

Tanggapan Resmi Danantara: Daftar Bocor Bukan Informasi Resmi

​Menanggapi kehebohan di ruang publik, pihak Danantara Indonesia akhirnya merilis keterangan resmi. Managing Director Global Relations and Governance Danantara, Mohamad Al-Arief, menegaskan bahwa informasi yang beredar liar tersebut bukanlah pengumuman resmi dari pihaknya.

​“Itu bukan informasi resmi, dan hingga saat ini tidak ada pengumuman yang dikeluarkan oleh Danantara,” kata Al-Arief dalam keterangan tertulisnya, Selasa (30/09/2025).

Skema Private Placement dan Partisipasi Sukarela

​Al-Arief menjelaskan bahwa Patriot Bonds sedang dipersiapkan melalui skema penempatan terbatas (private placement), sehingga tidak ditawarkan secara terbuka kepada publik. Ia juga menekankan bahwa partisipasi dalam instrumen ini sepenuhnya bersifat sukarela.

​“Prinsip mendasar dari Patriot Bonds adalah partisipasi sukarela dan tanggung jawab bersama. Skema ini membuka kesempatan bagi kelompok usaha untuk berkontribusi pada agenda pembangunan lintas generasi,” ucap Al-Arief.

Ikuti terus perkembangan terbaru mengenai realisasi proyek energi terbarukan dari dana Patriot Bonds dan dampaknya bagi ekonomi Indonesia.


Eksplorasi konten lain dari RakyatBekasi.Com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mengejutkan! Suara Mengguntur dari Gontor, Sindir Pejabat ‘Cari Muka’ Langsung di Depan Presiden Prabowo
Desak Kemenag Tarik Majalah MPA dan Minta Maaf Terbuka, DPP GMNI Tegaskan Bukan Underbow PKI
Kritik Keras IPPS: Ulah Arogan Seskab Teddy Indra Wijaya Usir Pejabat LRT Coreng Marwah Presiden
Skandal Suap HGB Bogor: KPK Bidik Tersangka Korporasi, Dirut PT Summarecon Agung Terseret!
OTT KPK di Kementerian ATR/BPN: Uang Rp106 Miliar Disita, Dirut Summarecon dan Pejabat BPN Bogor Jadi Tersangka
Skandal HGB Summarecon: KPK Jebloskan 8 Tersangka ke Tahanan, Ada Pejabat BPN hingga Elit Golkar!
Lawan Ketimpangan Tanah! DPP GMNI Buka Petisi Publik Desak Pengesahan RUU Reforma Agraria
OTT KPK: Menelisik Jejak Jaringan Pejabat ATR/BPN, Fahd Arafiq dan Neksus Nusron Wahid
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 13:02 WIB

Desak Kemenag Tarik Majalah MPA dan Minta Maaf Terbuka, DPP GMNI Tegaskan Bukan Underbow PKI

Sabtu, 19 September 2026 - 12:40 WIB

Kritik Keras IPPS: Ulah Arogan Seskab Teddy Indra Wijaya Usir Pejabat LRT Coreng Marwah Presiden

Rabu, 16 September 2026 - 05:06 WIB

Skandal Suap HGB Bogor: KPK Bidik Tersangka Korporasi, Dirut PT Summarecon Agung Terseret!

Rabu, 16 September 2026 - 04:34 WIB

OTT KPK di Kementerian ATR/BPN: Uang Rp106 Miliar Disita, Dirut Summarecon dan Pejabat BPN Bogor Jadi Tersangka

Selasa, 15 September 2026 - 23:03 WIB

Skandal HGB Summarecon: KPK Jebloskan 8 Tersangka ke Tahanan, Ada Pejabat BPN hingga Elit Golkar!

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari RakyatBekasi.Com

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x