Penerapan Jam Malam Belum Efektif, Polrestro Bekasi Kota Polisi Ajak Sinergi Lintas Stakeholder

- Jurnalis

Jumat, 11 Juli 2025 - 10:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sejumlah remaja dalam penerapan jam malam di wilayah Padurenan, Kota Bekasi. (Dok/Istimewa)

Sejumlah remaja dalam penerapan jam malam di wilayah Padurenan, Kota Bekasi. (Dok/Istimewa)

Satuan Samapta Polres Metro Bekasi Kota menilai pelaksanaan kebijakan jam malam yang telah diterapkan pemerintah daerah belum memberikan hasil maksimal dalam menekan angka kenakalan remaja, khususnya tawuran pelajar dan balap liar di Kota Bekasi.

Menurut Kasat Samapta Kompol Imam Syafii, meskipun patroli malam telah ditingkatkan selama masa liburan sekolah, masih terdapat lima kasus tawuran yang berhasil diidentifikasi dan ditangani selama dua pekan terakhir.

“Kami berharap terjadi penurunan signifikan berkat program dari Pemprov Jawa Barat dan Pemerintah Kota Bekasi. Namun kenyataannya, tawuran tetap terjadi karena komunikasi antar remaja berlangsung bebas di media sosial,” jelas Imam kepada RakyatBekasi.com, Kamis (10/07/2025).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Modus Tawuran: Janjian Lewat Media Sosial

Imam mengungkapkan, sebagian besar aksi tawuran diawali dengan janjian di platform media sosial seperti Instagram dan WhatsApp, yang memfasilitasi pertemuan kelompok remaja untuk berkumpul dan berujung pada tindakan negatif.

Faktor pemicunya diperkirakan berasal dari minimnya pengawasan orang tua yang tidak pulang kampung saat liburan, serta belum adanya program komunitas yang dapat menampung kegiatan remaja secara positif selama masa libur.

“Setelah kami menerima laporan dari masyarakat dan mendatangi lokasi, sering kali para pelaku sudah bubar. Ini sudah terjadi berkali-kali, di luar lima kasus yang kami amankan,” tambah Imam.

Polisi Tak Bisa Bekerja Sendiri

Kompol Imam menekankan bahwa penegakan jam malam bukan tugas tunggal kepolisian, melainkan tanggung jawab bersama lintas sektor:

“Ini persoalan sosial. Polisi bukan satu-satunya solusi, dan harus ada sinergi antara stakeholder seperti perangkat RT/RW, tokoh masyarakat, dan instansi pemerintah.”

Ia berharap adanya forum komunikasi terpadu antar pemangku kepentingan, agar ditemukan formula pencegahan kenakalan remaja yang efektif di wilayah urban seperti Bekasi.

Wali Kota Bekasi Siapkan Langkah Optimalisasi

Sementara itu, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menyatakan bahwa pemerintah akan menginisiasi pengadaan perangkat komunikasi Handy Talkie (HT) untuk tiap RW. Tujuannya agar laporan kejadian malam hari dapat segera ditindaklanjuti oleh aparat.

“Mulai tahun depan, kami dorong agar setiap RW dilengkapi HT agar proses koordinasi semakin cepat dan optimal,” ungkap Tri.

Tri juga menyoroti perlunya penyesuaian pola patroli jam malam, yang kini diperpanjang hingga menjelang subuh.

Hal itu dilakukan setelah ditemukannya aktivitas balap liar pelajar di beberapa titik ruas jalan utama seperti Jalan Ahmad Yani, yang berlangsung hingga pukul 03.30 WIB.

“Kami perlu evaluasi pola operasi agar jam patroli mengikuti jam-jam rawan aksi. Jangan sampai hanya beroperasi normatif tanpa hasil konkret,” tutur Tri, Senin (16/06/2025) lalu.

Dukung gerakan pencegahan kenakalan remaja di lingkungan Anda! Laporkan aktivitas mencurigakan kepada RT/RW atau kepolisian setempat dan bantu wujudkan Bekasi yang lebih aman.


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Barbuk Lenyap! Polisi Didesak Tahan ABH Pengeroyok di Jatiasih
Darurat Sampah Bekasi: Bumerang Konsumerisme Ulah Kapitalis
Mangkrak Sebulan: Polsek Medansatria Lamban Usut Pengeroyokan kurir Shopee Xpress
KOAR Bekasi Bongkar Dugaan Prostitusi Berkedok Panti Pijat di Relax’t Spa Cibubur
Waspada Hantavirus, Pemkot Bekasi Perkuat Deteksi Dini dan Edukasi Masyarakat
Dolar AS Tembus Rp17.700, Industri Bekasi Terancam Badai PHK
Rupiah Anjlok ke Rp17.700, Industri di Kota Bekasi Terpukul!
Diduga Ilegal, Pemkot Bekasi Ditantang Tutup 18 THM di Pasar Bintara
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Berita Terkait

Selasa, 19 Mei 2026 - 19:10 WIB

Barbuk Lenyap! Polisi Didesak Tahan ABH Pengeroyok di Jatiasih

Selasa, 19 Mei 2026 - 14:22 WIB

Darurat Sampah Bekasi: Bumerang Konsumerisme Ulah Kapitalis

Selasa, 19 Mei 2026 - 13:51 WIB

Mangkrak Sebulan: Polsek Medansatria Lamban Usut Pengeroyokan kurir Shopee Xpress

Selasa, 19 Mei 2026 - 13:20 WIB

KOAR Bekasi Bongkar Dugaan Prostitusi Berkedok Panti Pijat di Relax’t Spa Cibubur

Selasa, 19 Mei 2026 - 12:34 WIB

Waspada Hantavirus, Pemkot Bekasi Perkuat Deteksi Dini dan Edukasi Masyarakat

Berita Terbaru

Ilustrasi.

Bekasi

Darurat Sampah Bekasi: Bumerang Konsumerisme Ulah Kapitalis

Selasa, 19 Mei 2026 - 14:22 WIB

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x