Disdik Kota Bekasi Keluhkan Fenomena PPPK Enggan Mengajar di Sekolah Negeri

- Jurnalis

Rabu, 14 Januari 2026 - 10:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi guru sedang mengajar di kelas.

Ilustrasi guru sedang mengajar di kelas.

Poin Utama:

  • Krisis SDM: Kota Bekasi mengalami kekurangan 2.500 guru untuk jenjang TK, SD, dan SMP Negeri.
  • Penyebab Utama: Gelombang pensiun dan fenomena Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang menolak tugas mengajar meski berkualifikasi linear.
  • Beban Kerja: Akibat kekurangan personel, guru existing terpaksa mengajar hingga 40 jam per minggu (di atas standar 24-36 jam).
  • Solusi: Disdik mengusulkan formasi PPPK Paruh Waktu dan mengizinkan sekolah merekrut tenaga honorer menggunakan Dana BOS.

​Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bekasi tengah menghadapi tantangan serius terkait ketersediaan Sumber Daya Manusia (SDM) di sektor pendidikan.

Saat ini, tercatat kekurangan tenaga pengajar mencapai 2.500 orang untuk jenjang TK, SD, dan SMP Negeri, yang diperparah oleh fenomena pegawai berstatus PPPK yang enggan ditempatkan sebagai guru pengajar.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Mengapa Kota Bekasi Kekurangan Ribuan Guru?

​Masalah kekurangan guru di Kota Bekasi dipicu oleh dua faktor utama, yakni gelombang pensiun dan ketidaksesuaian penempatan minat SDM.

Kepala Bidang (Kabid) Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) Disdik Kota Bekasi, Wijayanti, mengungkapkan bahwa banyak pegawai yang telah diangkat menjadi PPPK justru memilih posisi Tenaga Kependidikan (Tendik/Administrasi) ketimbang menjadi guru, meskipun ijazah mereka linear dengan profesi guru.

​”Namun, ada sebagian dari mereka yang masih dengan kesadaran penuh dan memang punya panggilan jiwa untuk mengajar masih ada. Tetapi, ada juga yang setelah mereka diangkat menjadi PPPK dan berstatus sebagai Tendik, tetapi engga mau mengajar,” kata Wijayanti kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com melalui keterangan tertulisnya, Rabu (14/01/2026).

​Kondisi ini menyulitkan pihak dinas untuk melakukan penataan, mengingat keputusan untuk mengajar kembali pada kesediaan personal masing-masing pegawai.

​Berapa Data Guru Pensiun dan Formasi PPPK Saat Ini?

​Disdik Kota Bekasi mencatat pada tahun lalu terdapat 280 tenaga pendidik (Guru dan Kepala Sekolah) yang memasuki masa purnabakti.

Angka ini diprediksi akan bertambah dengan estimasi 300 tenaga pendidik pensiun pada tahun 2026 dan 2027 mendatang.

​Sementara itu, berikut adalah data ketersediaan PPPK berdasarkan laporan SDM Disdik Kota Bekasi:

  • PPPK Murni Tahap 1 Tahun 2025 (Total 2.197 Formasi):
    • ​Guru: 1.002 Formasi
    • ​Tendik Non Guru: 1.195 Formasi
  • PPPK Paruh Waktu (Total 1.097 Formasi):
    • ​Guru: 322 Formasi
    • ​Tendik Non Guru: 775 Formasi

​Apa Dampak Kekurangan Guru bagi Jam Kerja Pengajar?

​Dampak langsung dari ketimpangan jumlah guru ini dirasakan oleh para pengajar yang masih aktif. Mereka terpaksa menanggung beban kerja berlebih (overtime) demi menutupi kekosongan jam pelajaran di sekolah.

​”Karena masih banyak guru yang mengajar secara over time, yang seharusnya mengajar sepekan itu antara 24 sampai 36 jam, justru mereka ada yang 40 jam dalam seminggu,” jelas Wijayanti.

​Bagaimana Solusi Disdik Mengatasi Krisis Pengajar?

​Sebagai langkah antisipasi, Pemkot Bekasi melalui Disdik merancang dua strategi utama. Pertama, mengusulkan perencanaan pengangkatan PPPK Paruh Waktu yang difokuskan untuk menambal kekurangan guru, meskipun saat ini masih dalam tahap perancangan formasi.

​Kedua, Disdik memberikan opsi kepada sekolah untuk memberdayakan guru honorer dengan pembiayaan melalui Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Namun, opsi ini memiliki syarat ketat sesuai petunjuk teknis (juknis) BOS Pusat.

​”Secara legal itu masih diperkenankan. BOS Pusat memperkenankan kita membayar honorer dengan syarat salah satunya adalah dia non-ASN, memiliki NUPTK, dan belum disertifikasi,” tutur Wijayanti.

​Wijayanti menambahkan, kemampuan sekolah merekrut guru honorer sangat bergantung pada jumlah siswa, karena hal tersebut menentukan besaran Dana BOS yang diterima. Sekolah dengan jumlah murid sedikit akan kesulitan membayar honorer tambahan karena keterbatasan anggaran.

​”Kalau muridnya sedikit, kekurangan guru misalnya lebih dari dua orang kan agak kesulitan juga, mau dibayar berapa? Karena kan BOS-nya juga kecil,” pungkasnya.

Apakah sekolah anak Anda di wilayah Bekasi mengalami kekosongan guru atau jam pelajaran kosong? Laporkan pantauan Anda kepada redaksi kami atau melalui kanal pengaduan resmi Pemkot Bekasi.


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polisi Bekuk Sejoli Pembuang Bayi di Apartemen Mutiara Bekasi
GMNI Kritik Keras Wali Kota Jaktim Soal Polusi Udara di Kawasan Industri Pulogadung
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Resmikan Jembatan Melengkung Wisata Air Kalimalang
Tolak Operasional Bus Trans Bekasi Keren, Sopir Angkot Blokade Jalan Ahmad Yani
Resmi Mengaspal, Pemkot Bekasi Gratiskan Trans Beken Selama Sebulan
Wali Kota Tri Adhianto Resmikan Bus Trans Bekasi Keren Rute Harapan Indah-Terminal Induk
Markus Gea Soroti Dampak Dualisme Tinju Amatir Indonesia
Wali Kota Bekasi Pastikan Layanan Kesehatan Gratis Cukup Pakai KTP

Berita Terkait

Selasa, 10 Februari 2026 - 18:45 WIB

Polisi Bekuk Sejoli Pembuang Bayi di Apartemen Mutiara Bekasi

Selasa, 10 Februari 2026 - 16:20 WIB

GMNI Kritik Keras Wali Kota Jaktim Soal Polusi Udara di Kawasan Industri Pulogadung

Selasa, 10 Februari 2026 - 13:04 WIB

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Resmikan Jembatan Melengkung Wisata Air Kalimalang

Selasa, 10 Februari 2026 - 11:58 WIB

Tolak Operasional Bus Trans Bekasi Keren, Sopir Angkot Blokade Jalan Ahmad Yani

Selasa, 10 Februari 2026 - 11:23 WIB

Wali Kota Tri Adhianto Resmikan Bus Trans Bekasi Keren Rute Harapan Indah-Terminal Induk

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca