Kota Bekasi resmi menjadi tuan rumah penyelenggaraan Babak Kualifikasi (BK) Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat 2026 untuk Cabang Olahraga (Cabor) Bola Voli Wilayah 2.
Ajang yang digelar di GOR Terpadu Kota Bekasi ini menjadi ujian perdana bagi fasilitas olahraga yang baru selesai dibangun tersebut.
Acara kualifikasi ini diikuti oleh enam kontingen dari berbagai daerah di Jawa Barat, yaitu Kota Depok, Kota Cirebon, Kabupaten Indramayu, Kota Banjar, Kabupaten Ciamis, dan Kabupaten Sukabumi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Mereka akan bersaing ketat untuk memperebutkan satu tiket menuju putaran final Porprov Jabar 2026.
Ujian Kesiapan Sebagai Tuan Rumah Porprov 2026
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, yang turut hadir dalam pembukaan acara pada Senin (11/08/2025), mengungkapkan rasa bangganya.
Menurutnya, penyelenggaraan BK ini merupakan momentum kebangkitan olahraga sekaligus bukti kesiapan Kota Bekasi sebagai tuan rumah utama Porprov Jabar 2026.
“Ini adalah suatu kebangkitan. Keberadaan GOR yang baru, terutama untuk bola voli, disambut sangat baik dengan digelarnya BK Porprov Jabar di sini,” ujar Tri Adhianto.
Ia menambahkan, ajang ini menjadi pemanasan penting untuk mengukur kesiapan infrastruktur dan panitia penyelenggara.
“Ini adalah momentum kita untuk menunjukkan kesiapan sebagai tuan rumah. Kami berharap ada dukungan penuh dari orang tua, warga masyarakat, dan dunia usaha untuk bersama-sama memajukan olahraga bola voli di Kota Bekasi,” sambungnya.
Catatan Kritis dari PBVSI: AC dan Lampu Jadi PR Utama
Meskipun mendapat pujian, kondisi GOR Terpadu tak luput dari catatan kritis.
Ketua Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Kota Bekasi, Anton, menyebut ada beberapa aspek teknis vital yang harus segera dibenahi untuk kenyamanan dan keselamatan atlet.
“Untuk venue, GOR ini termasuk yang paling bagus di Jawa Barat. Namun, masih ada kekurangan yang harus segera dipenuhi, terutama sirkulasi udara. Teman-teman atlet dan penonton mungkin merasakan suasana yang masih gerah atau panas di dalam,” kata Anton.
Selain sirkulasi udara, Anton juga menyoroti kualitas pencahayaan di dalam arena pertandingan.
“Catatan lainnya adalah lampu sorot. Saat ini pencahayaan terasa agak sedikit buram. Kami sudah meminta agar spesifikasi lampu ini ditingkatkan supaya pencahayaan menjadi lebih terang dan merata, sesuai standar pertandingan profesional,” jelasnya.
Respons Cepat Pemerintah Kota
Menanggapi catatan tersebut, Anton mengaku pihaknya telah berkoordinasi langsung dengan Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Disperkimtan) Kota Bekasi selaku penanggung jawab gedung.
“Kami sudah sampaikan catatan ini, dan responsnya positif. Insyaallah, Disperkimtan akan segera mengganti pendingin ruangan (AC) yang ada dan memenuhi permintaan terkait lampu sorot. Ini penting agar venue kita benar-benar siap untuk Porprov nanti,” pungkasnya.
Penyelenggaraan babak kualifikasi ini menjadi ajang pembuktian sekaligus evaluasi penting bagi Kota Bekasi untuk berbenah demi kesuksesan perhelatan akbar Porprov Jawa Barat 2026.
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.



































