Poin Utama:
- Program: Sosialisasi Makan Bergizi Gratis (MBG) oleh Komisi IX DPR RI dan Badan Gizi Nasional (BGN).
- Lokasi & Waktu: Kota Bekasi, Sabtu (15/11).
- Fokus: Peningkatan gizi kelompok rentan, literasi kesehatan, dan penguatan rantai pasok pangan lokal.
- Target: Kolaborasi tokoh masyarakat dan lembaga lokal untuk pengawasan distribusi.
RAKYATBEKASI.COM, KOTA BEKASI – Komisi IX DPR RI menggandeng Badan Gizi Nasional (BGN) menggelar sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Bekasi, Sabtu (15/11).
Kegiatan ini bertujuan memperkuat kolaborasi lintas sektor sekaligus mengajak masyarakat aktif mengawal distribusi gizi bagi kelompok rentan demi menciptakan generasi muda yang sehat.
Mengapa Program MBG Perlu Pengawalan Masyarakat?
Anggota Komisi IX DPR RI, Mohammad Iqbal Alam Islami, menegaskan bahwa keberhasilan Program MBG tidak bisa hanya bertumpu pada pemerintah pusat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, peran aktif elemen masyarakat di tingkat lokal sangat krusial untuk memastikan bantuan tepat sasaran.
”Kami berharap para tokoh masyarakat, lembaga lokal, hingga komunitas di Kota Bekasi dapat ikut mengawal jalannya program ini. Niat baik seperti ini harus terus dilanjutkan agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat luas,” ujar Iqbal dalam keterangannya.
Apa Dampak Program Ini Bagi Ekonomi Bekasi?
Selain fokus pada perbaikan asupan gizi, Iqbal menyoroti dampak ganda (multiplier effect) dari program ini.
Program MBG dirancang untuk menggerakkan roda ekonomi daerah melalui pemberdayaan rantai pasok pangan lokal.
Dengan melibatkan penyedia bahan pangan dan katering lokal di Bekasi, program ini diharapkan mampu meningkatkan pendapatan UMKM sekaligus memastikan anak-anak mendapatkan asupan gizi yang layak.
Apa Fokus Utama Badan Gizi Nasional?
Perwakilan Badan Gizi Nasional, Ade Tias Maulana, menjelaskan bahwa MBG memiliki visi jangka panjang yang lebih luas dari sekadar pembagian makanan. Edukasi atau literasi gizi menjadi komponen vital dalam pelaksanaan program ini.
”Edukasi menjadi kunci agar masyarakat memahami pentingnya pola makan sehat dan mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. MBG adalah pilar penting pembentukan generasi masa depan yang lebih kuat,” tegas Ade.
Bagaimana Dukungan Pemkot Bekasi Terhadap Program Ini?
Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi melalui Dinas Sosial menyambut baik inisiatif ini sebagai solusi konkret penanganan masalah gizi di wilayahnya.
Perwakilan Dinas Sosial Kota Bekasi, Yosua Triando, menyatakan kesiapannya untuk bersinergi. “Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama mendukung pelaksanaan program ini.
Dengan pemahaman yang lebih baik, kita dapat memastikan manfaat program benar-benar diterima oleh mereka yang membutuhkan,” tutur Yosua.
Sosialisasi ini diharapkan menciptakan pemahaman yang selaras antara pemerintah pusat, Pemkot Bekasi, dan masyarakat mengenai mekanisme pelaksanaan MBG agar berjalan efektif dan berkelanjutan.
Informasi Tambahan:
- Penyelenggara: DPR RI (Mitra Kerja Komisi IX) & Badan Gizi Nasional.
- Tujuan Strategis: Penurunan angka masalah gizi (stunting/gizi buruk) dan penguatan ekonomi kerakyatan.
- Imbauan: Masyarakat diminta aktif melapor jika menemukan ketidaksesuaian dalam penyaluran bantuan di lapangan.
Jika Anda memiliki keluhan terkait layanan sosial atau isu gizi di lingkungan Anda, silakan hubungi layanan pengaduan Dinas Sosial Kota Bekasi.
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.









































