“Untuk PAD, mohon kerjasamanya Pak Camat dan Pak Lurah untuk sosialisasi PBB door to door yang bekerjasama dengan BJB, karena PBB khususnya masih terlalu rendah capaiannya. Jadi biar mengungkit kerjasamanya dengan Kecamatan dan Kelurahan,” ucap Plh Sekda Kota Bekasi Dwie Andriyani saat dikonfirmasi RakyatBekasi.com melalui keterangannya, dikutip Rabu (29/05/2024).Dwie mengatakan bahwa berdasarkan evaluasi atas potensi PAD yang belum masif capaiannya, retribusi PBB perlu dipoles program relaksasi.
“Makanya dipinta sosialisasi door to door, sebenarnya sudah dilaksanakan tapi kan targetnya belum tercapai. Kita kepengennya sudah ada capaian beberapa persen di tahun ini, karena target di Triwulan III kan harus 50 persen,” jelasnya.Kendati demikian, salah satu kendala penyebab belum optimalnya retribusi PBB, kata Dwie, lantaran keterlambatan pencetakan Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT)
“Karena ada keterlambatan pencetakan SPPT, makanya Pemkot Bekasi melalui Bapenda akan melakukan door to door,” imbuhnya.Oleh sebab itu, Dwie menegasi bahwa pihaknya meminta Bapenda Kota Bekasi untuk memaksimalkan peran kerja door to door Lurah dan Camat dalam melakukan penagihan PBB.
“Harus dilakukan segera, karena triwulan kedua ini capaian PAD kita kurang lebih di angka 36,54 persen,” pungkasnya.
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.





































