Menag Yaqut: Tahun Depan Indonesia Dapat 221 Ribu Kuota Haji

- Jurnalis

Rabu, 19 Juni 2024 - 10:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas saat meninjau fasilitas untuk jemaah haji Indonesia sebelum mengikuti pelaksanaan wukuf di Arafah, Arab Saudi. (Foto: Antara/Wahyu Putro)

Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas saat meninjau fasilitas untuk jemaah haji Indonesia sebelum mengikuti pelaksanaan wukuf di Arafah, Arab Saudi. (Foto: Antara/Wahyu Putro)

Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas mengatakan, Indonesia bakal mendapat kuota 221 ribu orang pada operasional haji tahun 1446 Hijriah/2025 Masehi.

Hal tersebut diumumkan oleh Menag Yaqut dalam tasyakuran penutupan penyelenggaraan ibadah haji 1445H yang diselenggarakan oleh Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi di Mekah, Arab Saudi, Selasa (18/06/2024).

“Saya mendapat informasi dari Wakil Kementerian Bidang Urusan Haji ‘Ayed Al Ghuwainim, dan sesuai surat yang saya terima, bahwa Indonesia mendapat 221 ribu kuota haji 1446 H/2025 M,” ujar Menag dalam acara yang juga dihadiri oleh para pimpinan delegasi haji dari berbagai negara itu.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kemenag pun mengapresiasi langkah Kementerian Haji Saudi yang kembali mengumumkan kuota lebih awal. Sehingga proses persiapan penyelenggaraan haji juga bisa dilakukan lebih cepat.

“Apresiasi juga atas ketegasan otoritas Saudi dalam menerapkan aturan terkait visa haji dan visa non haji,” kata Menag Yaqut.

Menag Yaqut menilai penyelenggaraan ibadah haji 1445 H/2024 M berjalan dengan sukses dengan adanya sejumlah indikator.

Baca Juga:  Airlangga Instruksikan 80 persen Kader Golkar Pilih Prabowo-Gibran di Pilpres 2024

Pertama, pelayanan jamaah pada fase kedatangan berjalan lancar. Kuota jamaah haji reguler sebanyak 213.320 orang terserap optimal, hanya menyisakan 45 orang yang tidak bisa digantikan karena proses pemvisaan sudah ditutup.

“Ini angka kuota tidak terserap yang terkecil dalam lebih 10 tahun penyelenggaraan ibadah haji,” kata dia.

Kedua, proses pelayanan jamaah pada fase kedatangan juga berjalan lancar, baik di Madinah maupun Makkah.

Baca Juga:  Tetap Tampilkan Konten Dewasa, Ancaman Blokir 'X' Cuma Gertak Sambal

Jamaah bisa mendapatkan layanan katering, transportasi, akomodasi, termasuk pelindungan jamaah, dan bimbingan ibadah.

“Padahal, Indonesia adalah pengirim jamaah haji terbesar di dunia. Ini jelas bukan tugas mudah. Layanan fast track untuk kali pertama di tiga embarkasi, Jakarta, Solo, dan Surabaya juga berjalan lancar,” ucap Yaqut.

Di samping itu, layanan katering bahkan bisa tetap diberikan hingga jelang puncak haji.

Indikator kesuksesan ketiga, kata Menag Yaqut, proses puncak haji berjalan lancar.

Ikhtiar mitigasi yang dilakukan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) bersama otoritas Saudi berhasil memperlancar proses pergerakan jamaah dari Arafah ke Muzdalifah dan Mina.

“Skema murur atau melintas di Muzdalifah banyak mendapat apresiasi. Jamaah bisa diberangkatkan lebih awal, pukul 07.37 waktu Saudi sudah tidak ada di Muzdalifah. Ini patut disyukuri,” ucapnya.

Perihal beberapa dinamika di Mina, lanjut Menag, akan menjadi bagian yang akan dievaluasi.

Baca Juga:  Delapan Oknum Pegawai KPK Kegep Judi Online, Total Depo Rp16,8 Juta

Menurutnya, wilayah Mina jelas batasannya dan sangat terbatas. Dengan kuota 213.320 orang, ruang yang tersedia kurang dari 0,8 meter persegi per orang.

“Mina dari dulu seperti itu. Sejak kuota kembali normal pada 2017, isunya selalu soal kepadatan. Sehingga, menerima tambahan kuota selalu menjadi berkah sekaligus tantangan,” kata Menag Yaqut.

Visited 1 times, 1 visit(s) today

Berita Terkait

Udah Tenang, Presiden Jokowi Jamin Pembelian BBM Subsidi Pada 17 Agustus tak Dibatasi
Delapan Oknum Pegawai KPK Kegep Judi Online, Total Depo Rp16,8 Juta
Kado Pahit 17 Agustus 2024, Rakyat Dibatasi Beli Pertalite
Suka Hamburkan Anggaran untuk Jalan-jalan, Mendagri Bongkar Mental Bobrok Pejabat Daerah
PBNU: 1 Muharam 1446 H Jatuh pada Senin 8 Juli 2024, Pemkot Bekasi Rayakan Jumat
DKPP Beri Dateline 7 Hari ke Presiden Jokowi untuk Pecat Ketua KPU Hasyim Asy’ari
Muncul ke Publik, Korban Asusila Hasyim Asy’ari Puas dengan Putusan DKPP
Ketua KPU Hasyim Asy’ari Terbukti Lakukan Tindak Asusila, DKPP Jatuhkan Sanksi Pemberhentian Tetap

Berita Terkait

Selasa, 16 Juli 2024 - 14:43 WIB

Udah Tenang, Presiden Jokowi Jamin Pembelian BBM Subsidi Pada 17 Agustus tak Dibatasi

Rabu, 10 Juli 2024 - 16:33 WIB

Delapan Oknum Pegawai KPK Kegep Judi Online, Total Depo Rp16,8 Juta

Selasa, 9 Juli 2024 - 21:46 WIB

Kado Pahit 17 Agustus 2024, Rakyat Dibatasi Beli Pertalite

Selasa, 9 Juli 2024 - 11:44 WIB

Suka Hamburkan Anggaran untuk Jalan-jalan, Mendagri Bongkar Mental Bobrok Pejabat Daerah

Minggu, 7 Juli 2024 - 11:11 WIB

PBNU: 1 Muharam 1446 H Jatuh pada Senin 8 Juli 2024, Pemkot Bekasi Rayakan Jumat

Berita Terbaru

Pilkada 2024

Bawaslu Klaim Belum Temukan ‘Joki Pantarlih’ di Kota Bekasi

Selasa, 16 Jul 2024 - 15:01 WIB