KABUPATEN BEKASI – Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan digitalisasi pada tahun 2025, tantangan untuk menjaga nilai-nilai spiritualitas di kalangan generasi muda semakin besar.
Namun, di Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, sebuah harapan bersinar terang dari balik dinding SDI Nurul Huda Setu.
Di sela-sela riuh rendah aktivitas belajar mengajar, lantunan ayat suci Al-Qur’an kerap terdengar mengalun syahdu. Suara yang tartil dan penuh penghayatan itu berasal dari Abid Abdul Yapi, seorang siswa kelas VI yang kini menjadi sorotan, bukan hanya karena kecerdasannya, tetapi karena ketekunannya menapaki jalan prestasi melalui Al-Qur’an.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menyeimbangkan Akademik dan Spiritual
Putra dari pasangan Kosim Komarudin dan Siti Masriah ini telah lama dikenal sebagai siswa berprestasi di lingkungan sekolahnya. Abid membuktikan bahwa keunggulan akademik tidak harus mengorbankan pendalaman ilmu agama.
Di dalam kelas, ia dikenal sebagai siswa yang cerdas dan kritis. Namun, sisi istimewanya terlihat saat ia melantunkan ayat-ayat suci.
Kemampuannya membaca Al-Qur’an dengan fasih, tajwid yang tepat, dan adab yang santun, merupakan hasil dari proses panjang pembiasaan dan kedisiplinan yang terus diasah sejak usia dini.
Sepanjang tahun 2025, Abid kerap dipercaya menjadi qari dalam berbagai kegiatan keagamaan sekolah. Setiap lantunan yang ia bacakan seolah menjadi oase yang menyejukkan, sekaligus bukti nyata keberhasilan pendidikan karakter di sekolah tersebut.
Sinergi Sekolah dan Orang Tua
Kepala SDI Nurul Huda Setu, Aep Saepudin, tidak dapat menyembunyikan rasa bangganya terhadap perkembangan anak didiknya tersebut.
Menurutnya, Abid adalah representasi visi sekolah dalam mencetak generasi yang tidak hanya pintar, tetapi juga saleh.
“Abid adalah contoh nyata bahwa prestasi akademik dan kecintaan terhadap Al-Qur’an dapat berjalan beriringan. Ia menunjukkan kepada kita semua bahwa nilai-nilai keislaman mampu membentuk pribadi yang disiplin, rendah hati, dan berprestasi,” ujar Aep Saepudin saat ditemui di ruang kerjanya.
Aep menambahkan bahwa keberhasilan mencetak generasi Qur’ani seperti Abid tidak terlepas dari sinergi yang kuat antara pihak sekolah dan orang tua. Pendidikan di sekolah hanyalah salah satu pilar; fondasi utamanya tetap berada di rumah.
Peran Penting Pendidikan Keluarga
Di balik sosok Abid yang santun, terdapat dukungan luar biasa dari kedua orang tuanya. Sang ayah, Kosim Komarudin, mengungkapkan rasa syukurnya atas capaian putranya.
Ia menuturkan bahwa di rumah, Abid memang selalu dibiasakan untuk dekat dengan Al-Qur’an, menjadikannya rutinitas yang tidak boleh ditinggalkan.
Senada dengan sang suami, Siti Masriah berharap agar prestasi yang diraih putranya saat ini tidak membuatnya cepat puas.
“Harapan kami sebagai orang tua, prestasi ini menjadi pijakan bagi Abid untuk terus belajar, memperdalam ilmu, dan yang terpenting, tetap menjaga adab dan akhlak mulia dalam setiap langkahnya menuju masa depan,” tutur Siti Masriah.
Membangun Generasi Emas Kabupaten Bekasi
Kisah Abid Abdul Yapi di SDI Nurul Huda Setu menjadi pengingat berharga bagi dunia pendidikan di Kabupaten Bekasi.
Bahwa prestasi sejati bukan sekadar deretan angka di rapor atau tumpukan piala di lemari, melainkan bagaimana nilai-nilai luhur Al-Qur’an dapat terinternalisasi dalam karakter siswa.
Melalui pendekatan pendidikan yang seimbang antara ilmu pengetahuan umum dan iman (Imtaq dan Iptek),
SDI Nurul Huda Setu terus berkomitmen menghadirkan generasi muda yang cerdas, berkarakter, dan siap menjadi pemimpin masa depan yang berlandaskan Al-Qur’an.
Ingin menyekolahkan putra-putri Anda di lingkungan yang mengutamakan prestasi dan akhlak mulia? Kunjungi SDI Nurul Huda Setu untuk informasi lebih lanjut.
Eksplorasi konten lain dari RakyatBekasi.Com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.








































