Komisi III DPRD Kota Bekasi Kritisi Pimpinan OPD Soal Minimnya Serapan APBD dan Rendahnya PAD

- Jurnalis

Jumat, 11 November 2022 - 13:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KOTA BEKASI – Anggota DPRD Kota Bekasi Komarudin mengatakan bahwa serapan anggaran Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi masih 54,57 persen, padahal sudah memasuki akhir tahun anggaran 2022.Menurut Bang Komar sapaan akrabnya, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kota Bekasi nampak gamang dan kurang optimal melaksanakan tugasnya.“Bahwa OPD saat ini bisa dikatakan pemalas. Apa yang sudah direncanakan, ya harus direalisasikan. Logikanya kan mereka yang merencanakan, harusnya tidak ada kendala dalam realisasi,” papar Komarudin kepada RakyatBekasi.Com, Jumat (11/11/22).Politisi Golkar asal Dapil Kecamatan Rawalumbu-Mustika Jaya dan Bantargebang ini mengungkapkan bahwa kepemimpinan Plt Wali Kota Tri Adhianto masih dinilai lemah dan tidak mampu memaksimalkan jajarannya untuk bekerja sesuai dengan tupoksinya. Sehingga hal tersebut menyebabkan serapan anggaran yang sangat minim di penghujung tahun 2022.“Pelaksanaan anggaran OPD itu kan bagaimana pimpinannya. Plt Wali Kota Bekasi dalam waktu yang sangat sempit ini harus melihat dan berani ambil kebijakan strategis. Bukan hanya terbuai oleh kata ‘yes sir’ atau bungkukan setengah hati yang memabukan. Harusnya Plt (Tri Adhianto) sekarang obyektif melihat angka capaian, sehingga jelas langkah apa yang diambil dan instruksi apa yang harus diberikan kepada jajaran pemkot yang ada di bawah perintahnya,” ungkap Bang Komar dengan tegas.Lebih lanjut Anggota Komisi III DPRD Kota Bekasi yang membidangi keuangan dan pendapatan daerah ini membeberkan bahwa dampak dari tidak maksimalnya serapan APBD, secara makro ekonomi akan berpengaruh kepada tersendatnya pergerakan di semua lini sehingga mengakibatkan melambatnya laju perekonomian dan meningkatan inflasi, yang pada akhirnya Ginie Ratio masyarakat sulit membaik.Tak hanya rendahnya serapan anggaran, Bang Komar juga sangat menyayangkan Pendapatan Asli Daerah Kota Bekasi yang juga mengalami penurunan atau belum maksimal.“Plt Wali Kota Bekasi harus lebih rajin dorong team untuk fokus bekerja, bukan hanya sekedar acara-acara seremoni dan ngumpul-ngumpul untuk pencitraan. Sementara serapan anggaran jeblok dan PAD tidak maksimal,” tutup Bang Komar. (Adv)

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Darurat Sampah 2028: Sekda Kota Bekasi Gencarkan Aksi Korve
Proyek Flyover Bulak Kapal Dikebut! Distaru Kota Bekasi Tertibkan 9 Bangunan untuk Urai Kemacetan
Target Terlampaui, Pencetakan KIA di Kota Bekasi Kalahkan Capaian Nasional
Dari 85 ke 93 Persen, Bapenda Kota Bekasi Kebut Realisasi PAD 2026 Tanpa Kebocoran
Camat Bekasi Barat Pastikan 15 Kafe di Pasar Bintara Resmi Tutup
DPRD Ingatkan Pembahasan UMK Kota Bekasi 2026 Harus Berbasis Data, Bukan Tekanan Politik
DPRD Kota Bekasi Pasang Badan: Proyek PLTSa Bersama Danantara Harus Menguntungkan Warga Bantargebang
Komisi II DPRD Kota Bekasi: Transisi Sanitary Landfill TPA Sumurbatu Tetap Berjalan Iringi Proyek PSEL

Berita Terkait

Kamis, 26 Februari 2026 - 15:05 WIB

Darurat Sampah 2028: Sekda Kota Bekasi Gencarkan Aksi Korve

Kamis, 26 Februari 2026 - 14:24 WIB

Proyek Flyover Bulak Kapal Dikebut! Distaru Kota Bekasi Tertibkan 9 Bangunan untuk Urai Kemacetan

Kamis, 26 Februari 2026 - 13:53 WIB

Target Terlampaui, Pencetakan KIA di Kota Bekasi Kalahkan Capaian Nasional

Kamis, 26 Februari 2026 - 10:43 WIB

Dari 85 ke 93 Persen, Bapenda Kota Bekasi Kebut Realisasi PAD 2026 Tanpa Kebocoran

Kamis, 26 Februari 2026 - 08:47 WIB

Camat Bekasi Barat Pastikan 15 Kafe di Pasar Bintara Resmi Tutup

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca