Dugaan Malapraktik RS EMC Pekayon, Dinkes Kota Bekasi Panggil Manajemen Buntut Pasien Koma ‘Diminta Pulang’

- Jurnalis

Senin, 8 September 2025 - 11:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinkes Kota Bekasi, drh. Satia Sriwijayanti Anggraini, M.M.

Kepala Dinkes Kota Bekasi, drh. Satia Sriwijayanti Anggraini, M.M.

BEKASI – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi mengambil langkah tegas dengan memanggil manajemen RS EMC Pekayon pada hari ini, Senin (08/09/2025).

Pemanggilan ini dilakukan untuk menelusuri dugaan malpraktik terhadap seorang pasien lansia yang dilaporkan dalam kondisi koma namun diminta untuk segera dipulangkan atau dirujuk ke fasilitas kesehatan lain.

​Kasus ini mencuat dan menarik perhatian publik, mendorong Dinkes untuk segera melakukan klarifikasi guna mendapatkan gambaran utuh mengenai peristiwa yang terjadi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Dinkes Kota Bekasi, dr. Satia Sriwijayanti Anggraini, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menjadwalkan pertemuan dengan tim dari rumah sakit tersebut untuk meminta keterangan langsung.

“Hari ini kita panggil tim dari rumah sakitnya (EMC) untuk klarifikasi. Jadi, kita harus mendengarkan dari kedua belah pihak, siang ini kita panggil,” ujar drh. Satia saat ditemui di Gedung Plaza Pemkot Bekasi.

Fokus Klarifikasi untuk Hindari Miskomunikasi

Menurut drh. Satia, tujuan utama pemanggilan ini adalah untuk melakukan verifikasi silang (kroscek) atas informasi yang beredar dengan fakta penanganan medis yang diberikan oleh pihak rumah sakit.

Langkah ini penting untuk memastikan tidak terjadi kesalahpahaman informasi dan menjaga objektivitas.

​”Hari ini kita melakukan klarifikasi karena tidak boleh kita mendengar hanya dari satu pihak. Kita akan tanya prosesnya bagaimana untuk melakukan kroscek lanjutan,” sambungnya.

​Pihak Dinkes akan mendalami kronologi penanganan pasien sejak awal masuk hingga munculnya laporan dugaan penelantaran tersebut.

Kondisi Pasien dan Potensi Kelalaian

​Berdasarkan informasi awal yang diterima Dinkes, pasien tersebut merupakan seorang lansia yang didiagnosis menderita pendarahan di otak. Pasien mulai menjalani perawatan di RS EMC Pekayon sejak 25 Agustus 2025.

“Jadi, kasus pasien memang mengalami pendarahan di otak dan kondisinya memang sudah masuk dalam usia lansia. Sebetulnya sudah dilakukan penanganan, mungkin salahnya ada pada komunikasi yang buruk,” jelas drh. Satia.

​Hasil dari pertemuan hari ini akan menjadi penentu apakah terdapat unsur keteledoran ataupun kelalaian medis dalam penanganan pasien tersebut.

Ancaman Sanksi dan Penegakan Hak Pasien

​Dinkes Kota Bekasi menegaskan bahwa setiap fasilitas kesehatan memiliki kewajiban untuk memberikan pelayanan maksimal tanpa diskriminasi. Hal ini sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan.

​”Setiap masyarakat melalui UU Kesehatan berhak mendapatkan pelayanan secara maksimal. Jika terbukti ada pelanggaran, sanksi administrasi sudah diatur dari undang-undang. Jadi, setiap rumah sakit wajib memberikan pelayanan yang efektif dan efisien tanpa diskriminatif,” pungkasnya.

Dinkes akan menunggu hasil klarifikasi dari RS EMC Pekayon sebelum mengambil langkah lebih lanjut, termasuk kemungkinan pemberian sanksi jika ditemukan bukti pelanggaran prosedur.

Visited 1099 times, 2 visit(s) today

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Venue Porprov Jabar 2026 di Kota Bekasi 98% Siap
Ustadz Abu Fayadh: Ini Lima Cara Konkret Warga Bekasi Bela Palestina
Jelang Ground Breaking PSEL Sumurbatu, Pemkot Bekasi Kembangkan Teknologi Pirolisis
7 Tahun Mangkrak! Pedagang Pasar Kranji Laporkan Pemkot Bekasi dan PT ABB ke Kejagung RI
Waspadai Dampak Kemarau Kering, BPBD Kota Bekasi Imbau Warga Tak Boros Air
Pemkot Bekasi Jamin Kejelasan Nasib 3.442 PPPK Paruh Waktu, Skema Pengangkatan Dikebut Tahun Ini
6.000 LGBT di Kota Bekasi: MUI Desak Pemkot Bertindak Tegas
PSEL Sumurbatu Masuk Tahap Realisasi, Ground Breaking Dijadwalkan 8 Juli 2026
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 17:57 WIB

Venue Porprov Jabar 2026 di Kota Bekasi 98% Siap

Rabu, 10 Juni 2026 - 17:09 WIB

Ustadz Abu Fayadh: Ini Lima Cara Konkret Warga Bekasi Bela Palestina

Rabu, 10 Juni 2026 - 15:04 WIB

7 Tahun Mangkrak! Pedagang Pasar Kranji Laporkan Pemkot Bekasi dan PT ABB ke Kejagung RI

Rabu, 10 Juni 2026 - 10:00 WIB

Waspadai Dampak Kemarau Kering, BPBD Kota Bekasi Imbau Warga Tak Boros Air

Rabu, 10 Juni 2026 - 08:46 WIB

Pemkot Bekasi Jamin Kejelasan Nasib 3.442 PPPK Paruh Waktu, Skema Pengangkatan Dikebut Tahun Ini

Berita Terbaru

Tanggul tak berizin Grand Galaxy City.

Parlementaria

DPRD Desak Pemkot Bekasi Bongkar Paksa Tanggul Grand Galaxy City

Rabu, 10 Jun 2026 - 20:27 WIB

Ilustrasi. (Nano Banana Pro2)

Bekasi

Venue Porprov Jabar 2026 di Kota Bekasi 98% Siap

Rabu, 10 Jun 2026 - 17:57 WIB

error: Content is protected !!
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x