Poin Utama:
- Instruksi Siaga: Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bekasi menginstruksikan seluruh Camat dan Lurah untuk memantau pohon tua yang membahayakan pengendara.
- Lokasi Prioritas: Pemangkasan difokuskan pada jalur arteri padat kendaraan, khususnya Jalan Raya Narogong dan Jalan Siliwangi.
- Antisipasi Cuaca: Langkah ini diambil merespons potensi hujan deras dan angin kencang menjelang pergantian tahun 2026.
- Tim Teknis: Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) mengerahkan Unit Reaksi Cepat (URC) meski dengan personel terbatas.
Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi cuaca ekstrem dan curah hujan tinggi menjelang pergantian tahun 2026.
Sekretaris Daerah Kota Bekasi, Junaedi, secara khusus menginstruksikan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis serta aparatur wilayah untuk segera memangkas pohon-pohon rindang yang berpotensi tumbang dan membahayakan keselamatan pengendara di ruas jalan arteri.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Apa Instruksi Sekda Kota Bekasi Terkait Antisipasi Pohon Tumbang?
Junaedi meminta adanya koordinasi aktif antara Camat, Lurah, dan dinas teknis untuk tidak menunggu jatuhnya korban jiwa akibat kelalaian pemantauan infrastruktur hijau.
Ia menekankan pentingnya tindakan preventif di tengah musim penghujan.
”Saya berpesan ini adalah musim yang boleh dikatakan musim penghujan, kepada OPD terkait dengan tugas teknis harus siaga, termasuk memotong pohon-pohon yang dinilai sudah cukup rindang agar segera dilakukan pemotongan secara berkala ataupun dirapihkan,” kata Junaedi kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com saat memberikan amanat apel di Gedung Plaza Pemkot Bekasi, Jalan Jenderal Ahmad Yani, Senin (29/12/2025).
Junaedi menegaskan bahwa pohon yang menutupi rambu lalu lintas juga harus menjadi prioritas perapihan agar tidak mengganggu visibilitas pengendara.
“Ini adalah tugas lapangan antara Lurah, Camat berkoordinasi dengan para OPD. Jangan sampai kita membiarkan, ada korban baru kita laporkan,” tambahnya tegas.
Bagaimana Respons Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA)?
Menanggapi instruksi tersebut, Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi, Idi Sutanto, memastikan timnya telah bergerak menyisir wilayah rawan.
Meski menghadapi kendala keterbatasan personel, Tim Unit Reaksi Cepat (URC) telah disebar ke berbagai titik vital.
”Kita memang sudah gerak terus, memang personel kita kan juga terbatas. Tapi memang kita sudah mulai action di semua jalan-jalan arteri, itu juga kita langsung melakukan pengawasan,” kata Idi Sutanto kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com saat ditemui di lokasi terpisah, Senin (29/12/2025).
Di Mana Lokasi Pohon Rawan Tumbang yang Menjadi Prioritas?
Berdasarkan pemetaan DBMSDA, terdapat sejumlah ruas jalan protokol yang memiliki tingkat kerawanan tinggi karena usia pohon yang sudah tua dan kondisi cuaca ekstrem yang disertai angin kencang.
Fokus pemangkasan (pruning) saat ini diarahkan pada:
- Jalan Raya Narogong: Wilayah ini dikenal dengan lalu lintas kendaraan berat dan keberadaan pohon-pohon tua di sisi jalan.
- Jalan Siliwangi: Ruas jalan penghubung utama yang juga memiliki banyak vegetasi rindang.
”Terutama di Jalan Narogong sudah kita sisir yang pohon-pohonnya sudah pada tua. Termasuk di Jalan Siliwangi itu yang paling banyak juga sudah (ditangani). Memang kondisi cuacanya ini kan ekstrem, cuaca angin jadi memang kita waspada,” pungkas Idi.
Langkah preventif ini diharapkan dapat memberikan rasa aman bagi warga Kota Bekasi, khususnya para pengguna jalan yang beraktivitas di akhir tahun.
Punya informasi pohon rawan tumbang di lingkungan Anda? Segera laporkan kepada pengurus RT/RW setempat atau hubungi layanan pengaduan Pemkot Bekasi agar dapat segera ditindaklanjuti oleh dinas terkait.
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.





































