Poin Utama:
- Lokasi Proyek: Pembangunan JPO berlangsung di seberang Stasiun Bekasi, Jalan Ir. H. Juanda.
- Durasi Pengerjaan: Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) mengestimasi pekerjaan fisik memakan waktu 2 hingga 3 bulan.
- Dampak Lalu Lintas: Akan terjadi penyempitan lajur akibat pemasangan pagar seng proyek, sehingga Dishub menyiapkan personel tambahan untuk pengaturan arus.
- Status Terkini: Saat ini masih dalam tahap pra-konstruksi, rekayasa lalu lintas penuh belum diterapkan.
Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi tengah mematangkan skema Manajemen Rekayasa Lalu Lintas (Lalin) di sepanjang Jalan Ir. H. Juanda, Bekasi Timur.
Langkah ini diambil menyusul dimulainya pekerjaan fisik pembangunan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di area Stasiun Bekasi yang diprediksi akan memicu kepadatan kendaraan selama tiga bulan ke depan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kapan Rekayasa Lalu Lintas di Stasiun Bekasi Diterapkan?
Penerapan rekayasa lalu lintas akan dilakukan secara bertahap menyesuaikan progres fisik di lapangan. Kepala Dishub Kota Bekasi, Zeno Bachtiar, menjelaskan bahwa saat ini kondisi lalu lintas masih berjalan normal karena proyek baru memasuki tahap awal.
”Adapun penyesuaian tersebut, dari Masa Konstruksi, Pra Konstruksi dan Pasca Konstruksi. Kalau masa Pra Konstruksi hari ini masih berlangsung normal, dan belum ada penerapan Manajemen Rekayasa Lalin,” kata Zeno Bachtiar kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com melalui keterangan tertulisnya, dikutip Minggu (01/02/2026).
Zeno menegaskan, intervensi penuh dari petugas Dishub akan dimulai saat kontraktor dari DBMSDA Kota Bekasi mulai melakukan pembatasan area fisik secara signifikan.
Apa Dampak Pembangunan Terhadap Arus Kendaraan?
Pembangunan JPO ini dipastikan akan memakan sebagian badan jalan, yang berpotensi menimbulkan penyempitan lajur (bottle neck) di jalur vital Kota Bekasi tersebut. Dishub memprediksi kepadatan akan meningkat mengingat Jalan Ir. H. Juanda merupakan akses utama bagi warga dari arah Bekasi Timur dan Tambun menuju pusat kota.
”Dengan pembatasan fisik seperti dengan pemasangan pagar-pagar seng, kita akan menyesuaikan untuk kebutuhan penyesuaian butir-butir anggota di lapangan maupun penguatan anggota,” jelas Zeno.
Penambahan personel akan diprioritaskan pada jam-jam sibuk (peak hours), yakni pagi hari saat keberangkatan kerja dan sore hari saat kepulangan, di mana volume kendaraan mencapai puncaknya.
Berapa Lama Proyek JPO Berlangsung?
Berdasarkan laporan dari DBMSDA Kota Bekasi, proyek strategis ini telah dimulai sejak pekan lalu. Secara teknis, pekerjaan konstruksi utama diperkirakan membutuhkan waktu:
- Estimasi pengerjaan: 2 hingga 3 bulan.
- Tahapan: Persiapan, konstruksi fisik (pemasangan tiang pancang/struktur), dan penyelesaian akhir (finishing).
Dishub Kota Bekasi mengimbau para pengguna jalan untuk tetap mematuhi rambu-rambu sementara yang akan dipasang dan mengikuti arahan petugas di lapangan demi keselamatan bersama.
Pemkot Bekasi berharap pembangunan fasilitas JPO ini nantinya dapat memberikan kenyamanan dan keamanan bagi para pejalan kaki serta pengguna Commuter Line yang melintas di area padat tersebut.
Punya informasi terkait kemacetan atau keluhan layanan publik di sekitar Anda? Laporkan segera ke Redaksi RakyatBekasi.Com.
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.







































