Laporan Disdamkarmat 2025:
- Total Kejadian: 314 kasus (Menurun dibanding tahun 2024 sebanyak 341 kasus).
- Penyebab Dominan: Korsleting listrik (206 kasus).
- Objek Terbanyak: Rumah tinggal (121 unit) dan tempat usaha (48 unit).
- Estimasi Aset: Kerugian Rp43,4 Miliar, namun aset senilai Rp130,7 Miliar berhasil diselamatkan.
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Bekasi merilis data akumulasi kejadian kebakaran sepanjang tahun 2025.
Tercatat, insiden si jago merah di wilayah ini mengalami penurunan menjadi 314 kasus dibandingkan tahun sebelumnya, dengan faktor pemicu utama masih didominasi oleh arus pendek atau korsleting listrik.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Bagaimana Tren Kasus Kebakaran di Kota Bekasi Tahun 2025?
Angka kejadian kebakaran di Kota Bekasi menunjukkan tren positif dengan adanya penurunan jumlah kasus.
Berdasarkan data rekapitulasi Disdamkarmat, jumlah kejadian sepanjang tahun 2025 tercatat sebanyak 314 kasus. Angka ini lebih rendah jika disandingkan dengan data tahun 2024 yang mencapai 341 kejadian.
Kepala Disdamkarmat Kota Bekasi, Abi Hurairah, menegaskan bahwa penurunan ini menunjukkan adanya peningkatan kewaspadaan di tengah masyarakat.
”Tren kejadian kebakaran di Kota Bekasi mengalami penurunan angka laporan dibanding tahun sebelumnya. Dari jumlah Tahun 2024 lalu yang mencapai 341 kejadian, sekarang mencapai 314 kejadian pada Tahun 2025,” kata Abi Hurairah kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com melalui keterangan tertulisnya, Minggu (04/01/2026).
Menurut Abi, penurunan angka ini tidak terlepas dari sosialisasi masif yang dilakukan Pemkot Bekasi serta respons cepat petugas di lapangan.
”Ini dipicu kesadaran masyarakat yang sudah mulai mewaspadai potensi kebakaran, baik yang disebabkan alat elektronik maupun lainnya. Serta kesigapan petugas di lapangan dalam merespons setiap laporan,” tambahnya.
Apa Penyebab Utama Kebakaran di Bekasi?
Korsleting listrik masih menjadi musuh utama bagi keselamatan warga Kota Bekasi. Dari total 314 kasus yang ditangani, mayoritas insiden dipicu oleh instalasi kelistrikan yang bermasalah.
Abi merincikan data penyebab kebakaran sebagai berikut:
- Korsleting Listrik: 206 laporan (Penyebab tertinggi).
- Faktor Lain-lain: Sisa laporan mencakup kebocoran gas, pembakaran sampah, dan kelalaian manusia.
Tingginya angka akibat listrik menjadi peringatan bagi warga untuk rutin memeriksa instalasi kabel di rumah maupun tempat usaha.
Objek Apa Saja yang Paling Sering Terbakar?
Berdasarkan klasifikasi objek yang terbakar, permukiman padat penduduk masih menjadi lokasi paling rentan. Data Disdamkarmat merinci jenis bangunan yang terdampak selama 2025:
- Rumah Tinggal: 121 laporan.
- Swalayan/Toko/Warung: 48 laporan.
- Pabrik/Gudang: 16 laporan.
- Lain-lain: 86 laporan (Lahan kosong, kendaraan, dll).
Berapa Nilai Kerugian dan Aset yang Terselamatkan?
Selain mendata jumlah kejadian, Disdamkarmat juga menghitung dampak ekonomi dari bencana tersebut. Sepanjang 2025, total kerugian material akibat kebakaran di Kota Bekasi mencapai Rp43,4 Miliar.
Namun, berkat respons cepat (response time) petugas pemadam kebakaran dalam melokalisir api, nilai aset yang berhasil diselamatkan jauh lebih besar.
”Harta atau aset warga yang berhasil terselamatkan mencapai Rp130,7 Miliar,” jelas Abi.
Dengan masih tingginya kasus akibat korsleting listrik, Disdamkarmat mengimbau warga Bekasi untuk menggunakan peralatan listrik berstandar SNI dan tidak menumpuk steker.
Warga Kota Bekasi yang melihat atau mengalami kondisi darurat kebakaran dapat segera menghubungi layanan gawat darurat Disdamkarmat atau Call Center 112 Pemkot Bekasi untuk penanganan segera.
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.





































