Poin Utama:
- Standarisasi Ketat: Penerapan SOP keamanan pangan, pelatihan berkala, dan pemantauan mutu bagi seluruh tenant.
- Pemberdayaan Lokal: Penyediaan kuota khusus lapak usaha dan prioritas rekrutmen tenaga kerja bagi warga sekitar Kalimalang.
- Lokasi Strategis: Terletak di Jalan KH Noer Ali (Kalimalang), diproyeksikan menjadi ikon wisata kuliner baru di Kota Bekasi.
- Kolaborasi: Pendampingan usaha melalui lokakarya dan kemitraan dengan brand lokal.
PT Mitra Patriot (Perseroda) memastikan pengembangan kawasan Wisata Kuliner Kontainer di Jalan KH Noer Ali (Kalimalang), Kota Bekasi, tidak hanya berfokus pada penyewaan lahan, tetapi juga mengutamakan standar keamanan pangan dan dampak ekonomi bagi warga sekitar.
Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kota Bekasi ini berkomitmen menerapkan sistem pengendalian mutu yang ketat serta membuka lapangan kerja bagi masyarakat lokal.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Bagaimana Standar Mutu dan Keamanan Pangan Diterapkan?
Kualitas produk dan higienitas menjadi sorotan utama dalam pengembangan destinasi kuliner ini. Manajemen PT Mitra Patriot menegaskan bahwa seluruh gerai makanan dan minuman wajib mematuhi standar operasional prosedur (SOP) yang telah ditetapkan demi kenyamanan konsumen.
”PT Mitra Patriot telah menetapkan sistem pengendalian yang komprehensif untuk memastikan semua usaha kuliner di kawasan mengikuti standar yang berlaku,” kata Direktur Utama PT Mitra Patriot, David Hendradjid kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com saat ditemui di Bekasi Selatan, Kamis (22/01/2026).
David menjelaskan, langkah konkret yang akan diambil meliputi:
- Pemantauan (monitoring) berkala terhadap operasional tenant.
- Pelatihan khusus mengenai keamanan pangan (food safety).
- Penyusunan panduan operasional standar bagi para pengusaha kuliner.
Apa Bentuk Dukungan Bagi UMKM dan Pengusaha Kuliner?
Selain menyediakan infrastruktur fisik berupa kontainer yang estetik, PT Mitra Patriot juga merancang program inkubasi bisnis. Tujuannya adalah agar para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dapat naik kelas dan memiliki daya saing yang kuat.
”Kami tidak hanya menyediakan tempat usaha, tetapi juga berkomitmen untuk meningkatkan kapasitas para pengusaha,” tegas David.
Bentuk dukungan tersebut meliputi program kolaborasi dan pendampingan, seperti:
- Penyelenggaraan lokakarya (workshop) kewirausahaan.
- Fasilitasi kemitraan dengan jenama (brand) lokal terkemuka.
- Pembinaan pengembangan produk khusus.
Apakah Ada Prioritas Kerja untuk Warga Sekitar?
Menanggapi isu sosial dan lingkungan, David memastikan bahwa kehadiran Wisata Kuliner Kontainer Kalimalang harus memberikan efek berganda (multiplier effect) bagi ekonomi warga di lingkungan RT/RW setempat. Komunikasi intensif dengan tokoh masyarakat telah dilakukan untuk memastikan keselarasan tujuan.
”Kami akan memberikan kuota khusus bagi pengusaha kuliner lokal dan prioritas pekerjaan bagi warga sekitar,” tambahnya.
Langkah ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan dan upaya menjaga kondusivitas lingkungan.
Dengan adanya musyawarah dan saluran komunikasi yang terbuka, proyek ini diharapkan menjadi percontohan pengembangan kawasan usaha yang inklusif dan bermanfaat bagi kemajuan Kota Bekasi.
Kehadiran pusat kuliner baru ini diharapkan dapat mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekaligus menjadi destinasi favorit warga Kota Bekasi. Sinergi antara BUMD, pengusaha, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan proyek ini.
Warga Bekasi, dukung terus pengembangan UMKM lokal dengan berwisata kuliner di dalam kota!
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.








































