Pimpinan DPRD Kabupaten Bekasi Divonis Dua Tahun Penjara atas Kasus Gratifikasi

- Jurnalis

Kamis, 17 April 2025 - 10:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi - putusan hakim. Foto: Shutterstock.

Ilustrasi - putusan hakim. Foto: Shutterstock.

Soleman, Pimpinan DPRD Kabupaten Bekasi, dijatuhi hukuman dua tahun penjara setelah dinyatakan bersalah menerima gratifikasi sebagai pejabat negara.

Vonis ini dijatuhkan oleh Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Bandung berdasarkan pelanggaran terhadap Undang-Undang No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Undang-Undang No. 20 Tahun 2001.

Indra Oka Margana, Kepala Sub Seksi Penuntutan Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi, menyampaikan bahwa vonis tersebut dibacakan pada Rabu (16/04/2025) sore. Soleman dinyatakan terbukti melanggar Pasal 5 Ayat (2) jo. Pasal 5 Ayat (1) huruf b dalam UU Tipikor.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Dari tuntutan tiga tahun, hakim memutuskan dua tahun penjara. Terdakwa terbukti melanggar pasal yang telah disebutkan,” ujar Indra Oka Margana di Cikarang.

Selain hukuman penjara, Soleman diwajibkan membayar denda sebesar Rp100 juta, dengan pidana pengganti berupa satu bulan kurungan jika denda tersebut tidak dibayarkan.

Majelis Hakim juga memutuskan untuk menyita barang bukti terkait kasus ini, serta menetapkan biaya perkara sebesar Rp7.500 yang harus ditanggung oleh Soleman.

Tak hanya Soleman, kasus ini juga menyeret nama Resvi Firnia Pratama, seorang rekanan proyek yang terbukti memberikan suap kepada Soleman berupa mobil Mitsubishi Pajero dan BMW.

Resvi dijatuhi hukuman satu tahun enam bulan penjara atas pelanggaran pasal yang sama dalam UU Tipikor.

“Vonis terhadap Resvi sesuai dengan tuntutan kami, termasuk denda sebesar Rp100 juta dengan subsider dua bulan kurungan, penyitaan barang bukti, serta biaya perkara sebesar Rp7.500,” tambah Indra Oka Margana.

Soleman disebut telah menerima putusan tersebut tanpa rencana untuk mengajukan banding. Sementara itu, Resvi Firnia Pratama dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) masih mempertimbangkan langkah hukum lebih lanjut, termasuk kemungkinan mengajukan banding atas vonis yang dijatuhkan.

Kasus ini bermula dari penyelidikan yang dilakukan oleh Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi terkait dugaan gratifikasi yang melibatkan Soleman sebagai pejabat negara.

Gratifikasi berupa pemberian mobil mewah dari Resvi Firnia Pratama kepada Soleman terungkap sebagai bagian dari proyek yang diduga memiliki unsur korupsi.

Vonis ini menjadi salah satu kasus besar yang mengguncang Kabupaten Bekasi, mengingat posisi Soleman sebagai salah satu pimpinan DPRD yang seharusnya menjadi teladan dalam menjalankan tugasnya sebagai wakil rakyat.

Kasus ini menjadi pengingat pentingnya penegakan hukum yang tegas terhadap tindak pidana korupsi, terutama yang melibatkan pejabat publik.

Masyarakat berharap agar kasus ini dapat menjadi pelajaran bagi semua pihak untuk menjaga integritas dan transparansi dalam menjalankan tugas pemerintahan.

Dengan vonis yang telah dijatuhkan, diharapkan langkah hukum ini dapat memberikan efek jera bagi pelaku korupsi lainnya, sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap sistem peradilan di Indonesia.


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sok Jago Bekingi Distributor Obat Keras Tipe G di Jatisampurna, Oknum Wartawan Dilibas!
400 Bank Sampah Bekasi Mati Suri, Dana Rp 100 Juta per RW Sia-Sia?
Rp 100 Juta Kurang? Pemkot Bekasi Kaji Kenaikan Dana Hibah per RW Jadi Rp 150 Juta
Wali Kota Bekasi Jamin Dana Hibah Rp100 Juta per RW Tetap Cair Meski Audit BPK Belum Rampung
Layanan Jemput Bola 24 Jam! Gebrakan Pelayanan Publik Prima Camat Mustikajaya
Gali Potensi PAD, Bapenda Kota Bekasi Bidik Pajak Hiburan Arena Olahraga
Trauma Tragedi Cimuning: Warga Desak Wali Kota Bekasi Audit SPBE Mustikasari yang Diduga Tanpa SLF
Amankan 371 Ha Aset TKD, Pemkot Bekasi Tunggu Tanda Tangan KDM

Berita Terkait

Jumat, 24 April 2026 - 14:55 WIB

Sok Jago Bekingi Distributor Obat Keras Tipe G di Jatisampurna, Oknum Wartawan Dilibas!

Jumat, 24 April 2026 - 13:04 WIB

400 Bank Sampah Bekasi Mati Suri, Dana Rp 100 Juta per RW Sia-Sia?

Jumat, 24 April 2026 - 11:32 WIB

Rp 100 Juta Kurang? Pemkot Bekasi Kaji Kenaikan Dana Hibah per RW Jadi Rp 150 Juta

Jumat, 24 April 2026 - 11:04 WIB

Wali Kota Bekasi Jamin Dana Hibah Rp100 Juta per RW Tetap Cair Meski Audit BPK Belum Rampung

Kamis, 23 April 2026 - 23:54 WIB

Layanan Jemput Bola 24 Jam! Gebrakan Pelayanan Publik Prima Camat Mustikajaya

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca