Disdamkarmat Catat 314 Kasus Kebakaran Sepanjang 2025 di Kota Bekasi

- Jurnalis

Minggu, 4 Januari 2026 - 08:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas Disdamkarmat Kota Bekasi saat berjibaku memadamkan api di salah satu lokasi kejadian di wilayah Kota Bekasi, beberapa waktu lalu.

Petugas Disdamkarmat Kota Bekasi saat berjibaku memadamkan api di salah satu lokasi kejadian di wilayah Kota Bekasi, beberapa waktu lalu.

Laporan Disdamkarmat 2025:

  • Total Kejadian: 314 kasus (Menurun dibanding tahun 2024 sebanyak 341 kasus).
  • Penyebab Dominan: Korsleting listrik (206 kasus).
  • Objek Terbanyak: Rumah tinggal (121 unit) dan tempat usaha (48 unit).
  • Estimasi Aset: Kerugian Rp43,4 Miliar, namun aset senilai Rp130,7 Miliar berhasil diselamatkan.

​Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Bekasi merilis data akumulasi kejadian kebakaran sepanjang tahun 2025.

Tercatat, insiden si jago merah di wilayah ini mengalami penurunan menjadi 314 kasus dibandingkan tahun sebelumnya, dengan faktor pemicu utama masih didominasi oleh arus pendek atau korsleting listrik.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Bagaimana Tren Kasus Kebakaran di Kota Bekasi Tahun 2025?

​Angka kejadian kebakaran di Kota Bekasi menunjukkan tren positif dengan adanya penurunan jumlah kasus.

Berdasarkan data rekapitulasi Disdamkarmat, jumlah kejadian sepanjang tahun 2025 tercatat sebanyak 314 kasus. Angka ini lebih rendah jika disandingkan dengan data tahun 2024 yang mencapai 341 kejadian.

​Kepala Disdamkarmat Kota Bekasi, Abi Hurairah, menegaskan bahwa penurunan ini menunjukkan adanya peningkatan kewaspadaan di tengah masyarakat.

​”Tren kejadian kebakaran di Kota Bekasi mengalami penurunan angka laporan dibanding tahun sebelumnya. Dari jumlah Tahun 2024 lalu yang mencapai 341 kejadian, sekarang mencapai 314 kejadian pada Tahun 2025,” kata Abi Hurairah kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com melalui keterangan tertulisnya, Minggu (04/01/2026).

​Menurut Abi, penurunan angka ini tidak terlepas dari sosialisasi masif yang dilakukan Pemkot Bekasi serta respons cepat petugas di lapangan.

​”Ini dipicu kesadaran masyarakat yang sudah mulai mewaspadai potensi kebakaran, baik yang disebabkan alat elektronik maupun lainnya. Serta kesigapan petugas di lapangan dalam merespons setiap laporan,” tambahnya.

​Apa Penyebab Utama Kebakaran di Bekasi?

​Korsleting listrik masih menjadi musuh utama bagi keselamatan warga Kota Bekasi. Dari total 314 kasus yang ditangani, mayoritas insiden dipicu oleh instalasi kelistrikan yang bermasalah.

​Abi merincikan data penyebab kebakaran sebagai berikut:

  • Korsleting Listrik: 206 laporan (Penyebab tertinggi).
  • Faktor Lain-lain: Sisa laporan mencakup kebocoran gas, pembakaran sampah, dan kelalaian manusia.

​Tingginya angka akibat listrik menjadi peringatan bagi warga untuk rutin memeriksa instalasi kabel di rumah maupun tempat usaha.

​Objek Apa Saja yang Paling Sering Terbakar?

​Berdasarkan klasifikasi objek yang terbakar, permukiman padat penduduk masih menjadi lokasi paling rentan. Data Disdamkarmat merinci jenis bangunan yang terdampak selama 2025:

  • Rumah Tinggal: 121 laporan.
  • Swalayan/Toko/Warung: 48 laporan.
  • Pabrik/Gudang: 16 laporan.
  • Lain-lain: 86 laporan (Lahan kosong, kendaraan, dll).

​Berapa Nilai Kerugian dan Aset yang Terselamatkan?

​Selain mendata jumlah kejadian, Disdamkarmat juga menghitung dampak ekonomi dari bencana tersebut. Sepanjang 2025, total kerugian material akibat kebakaran di Kota Bekasi mencapai Rp43,4 Miliar.

​Namun, berkat respons cepat (response time) petugas pemadam kebakaran dalam melokalisir api, nilai aset yang berhasil diselamatkan jauh lebih besar.

​”Harta atau aset warga yang berhasil terselamatkan mencapai Rp130,7 Miliar,” jelas Abi.

​Dengan masih tingginya kasus akibat korsleting listrik, Disdamkarmat mengimbau warga Bekasi untuk menggunakan peralatan listrik berstandar SNI dan tidak menumpuk steker.

​Warga Kota Bekasi yang melihat atau mengalami kondisi darurat kebakaran dapat segera menghubungi layanan gawat darurat Disdamkarmat atau Call Center 112 Pemkot Bekasi untuk penanganan segera.

Visited 102 times, 1 visit(s) today


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sambut 1 Muharram 1448 H, RW 015 Bekasi Jaya dan PMI Sukses Gelar Donor Darah
Lamban! Baru 68 dari 1.020 RW Bekasi Cairkan Dana Hibah
Karto Jadi Staf Ahli, 3 Open Bidding Kota Bekasi ‘Menggantung’?
Antisipasi Kebakaran Musim Kemarau, Disdamkarmat Kota Bekasi Tingkatkan Pengawasan TPA dan TPST
Terkait Usulan CFD di Alun-alun M Hasibuan, Wali Kota Bekasi Bilang Begini
Jelang Ground Breaking, Pemkot Bekasi Klaim Pembebasan Lahan Utama PSEL Tuntas
​Nasi Cadong dan HP di Lapas Bekasi, Aktivis: Ini Bom Waktu!
Harumkan Bekasi, Bocah Rawalumbu Rebut Mahkota Juara Umum Puteri Anak Jawa Barat 2026
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Selasa, 16 Juni 2026 - 22:35 WIB

Sambut 1 Muharram 1448 H, RW 015 Bekasi Jaya dan PMI Sukses Gelar Donor Darah

Selasa, 16 Juni 2026 - 17:11 WIB

Lamban! Baru 68 dari 1.020 RW Bekasi Cairkan Dana Hibah

Senin, 15 Juni 2026 - 17:02 WIB

Karto Jadi Staf Ahli, 3 Open Bidding Kota Bekasi ‘Menggantung’?

Senin, 15 Juni 2026 - 13:14 WIB

Antisipasi Kebakaran Musim Kemarau, Disdamkarmat Kota Bekasi Tingkatkan Pengawasan TPA dan TPST

Senin, 15 Juni 2026 - 12:29 WIB

Terkait Usulan CFD di Alun-alun M Hasibuan, Wali Kota Bekasi Bilang Begini

Berita Terbaru

Suasana pelaksanaan Seleksi Tulis Beasiswa Calon Pelaut Pertamina Patra Niaga yang diikuti oleh puluhan kandidat saat mengerjakan ujian psikotes dan kemampuan bahasa berbasis digital di Semarang, pada 9 hingga 11 Juni 2026.

Nasional

Pertamina Jaring 101 Pelaut Muda, Amankan Distribusi Energi

Rabu, 17 Jun 2026 - 01:00 WIB

Seorang petugas SPBU Pertamina tengah melayani pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) ke kendaraan konsumen. PT Pertamina Patra Niaga mengklarifikasi bahwa angka Rp18.040 per liter pada struk viral adalah harga keekonomian murni, sementara masyarakat tetap membeli dengan harga subsidi yang ditetapkan Pemerintah. (Foto: Dok. Pertamina)

Nasional

Struk Pertalite Rp18.040 Viral, Pertamina Ungkap Faktanya

Rabu, 17 Jun 2026 - 00:11 WIB

Ketua Komisi I DPRD Kota Bekasi, Murfati Lidianto.

Parlementaria

Komisi I DPRD Kota Bekasi Siap Kawal Nasib 3.442 PPPK Paruh Waktu

Selasa, 16 Jun 2026 - 22:12 WIB

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x