Jadi Role Model Digitalisasi Pendidikan Nasional, SMPN 4 Kota Bekasi Kini Miliki 5 Smartboard

- Jurnalis

Senin, 17 November 2025 - 17:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Sekolah (Kepsek) SMP Negeri 4 Kota Bekasi, Sungkawati.

Kepala Sekolah (Kepsek) SMP Negeri 4 Kota Bekasi, Sungkawati.

BEKASI – SMP Negeri 4 Kota Bekasi resmi ditunjuk sebagai role model atau percontohan nasional untuk program digitalisasi pendidikan. Penunjukan ini ditandai dengan peluncuran program yang dihadiri langsung oleh Presiden Prabowo Subianto di sekolah tersebut, Senin (17/11/2025).

Program ini bertujuan mempercepat transformasi digital pendidikan bagi siswa melalui penggunaan Interactive Flat Panel (IFP) atau Smartboard.

Kepala Sekolah (Kepsek) SMP Negeri 4 Kota Bekasi, Sungkawati, mengungkapkan bahwa sekolahnya kini telah memiliki total 5 unit Smartboard yang siap digunakan untuk menunjang proses belajar mengajar.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Rincian Bantuan 5 Unit Smartboard

Saat ditemui di lokasi, Sungkawati merinci bahwa 5 unit Smartboard tersebut merupakan bantuan yang diterima secara bertahap dari berbagai instansi pemerintah.

“Kita ada bantuan digitalisasi dari Bulan Juli satu unit, Bulan Awal November dikirim lagi satu unit bantuan dari Pemerintah Pusat,” ucap Sungkawati, Senin (17/11/2025).

“Kemudian, (ada) dua unit dari Pemerintah Kota Bekasi dan satu unit dari Pemerintah Provinsi. Total ada 5 Unit Smartboard,” jelasnya.

Ubah Pola Pikir Konvensional

Sungkawati menyambut sangat positif program yang diluncurkan Pemerintah Pusat ini. Menurutnya, kehadiran Smartboard secara fundamental mengubah metode pembelajaran dari yang mulanya konvensional beralih ke digitalisasi.

“Yang jelas dengan digitalisasi itu, pola pikir anak, kreativitas anak itu jelas lebih cepat berkembang,” ujarnya.

“Dibandingkan pembelajaran konvensional secara pengaplikasian, dibanding jaman-jaman yang jaman masih tulis manual,” sambungnya.

Pacu Guru Ikuti Perkembangan Siswa

Lebih lanjut, ia menyoroti fakta bahwa dalam hal teknologi, siswa saat ini seringkali lebih cepat beradaptasi ketimbang tenaga pendidik.

“Karena anak sekarang itu lebih cepat dengan digitalisasi. Kadang-kadang jujur guru belum tahu, anak udah tahu duluan,” tuturnya.

Meski demikian, ia melihat ini sebagai tantangan positif. Kehadiran IFP di ruang kelas, menurutnya, akan mendorong para guru untuk terus belajar dan mengikuti perkembangan teknologi.

“Tapi kalau dengan adanya papan interaktif ini, guru juga mengikuti perkembangannya,” tambah Sungkawati.

Sistem Modul Pembelajaran Terintegrasi

Sungkawati juga menjelaskan sedikit mengenai teknis implementasinya. Menurutnya, pembelajaran menggunakan Smartboard akan didukung oleh sistem modul aplikasi yang terintegrasi.

“Nantinya setiap tenaga pendidik guru diberikan sebuah modul aplikasi yang terintegrasi di dalam sistem,” paparnya.

“Di mana sistem itu memuat fitur-fitur (pembelajaran) yang awalnya diintegrasikan di pembelajaran informatika. Tapi sekarang menyebar di seluruh mata pelajaran,” tutupnya.


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sok Jago Bekingi Distributor Obat Keras Tipe G di Jatisampurna, Oknum Wartawan Dilibas!
400 Bank Sampah Bekasi Mati Suri, Dana Rp 100 Juta per RW Sia-Sia?
Rp 100 Juta Kurang? Pemkot Bekasi Kaji Kenaikan Dana Hibah per RW Jadi Rp 150 Juta
Wali Kota Bekasi Jamin Dana Hibah Rp100 Juta per RW Tetap Cair Meski Audit BPK Belum Rampung
Layanan Jemput Bola 24 Jam! Gebrakan Pelayanan Publik Prima Camat Mustikajaya
Gali Potensi PAD, Bapenda Kota Bekasi Bidik Pajak Hiburan Arena Olahraga
Trauma Tragedi Cimuning: Warga Desak Wali Kota Bekasi Audit SPBE Mustikasari yang Diduga Tanpa SLF
Amankan 371 Ha Aset TKD, Pemkot Bekasi Tunggu Tanda Tangan KDM

Berita Terkait

Jumat, 24 April 2026 - 14:55 WIB

Sok Jago Bekingi Distributor Obat Keras Tipe G di Jatisampurna, Oknum Wartawan Dilibas!

Jumat, 24 April 2026 - 13:04 WIB

400 Bank Sampah Bekasi Mati Suri, Dana Rp 100 Juta per RW Sia-Sia?

Jumat, 24 April 2026 - 11:32 WIB

Rp 100 Juta Kurang? Pemkot Bekasi Kaji Kenaikan Dana Hibah per RW Jadi Rp 150 Juta

Jumat, 24 April 2026 - 11:04 WIB

Wali Kota Bekasi Jamin Dana Hibah Rp100 Juta per RW Tetap Cair Meski Audit BPK Belum Rampung

Kamis, 23 April 2026 - 23:54 WIB

Layanan Jemput Bola 24 Jam! Gebrakan Pelayanan Publik Prima Camat Mustikajaya

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca