Imbas Grand Mall Bekasi Tutup, Wali Kota Desak Pengelola Lakukan Inovasi Total

- Jurnalis

Senin, 13 Oktober 2025 - 09:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BEKASI – Fenomena tumbangnya pusat perbelanjaan kembali terjadi di Kota Bekasi. Grand Mall Bekasi yang pernah menjadi ikon kini dilaporkan telah berhenti beroperasi total sejak awal 2025, menyisakan kekhawatiran bagi pelaku bisnis ritel lainnya.

Menanggapi hal ini, Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menekankan bahwa inovasi dan kemampuan beradaptasi adalah kunci mutlak bagi mal untuk bisa bertahan di tengah persaingan bisnis yang semakin ketat.

​Kondisi ini tidak hanya menimpa Grand Mall. Pusat perbelanjaan lain seperti Bekasi Junction juga dilaporkan mengalami penurunan jumlah pengunjung yang signifikan, meskipun saat ini masih terus beroperasi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tren mal sepi ini menjadi sinyal kuat bahwa era pusat perbelanjaan konvensional sedang menghadapi tantangan serius.

Respons Wali Kota: Inovasi Jadi Kunci Bertahan

​Ditemui Jurnalis RakyatBekasi.Com selepas Apel Pagi di Plaza Pemerintah Kota Bekasi pada Senin (13/10/2025), Wali Kota Tri Adhianto menyatakan bahwa masalah ini tidak semata-mata disebabkan oleh faktor ekonomi atau penurunan daya beli masyarakat. Menurutnya, tanggung jawab besar ada pada pengelola mal itu sendiri.

​”Kalau kita lihat kan sebetulnya, bukan karena hanya sekadar ekonomi dan daya beli. Tapi kan kemudian juga mal-nya yang kemudian harus berbenah diri,” ujar Tri Adhianto.

​Ia menegaskan bahwa para pelaku usaha di sektor pusat perbelanjaan harus proaktif menyesuaikan diri dengan perubahan zaman, baik dari segi penawaran, kenyamanan, maupun gaya bisnis yang relevan dengan selera pasar saat ini.

Bukan Sekadar Daya Beli, Mal Harus Berbenah

​Tri Adhianto menyoroti pentingnya evaluasi internal dari pihak pengelola. Menurutnya, mal tidak bisa lagi hanya mengandalkan fungsi sebagai tempat jual-beli. Diperlukan sebuah transformasi konsep yang mampu menarik kembali minat masyarakat untuk berkunjung.

​”Dan saya kira ini harus juga berbenah diri terkait dengan kondisi yang ada. Termasuk kan hari ini juga sama dalam konteks yang hari ini kita lihat,” jelasnya.

Belajar dari Tren Bisnis Kekinian

​Sebagai contoh konkret, Wali Kota menunjuk pesatnya perkembangan bisnis kafe (coffee shop) yang berhasil menangkap minat konsumen muda.

Kafe modern tidak hanya menjual produk, tetapi juga pengalaman, suasana, dan komunitas. Model bisnis inilah yang menurutnya bisa menjadi inspirasi bagi pengelola mal.

​”Jadi artinya bahwa harus ada inovasi yang kemudian dimunculkan dari pengelola. Nah, tentu pemerintah terus berupaya agar ini tetap bisa berjalan dengan baik,” sambungnya.

Peran Pemerintah dan Kondisi Ekonomi Makro

​Pemerintah Kota Bekasi, lanjut Tri, berkomitmen untuk terus menciptakan iklim usaha yang kondusif. Namun, inisiatif utama untuk melakukan perubahan dan inovasi harus datang dari internal pelaku usaha itu sendiri.

​Dari sisi ekonomi makro, ia menambahkan bahwa kondisi di Kota Bekasi relatif stabil. Angka inflasi daerah masih berada dalam rentang aman yang ditetapkan oleh pemerintah pusat, menunjukkan bahwa daya beli masyarakat secara umum masih terjaga.

​”Kalau inflasi kita masih aman, masih dalam kondisi yang target. Target nasional kan 1,5 sampai 3,5 persen. Kalau tidak salah kita di angka 2,3 persen,” pungkasnya.

​Fakta ini semakin memperkuat argumen bahwa tantangan utama yang dihadapi mal-mal di Bekasi adalah pergeseran perilaku konsumen dan persaingan bisnis, bukan pelemahan ekonomi secara masif.

Arah Baru Pusat Perbelanjaan: Dari Ritel ke Pengalaman

​Tutupnya Grand Mall Bekasi menjadi studi kasus penting bagi pusat perbelanjaan lain. Para ahli ritel menyarankan agar mal bertransformasi menjadi pusat gaya hidup (lifestyle hub) yang menawarkan:

  • Pengalaman Unik (Experiential Retail): Menggelar acara komunitas, workshop, konser mini, atau menyediakan area publik yang nyaman.
  • Fokus pada F&B: Memperkuat area kuliner dengan tenan-tenan yang beragam dan memiliki konsep menarik.
  • Integrasi Teknologi: Memanfaatkan teknologi digital untuk program loyalitas, kemudahan parkir, atau promosi yang dipersonalisasi.

​Dengan beradaptasi dan berinovasi, pusat perbelanjaan di Bekasi diharapkan dapat bangkit kembali dan menjawab kebutuhan masyarakat urban di era modern.

Apakah Anda punya kenangan di Grand Mall Bekasi? Bagikan cerita Anda di media sosial dengan tagar #KenanganGrandMallBekasi.


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemkot Bekasi Targetkan Angka Pengangguran Turun di Bawah 7,3 Persen
Tak Disangka, Evakuasi Cincin jadi Salah Satu Layanan Tersibuk Disdamkarmat Kota Bekasi
Warga Perumnas 1 Desak Copot Lurah Kayuringin dan Kepala BPKAD
Wawali Dampingi AHY Resmikan Groundbreaking Stasiun Extension Bekasi di Kawasan Summarecon
Be Glow Langgar Peraturan Wali Kota Bekasi Nomor 32 tahun 2017, Satpol PP Tak Berotak
Tergiur Sembako Murah di Bekasi, Belasan Emak-emak Tertipu Miliaran Rupiah
Bapenda Siapkan 20 Jurusita untuk Blokir Rekening Pengusaha Penunggak Pajak di Kota Bekasi
Keren! Investasi di Kota Bekasi Tembus Rp9,4 Triliun di Semester I 2026
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 18:49 WIB

Pemkot Bekasi Targetkan Angka Pengangguran Turun di Bawah 7,3 Persen

Minggu, 26 Juli 2026 - 15:55 WIB

Tak Disangka, Evakuasi Cincin jadi Salah Satu Layanan Tersibuk Disdamkarmat Kota Bekasi

Sabtu, 25 Juli 2026 - 17:21 WIB

Wawali Dampingi AHY Resmikan Groundbreaking Stasiun Extension Bekasi di Kawasan Summarecon

Sabtu, 25 Juli 2026 - 08:51 WIB

Be Glow Langgar Peraturan Wali Kota Bekasi Nomor 32 tahun 2017, Satpol PP Tak Berotak

Jumat, 24 Juli 2026 - 23:25 WIB

Tergiur Sembako Murah di Bekasi, Belasan Emak-emak Tertipu Miliaran Rupiah

Berita Terbaru

Ketua Komisi 3 DPRD Kota Bekasi Arif Rahman Hakim.

Parlementaria

Tata Kelola Awut-awutan, DPRD Desak Pemkot Bekasi Bangun Pasar Mandiri

Minggu, 26 Jul 2026 - 15:10 WIB

Wakil Ketua Bapemperda DPRD Kota Bekasi, Samuel Sitompul, saat memberikan laporan di Gedung DPRD Kota Bekasi. Bapemperda menargetkan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pencegahan Penyimpangan Seksual dapat disahkan dalam waktu dua hingga tiga bulan ke depan. (Foto: Dok. RakyatBekasi.com)

Parlementaria

Raperda Pencegahan Penyimpangan Seksual Masuk Babak Penentuan

Minggu, 26 Jul 2026 - 14:40 WIB

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x