Poin Utama:
- Target Penyelesaian: Konstruksi fisik JPO ditargetkan rampung dalam 2 hingga 3 bulan ke depan (April 2026).
- Lokasi Proyek: Jalan Ir. H. Juanda, Kecamatan Bekasi Timur (Depan Stasiun Bekasi).
- Konsep Terintegrasi: JPO akan terhubung langsung (direct connect) ke dalam gedung stasiun, meniadakan penyeberangan sebidang di jalan raya.
- Rekayasa Lalu Lintas: Median jalan akan dipasangi pot tanaman hias untuk mencegah penyeberangan sembarangan setelah JPO beroperasi.
Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Pemkot Bekasi resmi memulai percepatan konstruksi fisik Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Jalan Ir. H. Juanda, Bekasi Timur.
Proyek strategis ini ditargetkan rampung dalam tiga bulan ke depan guna mengurai kemacetan kronis akibat tingginya mobilitas penumpang KRL Commuter Line yang menyeberang di area tersebut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kapan Pembangunan JPO Stasiun Bekasi Selesai?
Pengerjaan fisik JPO yang sempat terkendala proses perizinan kini telah berjalan efektif sejak pertengahan Januari 2026. Pemerintah menargetkan fasilitas ini dapat digunakan penuh oleh masyarakat sebelum pertengahan tahun ini.
”Kurang lebih membutuhkan waktu 2 hingga 3 bulan proses pembangunan JPO tersebut, rampung terselesaikan,” kata Kepala DBMSDA Kota Bekasi Idi Sutanto kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com melalui keterangan tertulisnya, Selasa (27/01/2026).
Idi menjelaskan, urgensi pembangunan ini dipicu oleh tingginya volume penumpang KRL yang keluar-masuk di area Pintu Selatan stasiun. Berdasarkan hasil koordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi, titik penyeberangan di Jalan Ir. H. Juanda menjadi simpul kemacetan utama di wilayah tersebut.
Bagaimana Konsep Integrasi JPO dengan Stasiun?
Berbeda dengan JPO konvensional, desain jembatan ini dirancang untuk terintegrasi langsung dengan bangunan Stasiun Bekasi.
Hal ini bertujuan untuk sterilisasi jalan raya dari pejalan kaki demi keselamatan dan kelancaran lalu lintas.
Menurut Idi, nantinya pejalan kaki dari sisi jalan akan langsung diarahkan masuk ke area stasiun tanpa harus turun ke bahu jalan.
“Kita maunya langsung connect masuk ke Stasiun dari JPO. Jadi nanti JPO-nya itu langsung masuk ke Stasiun, jadi kedepannya sudah tidak ada lagi orang yang menyeberang lalu lalang di area Jalan Juanda,” sambungnya.
Apa Dampaknya Terhadap Lalu Lintas di Jalan Ir. H. Juanda?
Setelah konstruksi rampung, DBMSDA bersama instansi terkait akan melakukan penataan total di area pedestrian dan median jalan.
Pintu akses selatan yang ada saat ini rencananya akan ditutup atau dialihkan fungsinya agar tidak ada lagi penumpang yang memaksa menyeberang di jalan raya.
”Jadi nanti kita kasih tengahnya, mediannya kita kasih pot bunga gitu lah, biar tidak bisa dilewati lagi oleh para penumpang. Semua dibuat fokus kepada area atas JPO,” tutur Idi.
Apakah Perizinan Sudah Lengkap?
Proyek ini sebelumnya sempat tertunda karena menunggu lampu hijau dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan PT Kereta Api Indonesia (Persero). Namun, saat ini seluruh administrasi perizinan dipastikan telah rampung.
”Ijinnya sudah ada (untuk izin pembangunan JPO dari PT KAI),” tegas Wali Kota Bekasi Tri Adhianto kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com saat memberikan keterangannya, Selasa (20/01/2026).
Tri menambahkan bahwa izin kepada pihak ketiga juga telah dikantongi, sehingga fokus pemerintah daerah saat ini adalah memastikan pembangunan fisik berjalan sesuai jalur (on the track) untuk memberikan kemudahan akses bagi warga Kota Bekasi.
Dengan dimulainya pembangunan ini, masyarakat yang melintas di Jalan Ir. H. Juanda diimbau untuk lebih berhati-hati dan mematuhi rambu-rambu proyek sementara. Kehadiran JPO ini diharapkan menjadi solusi permanen atas kesemrawutan lalu lintas di jantung Kota Bekasi.
Punya keluhan terkait kemacetan atau layanan publik di sekitar Anda? Laporkan segera ke redaksi kami atau melalui layanan pengaduan Pemkot Bekasi.
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.






































