Normalisasi Kali Bekasi Berjalan Lambat, Wali Kota Tetapkan Status Siaga Darurat Bencana

- Jurnalis

Senin, 20 Oktober 2025 - 10:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto.

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto.

Bekasi – Pemerintah Kota Bekasi secara resmi menetapkan Status Siaga Darurat Bencana yang berlaku mulai awal Oktober 2025 hingga akhir April 2026.

Kebijakan ini diambil sebagai langkah antisipasi terhadap potensi banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem yang mengancam wilayah tersebut.

​Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menyatakan bahwa keputusan ini didasari oleh progres normalisasi Kali Bekasi yang dinilai berjalan lambat, sehingga belum mampu mengurangi risiko banjir secara signifikan, terutama setelah pengalaman banjir besar pada Maret 2025 lalu.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Progres Normalisasi Kali Bekasi Jadi Sorotan Utama

​Tri Adhianto menyoroti belum adanya kemajuan fisik yang masif dalam pengerukan dan perbaikan alur Kali Bekasi.

Kondisi ini menjadi kekhawatiran serius, mengingat prediksi curah hujan pada akhir tahun ini tidak akan jauh berbeda dari tahun sebelumnya.

​”Kita hari ini menghadapi situasi bahwa normalisasi Kali Bekasi belum menunjukkan progres fisik yang berkelanjutan sejak kejadian (banjir) di bulan Maret kemarin,” ujar Tri Adhianto kepada Jurnalis rakyatbekasi.com saat ditemui di Plaza Pemkot, Senin (20/10/2025).

​”Jika curah hujannya masih sama dengan tahun lalu, berarti kita akan menghadapi situasi yang sama juga. Belum ada kegiatan fisik signifikan untuk mengantisipasi, yang ada baru sebatas pengerukan awal,” jelasnya.

Karakteristik Kali Bekasi dan Potensi Risiko Tinggi

​Menurut Wali Kota, Kali Bekasi memiliki karakteristik khusus yang membuatnya rentan meluap.

Tingkat erosi dan potensi longsor di sepanjang bantaran kali tergolong tinggi, yang dapat menyebabkan pendangkalan sungai.

​Akibatnya, kapasitas tampung air di Kali Bekasi menjadi terbatas. Kondisi ini sangat berbahaya ketika debit air meningkat drastis akibat hujan lokal maupun banjir kiriman dari wilayah hulu seperti Bogor.

​”Kapasitas Kali Bekasi ini perlu kita antisipasi. Oleh karena itu, sejak awal kami mengimbau warga masyarakat untuk mempersiapkan diri,” imbuhnya.

Langkah Mitigasi dan Peringatan Dini Ditingkatkan

​Meskipun menetapkan status siaga, Pemkot Bekasi juga telah menyiapkan serangkaian langkah mitigasi untuk meminimalkan dampak bencana.

Pemanfaatan Early Warning System (EWS)

​Pemerintah Kota akan mengandalkan sistem peringatan dini atau Early Warning System (EWS) dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Alat ini berfungsi untuk memantau ketinggian muka air secara real-time.

​”Melalui EWS, sejak awal kita bisa memprediksi wilayah mana saja yang akan terdampak. Ini sangat penting untuk mengurangi fatalitas, karena masyarakat bisa lebih siap saat mendapat kabar potensi kenaikan muka air,” tutur Tri.

Optimalisasi Pintu Bendung PUPR

​Koordinasi dengan Kementerian PUPR juga diperkuat. Tri Adhianto menyambut baik penetapan pintu bendung baru yang akan berfungsi sebagai pengendali air.

​”Nantinya, format buka tutup pintu air akan menjadi lebih baik. Kita bisa mengantisipasi sejak awal pada titik koordinat berapa debit air harus dikendalikan, sehingga penanganan banjir bisa lebih terukur,” pungkasnya.


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kamera Pengawas Publik di Rawalumbu Terhalang Kabel, Pemantauan Lalu Lintas Terganggu
Seleksi Persipasi U-17: 220 Pemain Muda Berebut 25 Posisi Utama
Kejar Cashback 100% di Pakuwon Mall Bekasi, Begini Caranya!
Alfamidi Bagi 6 Ribu Telur Cegah Stunting Berlanjut di Kabupaten Bekasi
Peras Sopir Truk Jutaan Rupiah: 5 Oknum Petugas Dishub Kota Bekasi Resmi Dipecat!
Nakhodai Diskominfostandi, Eka Chorid Kebut Digitalisasi Kota Bekasi
Kasus Korupsi Perumda Tirta Bhagasasi Cacat Hukum? Ini Kata Direktur LBH Fraksi ’98
Dishub Kota Bekasi Bentuk Majelis Kode Etik, Lima Oknum Petugas Pelaku Pungli Jalani Pemeriksaan
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 13:00 WIB

Kamera Pengawas Publik di Rawalumbu Terhalang Kabel, Pemantauan Lalu Lintas Terganggu

Jumat, 31 Juli 2026 - 21:53 WIB

Seleksi Persipasi U-17: 220 Pemain Muda Berebut 25 Posisi Utama

Jumat, 31 Juli 2026 - 19:11 WIB

Kejar Cashback 100% di Pakuwon Mall Bekasi, Begini Caranya!

Jumat, 31 Juli 2026 - 15:46 WIB

Peras Sopir Truk Jutaan Rupiah: 5 Oknum Petugas Dishub Kota Bekasi Resmi Dipecat!

Jumat, 31 Juli 2026 - 15:11 WIB

Nakhodai Diskominfostandi, Eka Chorid Kebut Digitalisasi Kota Bekasi

Berita Terbaru

Suasana rapat audiensi antara Anggota Komisi IV DPRD Kota Bekasi, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bekasi, pihak Unity School, dan wali murid saat membedah kronologi dugaan kasus perundungan (bullying) di Ruang Rapat Komisi IV DPRD Kota Bekasi. (Foto: RakyatBekasi.com)

Parlementaria

DPRD Kota Bekasi Ancam Cabut Izin Unity School Imbas Kasus Bullying

Jumat, 31 Jul 2026 - 21:31 WIB

JEJAK DAKWAH ULAMA: Suasana lalu lintas dan aktivitas warga di sekitar ruas Jalan Alaydrus yang melintang dari kawasan Harmoni hingga Jalan Gajah Mada, Jakarta Pusat, pada Jumat (31/07/2026). Jalan protokol bersejarah ini diabadikan secara khusus untuk menghormati marga ulama Ba'alawi keturunan Nabi Muhammad SAW asal Hadhramaut, Yaman, yang berperan penting menyebarkan ajaran Islam Nusantara dengan penuh kedamaian sejak era Batavia. (Foto: Ilustrasi/RakyatBekasi.com)

Ekstra

Sejarah Jalan Alaydrus: Jejak Keturunan Nabi di Jakarta

Jumat, 31 Jul 2026 - 20:05 WIB

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x