Poin Utama:
- Lokasi Terdampak: Genangan air dilaporkan melanda wilayah perkampungan di Kecamatan Medan Satria dan Kelurahan Kalibaru.
- Peringatan BMKG: Potensi cuaca ekstrem (hujan lebat dan angin kencang) diprediksi terjadi pada 17-22 Januari 2026 akibat fenomena La Niña lemah.
- Respon Cepat: BPBD Kota Bekasi sedang melakukan rekapitulasi data wilayah terdampak dan menyiagakan personel 24 jam.
- Layanan Darurat: Warga yang membutuhkan evakuasi dapat segera menghubungi layanan Call Center 112.
Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur sejak Sabtu (17/01) malam hingga Minggu pagi mengakibatkan sejumlah wilayah di Kota Bekasi tergenang banjir, khususnya di Kecamatan Medan Satria dan Kalibaru, Minggu (18/01/2026).
Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kini bergerak cepat melakukan pendataan dan pemantauan titik rawan seiring peringatan cuaca ekstrem dari BMKG hingga 22 Januari mendatang.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Wilayah Mana Saja yang Terdampak Banjir di Bekasi?
Berdasarkan laporan terkini, genangan air cukup signifikan terpantau di wilayah utara Kota Bekasi akibat durasi hujan yang panjang.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Kota Bekasi, Iman S Gunawan, mengonfirmasi bahwa timnya telah menerima laporan masuk dari warga sejak Minggu pagi dan langsung menerjunkan tim pemantau.
”Adapun beberapa wilayah tersebut diantaranya wilayah perkampungan di Kecamatan Medan Satria dan wilayah Kalibaru, berdasarkan laporan adanya genangan air,” kata Iman S Gunawan kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com melalui keterangannya, Minggu (18/01/2026).
Saat ini, BPBD Kota Bekasi tengah melakukan proses rekapitulasi data secara menyeluruh untuk memetakan wilayah lain yang mungkin terdampak imbas curah hujan yang berlangsung sejak pukul 07.16 WIB pagi tadi.
Apa Penyebab Cuaca Ekstrem di Awal Tahun 2026?
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menjelaskan bahwa cuaca ekstrem yang melanda Indonesia, termasuk Kota Bekasi, pada periode 17-22 Januari 2026 dipengaruhi oleh dinamika atmosfer.
Secara global, fenomena El Niño–Southern Oscillation (ENSO) terpantau menguat pada fase negatif yang mengindikasikan adanya La Niña lemah.
Kondisi ini meningkatkan pasokan uap air yang mendukung pembentukan awan hujan. Selain itu, suhu muka laut yang relatif hangat di sebagian perairan Indonesia turut memperparah potensi hujan lebat disertai angin kencang dan petir yang berisiko menyebabkan bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor.
Bagaimana Kesiapan Pemkot Bekasi Menghadapi Bencana Banjir?
Kesiapsiagaan menghadapi potensi banjir sebenarnya telah dilakukan Pemkot Bekasi sejak akhir tahun lalu. Pihak BPBD memastikan pengawasan intensif terus dilakukan, termasuk memantau tinggi muka air di Daerah Aliran Sungai (DAS) Bekasi.
”Kami pantau terus daerah-daerah perumahan, karena khawatir hujan ekstrem terjadi sementara warga sedang bepergian. Itu salah satu concern kami,” ujar Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Bekasi, Wiratama Puspita, kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com saat dikonfirmasi terkait kesiapan mitigasi bencana, Selasa (02/12/2025).
Wiratama menegaskan bahwa seluruh perlengkapan penanganan darurat, mulai dari armada perahu karet hingga personel piket yang dibagi dalam tiga shift selama 24 jam, dalam kondisi siap gerak.
Ke Mana Warga Harus Melapor Jika Butuh Evakuasi?
Masyarakat Kota Bekasi diimbau untuk tetap adaptif dan waspada terhadap naiknya debit air. Jika terjadi keadaan darurat atau membutuhkan proses evakuasi, warga diminta tidak panik dan segera memanfaatkan kanal pelaporan resmi pemerintah.
”Kami selalu siap respon cepat. Jika membutuhkan bantuan, masyarakat cukup menghubungi 112. Kami langsung bergerak,” tegas Wiratama.
Informasi terkini mengenai tinggi muka air dan update cuaca juga dapat diakses masyarakat secara berkala melalui laman media sosial resmi BPBD Kota Bekasi.
Hingga berita ini diturunkan, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang masih mengguyur beberapa titik di Kota Bekasi.
Warga diharapkan terus memantau informasi resmi dan menghindari berteduh di bawah pohon tua atau papan reklame saat angin kencang terjadi.
Butuh bantuan darurat banjir atau pohon tumbang? Segera hubungi Layanan Tanggap Darurat Pemkot Bekasi di nomor 112 (Bebas Pulsa).
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.







































