Masyarakat Jangan Tertipu, Pemerintah: Tawaran Kerja ke Kamboja Dipastikan Ilegal

- Jurnalis

Selasa, 28 Oktober 2025 - 13:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar (kedua kiri) dan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifatul Choiri Fauzi (kanan) konferensi pers di Jakarta, Senin (27/10/2025). (Foto: Kemenko PM)

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar (kedua kiri) dan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifatul Choiri Fauzi (kanan) konferensi pers di Jakarta, Senin (27/10/2025). (Foto: Kemenko PM)

Jakarta – Pemerintah Indonesia secara tegas meminta masyarakat untuk tidak mudah tergiur dengan berbagai tawaran kerja ke Kamboja. Peringatan ini disampaikan langsung oleh Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar, menyusul maraknya laporan penipuan yang menyasar Warga Negara Indonesia (WNI).

​Menurut Menko Muhaimin, Kamboja hingga saat ini bukanlah negara tujuan resmi untuk penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI). Akibatnya, setiap tawaran kerja yang mengarah ke negara tersebut dapat dipastikan ilegal dan berisiko tinggi terhadap keselamatan calon pekerja.

​”Kami terus mengkampanyekan dan menyosialisasikan bahwa Kamboja bukan tempat aman untuk pekerja migran kita,” ujar Menko Muhaimin dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (28/10/2025).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketiadaan Payung Hukum Resmi

​Salah satu alasan utama di balik peringatan keras ini adalah belum adanya kerja sama bilateral yang spesifik antara Indonesia dan Kamboja mengenai penempatan dan perlindungan tenaga kerja. Tanpa adanya nota kesepahaman (MoU) atau perjanjian resmi, hak-hak dan keselamatan PMI tidak dapat dijamin oleh hukum.

​”Oleh karena itu, bila ada tawaran kerja dengan penempatan Kamboja, dapat dipastikan itu ilegal,” tegas Menko Muhaimin.

​Pemerintah melalui Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) juga telah berulang kali mengeluarkan imbauan agar calon PMI mencoret Kamboja dari daftar negara tujuan kerja untuk menghindari potensi eksploitasi.

Risiko Tinggi Penipuan dan TPPO

​Tawaran kerja ilegal ke Kamboja sering kali menjadi pintu masuk bagi sindikat Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Para calon korban biasanya diiming-imingi gaji besar dan pekerjaan yang mudah, namun pada kenyataannya mereka justru terjebak dalam situasi eksploitatif, seperti penipuan daring (online scam) atau pekerjaan lain yang tidak sesuai kontrak.

​Menko Muhaimin mengimbau calon PMI agar selalu memverifikasi setiap lowongan kerja ke luar negeri melalui jalur yang resmi.

Perlindungan bagi PMI yang Sudah di Kamboja

​Meskipun melarang keberangkatan baru, pemerintah tidak menutup mata terhadap WNI yang sudah terlanjur bekerja di Kamboja. Upaya perlindungan tetap diupayakan secara maksimal melalui koordinasi lintas kementerian dan perwakilan RI di luar negeri.

​”Kalau sudah terlanjur di sana maka harus ada upaya-upaya perlindungan sistematis yang dilakukan oleh P2MI dan seluruh lintas sektor,” tutur Menko Muhaimin.

Peran Aktif KBRI Phnom Penh

​Pemerintah Indonesia, melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Phnom Penh, memastikan selalu membuka akses komunikasi dan menyediakan layanan bantuan bagi PMI yang menghadapi masalah. Koordinasi intensif antara Kementerian P2MI, Kementerian Luar Negeri, dan KBRI terus dilakukan untuk menangani setiap laporan yang masuk.

Imbauan untuk Calon Pekerja Migran

​Sebagai langkah pencegahan, Menko Muhaimin menekankan pentingnya bagi calon PMI untuk selalu menempuh prosedur yang benar.

​”Pastikan keberangkatan kerja dilakukan lewat jalur resmi dan terverifikasi oleh BP2MI (Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia) untuk mencegah terjadinya TPPO yang kerap menargetkan calon pekerja migran di Asia Tenggara,” tutupnya.

Bagikan informasi penting ini kepada keluarga dan kerabat Anda untuk mencegah lebih banyak korban penipuan berkedok lowongan kerja di luar negeri.


Eksplorasi konten lain dari RakyatBekasi.Com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sah! Presiden Prabowo Tetapkan Biaya Haji 2026, Ini Daftar Lengkap per Embarkasi
Mantan Wagub Prijanto Dorong Realisasi Proyek Jakarta Integrated Tunnel: Solusi Banjir Tanpa APBD
Konflik PBNU Memanas, BRIN Ingatkan Bahaya Perpecahan Akar Rumput
Krisis BBM Sumut Memburuk: Antrean Mengular hingga Logistik Bantuan Terhenti, Desakan Status Bencana Nasional Menguat
Presiden Prabowo Ambil Alih Penanganan Bencana, Bobby Didesak Fokus Urus BBM dan TPL di Sumut
PDIP Sumut Desak Pemerintah Pusat Ambil Alih Penanganan Bencana Alam di Sumatera Utara
Harga BBM Non-Subsidi Diprediksi Turun Mulai 1 Desember 2025 di SPBU Kota dan Kabupaten Bekasi
Mensos Saifullah Yusuf Pantau Penyaluran BLT Kesra di Kantorpos KCU Bandung

Berita Terkait

Sabtu, 6 Desember 2025 - 13:41 WIB

Sah! Presiden Prabowo Tetapkan Biaya Haji 2026, Ini Daftar Lengkap per Embarkasi

Jumat, 5 Desember 2025 - 18:24 WIB

Mantan Wagub Prijanto Dorong Realisasi Proyek Jakarta Integrated Tunnel: Solusi Banjir Tanpa APBD

Jumat, 5 Desember 2025 - 17:41 WIB

Konflik PBNU Memanas, BRIN Ingatkan Bahaya Perpecahan Akar Rumput

Rabu, 3 Desember 2025 - 13:18 WIB

Krisis BBM Sumut Memburuk: Antrean Mengular hingga Logistik Bantuan Terhenti, Desakan Status Bencana Nasional Menguat

Selasa, 2 Desember 2025 - 14:36 WIB

Presiden Prabowo Ambil Alih Penanganan Bencana, Bobby Didesak Fokus Urus BBM dan TPL di Sumut

Berita Terbaru

Petugas teknis Dishub Kota Bekasi tengah melakukan perawatan dan pemasangan lampu PJU LED di salah satu ruas jalan utama untuk memastikan keamanan pengendara pada malam hari.

Bekasi

Dishub Pasang 1.676 Titik PJU Baru di Kota Bekasi

Minggu, 7 Des 2025 - 13:00 WIB

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari RakyatBekasi.Com

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca