Sampah Plastik, Ancaman Global yang Mencemari Tanah dan Laut
Sampah plastik telah menjadi salah satu masalah lingkungan paling mendesak secara global, termasuk di Indonesia.
Penggunaan plastik, khususnya plastik sekali pakai, kian meluas dalam kehidupan sehari-hari. Padahal, jenis sampah ini sangat sulit terurai dan bisa bertahan di lingkungan selama ratusan tahun.
Akibatnya, plastik menumpuk di daratan, sungai, dan lautan, mencemari ekosistem, dan mengancam kehidupan berbagai makhluk hidup, mulai dari plankton hingga manusia.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Hewan laut sering kali keliru mengira plastik sebagai makanan, yang dapat berujung pada kematian masal satwa laut, rusaknya rantai makanan, hingga potensi mikroplastik masuk ke tubuh manusia melalui konsumsi ikan.
Mengapa Kita Harus Bertindak Sekarang
Indonesia merupakan salah satu penyumbang sampah plastik terbesar di dunia. Menurut data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), lebih dari 60 juta ton sampah dihasilkan setiap tahun, dan sekitar 17% di antaranya adalah sampah plastik.
“Jika tidak segera dikendalikan, sampah plastik akan meninggalkan warisan lingkungan yang buruk bagi generasi mendatang,” tulis laporan KLHK tahun 2023.
Untuk itu, pengurangan penggunaan plastik harus dimulai dari kebiasaan harian setiap individu.
Hal kecil yang kita lakukan hari ini bisa berdampak besar bagi keberlanjutan lingkungan esok.
6 Langkah Sederhana Mengurangi Penggunaan Plastik
Berikut adalah langkah-langkah mudah yang dapat diterapkan oleh siapa saja untuk membantu menurunkan konsumsi plastik secara signifikan:
- Bawa Tas Belanja Sendiri
Menggunakan tas kain atau tas lipat saat berbelanja menghindarkan kita dari penggunaan kantong plastik sekali pakai. Tas yang bisa digunakan berulang kali ini jauh lebih ramah lingkungan dan hemat. - Hindari Sedotan Plastik
Sedotan plastik berukuran kecil namun jumlahnya sangat besar dan sulit terurai. Gunakan alternatif seperti sedotan bambu, stainless steel, atau minum langsung dari gelas untuk mengurangi sampah plastik kecil. - Pilah dan Daur Ulang Sampah dengan Benar
Pisahkan sampah plastik dari sampah organik di rumah. Sediakan wadah khusus, lalu edukasi keluarga untuk mulai memilah sampah. Ini akan memudahkan proses daur ulang dan mengurangi beban TPA. - Kurangi Produk dengan Kemasan Berlebihan
Pilih produk dengan kemasan minimalis atau ramah lingkungan. Hindari produk yang dibungkus plastik berlapis-lapis. Membeli dalam kemasan besar atau isi ulang juga membantu mengurangi total limbah. - Gunakan Produk Ramah Lingkungan
Beralihlah ke barang-barang seperti sikat gigi bambu, peralatan makan kayu, dan botol minum stainless steel. Produk ini lebih tahan lama dan biodegradable, mengurangi ketergantungan pada plastik. - Ikut Serta dalam Kegiatan Bersih-bersih Lingkungan
Partisipasi dalam kegiatan bersih-bersih pantai, sungai, atau taman kota tidak hanya mengurangi sampah yang sudah ada, tetapi juga membangun kesadaran kolektif untuk mencintai alam.
Menjaga Bumi: Tanggung Jawab Bersama, Mulai dari Rumah
Menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau lembaga besar.
Setiap individu memiliki peran nyata dalam mengubah kebiasaan konsumsi plastik dan mendorong perubahan positif.
Sampah plastik yang menumpuk telah mencemari udara, tanah, dan air. Maka, kebiasaan seperti menggunakan ulang barang, memilah sampah, dan bijak membeli produk plastik harus menjadi bagian dari gaya hidup.
“Tidak ada tindakan yang terlalu kecil jika dilakukan secara konsisten dan kolektif,” ungkap aktivis lingkungan Greta Thunberg.
Mulailah hari ini—bawa tas belanja sendiri, tolak sedotan plastik, dan ajak orang di sekitar untuk peduli lingkungan.
Setiap langkah kecil yang Anda ambil adalah kontribusi besar untuk masa depan bumi yang lebih bersih, sehat, dan lestari.
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
Penulis : Nia Widiyaningsih [Mahasiswa Universitas Pamulang Program Studi Akuntansi S1]
Editor : Bung Ewox







































