BEKASI – Suasana penuh semarak dan kebersamaan menyelimuti pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-XXVII tingkat Kota Bekasi, Selasa (23/09/2025). Berpusat di Yayasan Fisabilillah, Kecamatan Pondok Melati, acara ini tidak hanya menjadi panggung bagi para qori dan qoriah, tetapi juga etalase kerukunan umat beragama yang menginspirasi.
Acara dibuka secara resmi oleh Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, yang didampingi oleh Wakil Wali Kota, Harris Bobihoe. Turut hadir jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bekasi, serta ribuan warga yang antusias menyaksikan prosesi pembukaan.
Simbol Kerukunan yang Menggetarkan
Daya tarik utama dalam pembukaan MTQ kali ini adalah pawai ta’aruf yang diikuti lebih dari 2.000 peserta. Bukan sekadar iring-iringan kafilah dari berbagai kecamatan, pawai ini menjadi istimewa berkat partisipasi aktif dari para tokoh dan perwakilan umat Nasrani, Katolik, Hindu, dan Buddha.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Camat Pondok Melati, Heryanto, mengungkapkan kebanggaannya atas pemandangan yang menunjukkan wajah asli Kota Bekasi sebagai kota toleran.
“Fakta ini membuktikan bahwa Pondok Melati adalah salah satu kawasan di Bekasi yang rukun dan harmonis dalam kehidupan beragama. Partisipasi aktif mereka bukan hanya sebagai simbol, tetapi bukti nyata kebersamaan,” ujar Heryanto kepada awak media.
Ia menambahkan, pemandangan ini menegaskan citra positif Pondok Melati yang kerukunannya pernah menjadi sorotan di tingkat nasional dan internasional.
MTQ: Ajang Cetak Generasi Qur’ani dan Perkokoh Persaudaraan
Dalam sambutannya, Wali Kota Tri Adhianto menekankan bahwa esensi MTQ jauh melampaui sebuah kompetisi. Menurutnya, ajang ini merupakan momentum strategis untuk menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an dan memperkuat ikatan sosial.
“MTQ adalah ajang untuk melahirkan generasi Qur’ani yang cinta Al-Qur’an, sekaligus memperkokoh persaudaraan dan ukhuwah islamiyah di antara seluruh warga Kota Bekasi,” tegas Tri Adhianto.
Semangat ini diperkuat oleh dukungan lintas iman dalam pelaksanaannya. “Dengan gotong royong dan dukungan lintas umat beragama, kami yakin MTQ ke-27 ini sukses dan memberi manfaat besar,” tambah Camat Heryanto.
Kompetisi Profesional untuk Prestasi Jawa Barat
Dari sisi kompetisi, Ketua Panitia MTQ 2025, Haji Muhammad Idrus, memastikan seluruh rangkaian lomba berjalan profesional dan adil. Sebanyak kurang lebih 300 peserta akan unjuk kebolehan dalam berbagai cabang.
Cabang yang dilombakan meliputi:
- Tilawah Al-Qur’an
- Tafsir Al-Qur’an (Bahasa Arab, Inggris, dan Indonesia)
- Hafalan Hadits
- Hifzhil Qur’an (hafalan Al-Qur’an)
“Prinsip kami adalah mengutamakan putra-putri daerah Bekasi agar bisa berprestasi di tingkat Jawa Barat. Proses verifikasi peserta dilakukan ketat dengan melibatkan dewan hakim profesional,” jelas Idrus.
Perlombaan akan berlangsung dari Selasa siang hingga Jumat, tersebar di enam arena utama dan sepuluh masjid di wilayah Jatimelati serta Jatimurni, sebelum ditutup dengan babak final dan upacara penyerahan hadiah.
Ikuti terus informasi terkini mengenai jadwal, hasil lomba, dan penutupan MTQ ke-27 Kota Bekasi hanya di rakyatbekasi.com.
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

































