Poin Utama:
- Lokasi Proyek: Akses Gerbang Selatan Grand Galaxy City, Kecamatan Bekasi Selatan.
- Jenis Pekerjaan: Pembangunan Retaining Wall (Oprit) setinggi 1,5 meter untuk pengendalian banjir.
- Jadwal Tahap 1: 5 Januari s.d. 18 Januari 2026 (Sisi Barat).
- Jadwal Tahap 2: 19 Januari s.d. 1 Februari 2026.
Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi resmi memberlakukan manajemen rekayasa lalu lintas dengan skema lawan arus (contraflow) di kawasan Grand Galaxy City, Kecamatan Bekasi Selatan.
Langkah ini diambil menyusul dimulainya pengerjaan proyek pembangunan dinding penahan tanah (retaining wall) di area Gerbang Selatan kawasan tersebut yang diproyeksikan berlangsung hingga awal Februari 2026.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Mengapa Ada Rekayasa Lalu Lintas di Grand Galaxy City?
Rekayasa lalu lintas ini diberlakukan karena adanya urgensi pembangunan infrastruktur pengendali banjir di kawasan strategis tersebut.
Kepala Dishub Kota Bekasi, Zeno Bachtiar, menjelaskan bahwa pekerjaan fisik yang dilakukan berupa pembangunan oprit setinggi 1,5 meter pada akses Gerbang Selatan.
Peninggian struktur ini diharapkan mampu menahan limpasan air yang kerap menggenangi area Galaxy saat curah hujan tinggi.
”Untuk membantu penyelesaian pekerjaan tersebut akan dilakukan manajemen dan rekayasa lalu lintas dengan skema contraflow pada segmen 1 dan 2,” kata Kepala Dishub Kota Bekasi, Zeno Bachtiar, kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com melalui keterangan tertulisnya, Senin (12/01/2026).
Penerapan contraflow dinilai sebagai solusi paling efektif untuk tetap mengakomodir mobilitas warga di tengah penyempitan lajur akibat material dan alat berat proyek.
Kapan Jadwal Contraflow dan Pengerjaan Proyek Berlangsung?
Pengguna jalan yang melintas di kawasan Bekasi Selatan diimbau untuk mencatat jadwal pengerjaan agar dapat mengantisipasi waktu perjalanan. Berdasarkan data Dishub Kota Bekasi, proyek ini dibagi menjadi dua tahap krusial:
- Tahap Pertama: Fokus pada jalur sisi barat, dimulai sejak 5 Januari hingga 18 Januari 2026.
- Tahap Kedua: Dilanjutkan pada sisi sebaliknya mulai 19 Januari hingga 1 Februari 2026.
Selama periode tersebut, skema lalu lintas akan menyesuaikan dengan titik pengerjaan aktif untuk meminimalisir penumpukan kendaraan total (gridlock).
Bagaimana Upaya Dishub Mengurai Kemacetan di Jam Sibuk?
Menyadari tingginya volume kendaraan di Grand Galaxy City, khususnya pada jam berangkat dan pulang kerja, Dishub Kota Bekasi tidak hanya mengandalkan rambu petunjuk. Personel lapangan telah diterjunkan secara khusus untuk mengatur ritme lalu lintas di titik-titik krusial pertemuan arus (crossing).
Zeno memastikan pihaknya menyiagakan petugas piket untuk melakukan penguraian mobilitas kendaraan bermotor secara manual jika terjadi kepadatan ekstrem.
”Dengan 3 sampai 4 petugas disiagakan pada waktu-waktu sibuk, seperti pagi dan sore hari demi kelancaran arus lalin berjalan baik dan lancar selama pengerjaan proyek berlangsung,” pungkasnya.
Masyarakat diimbau untuk mematuhi arahan petugas di lapangan dan mengurangi kecepatan saat melintasi area proyek demi keselamatan bersama.
Pengendara juga disarankan mencari jalur alternatif jika ingin menghindari potensi antrean kendaraan di gerbang selatan.
Punya keluhan terkait kemacetan atau layanan publik di Kota Bekasi? Sampaikan laporan Anda kepada Redaksi RakyatBekasi.Com.
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


















