Sampah Plastik Cemari Tanah dan Laut, Selamatkan Bumi dengan Enam Langkah Sederhana Ini

- Jurnalis

Senin, 16 Juni 2025 - 23:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Saatnya Bertindak: Ubah Kebiasaan, Selamatkan Bumi dari sampah plastik.

Saatnya Bertindak: Ubah Kebiasaan, Selamatkan Bumi dari sampah plastik.

Sampah Plastik, Ancaman Global yang Mencemari Tanah dan Laut

Sampah plastik telah menjadi salah satu masalah lingkungan paling mendesak secara global, termasuk di Indonesia.

Penggunaan plastik, khususnya plastik sekali pakai, kian meluas dalam kehidupan sehari-hari. Padahal, jenis sampah ini sangat sulit terurai dan bisa bertahan di lingkungan selama ratusan tahun.

Akibatnya, plastik menumpuk di daratan, sungai, dan lautan, mencemari ekosistem, dan mengancam kehidupan berbagai makhluk hidup, mulai dari plankton hingga manusia.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hewan laut sering kali keliru mengira plastik sebagai makanan, yang dapat berujung pada kematian masal satwa laut, rusaknya rantai makanan, hingga potensi mikroplastik masuk ke tubuh manusia melalui konsumsi ikan.

Mengapa Kita Harus Bertindak Sekarang

Indonesia merupakan salah satu penyumbang sampah plastik terbesar di dunia. Menurut data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), lebih dari 60 juta ton sampah dihasilkan setiap tahun, dan sekitar 17% di antaranya adalah sampah plastik.

“Jika tidak segera dikendalikan, sampah plastik akan meninggalkan warisan lingkungan yang buruk bagi generasi mendatang,” tulis laporan KLHK tahun 2023.

Untuk itu, pengurangan penggunaan plastik harus dimulai dari kebiasaan harian setiap individu.

Hal kecil yang kita lakukan hari ini bisa berdampak besar bagi keberlanjutan lingkungan esok.

6 Langkah Sederhana Mengurangi Penggunaan Plastik

Berikut adalah langkah-langkah mudah yang dapat diterapkan oleh siapa saja untuk membantu menurunkan konsumsi plastik secara signifikan:

  1. Bawa Tas Belanja Sendiri
    Menggunakan tas kain atau tas lipat saat berbelanja menghindarkan kita dari penggunaan kantong plastik sekali pakai. Tas yang bisa digunakan berulang kali ini jauh lebih ramah lingkungan dan hemat.
  2. Hindari Sedotan Plastik
    Sedotan plastik berukuran kecil namun jumlahnya sangat besar dan sulit terurai. Gunakan alternatif seperti sedotan bambu, stainless steel, atau minum langsung dari gelas untuk mengurangi sampah plastik kecil.
  3. Pilah dan Daur Ulang Sampah dengan Benar
    Pisahkan sampah plastik dari sampah organik di rumah. Sediakan wadah khusus, lalu edukasi keluarga untuk mulai memilah sampah. Ini akan memudahkan proses daur ulang dan mengurangi beban TPA.
  4. Kurangi Produk dengan Kemasan Berlebihan
    Pilih produk dengan kemasan minimalis atau ramah lingkungan. Hindari produk yang dibungkus plastik berlapis-lapis. Membeli dalam kemasan besar atau isi ulang juga membantu mengurangi total limbah.
  5. Gunakan Produk Ramah Lingkungan
    Beralihlah ke barang-barang seperti sikat gigi bambu, peralatan makan kayu, dan botol minum stainless steel. Produk ini lebih tahan lama dan biodegradable, mengurangi ketergantungan pada plastik.
  6. Ikut Serta dalam Kegiatan Bersih-bersih Lingkungan
    Partisipasi dalam kegiatan bersih-bersih pantai, sungai, atau taman kota tidak hanya mengurangi sampah yang sudah ada, tetapi juga membangun kesadaran kolektif untuk mencintai alam.
Menjaga Bumi: Tanggung Jawab Bersama, Mulai dari Rumah

Menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau lembaga besar.

Setiap individu memiliki peran nyata dalam mengubah kebiasaan konsumsi plastik dan mendorong perubahan positif.

Sampah plastik yang menumpuk telah mencemari udara, tanah, dan air. Maka, kebiasaan seperti menggunakan ulang barang, memilah sampah, dan bijak membeli produk plastik harus menjadi bagian dari gaya hidup.

“Tidak ada tindakan yang terlalu kecil jika dilakukan secara konsisten dan kolektif,” ungkap aktivis lingkungan Greta Thunberg.

Mulailah hari ini—bawa tas belanja sendiri, tolak sedotan plastik, dan ajak orang di sekitar untuk peduli lingkungan.

Setiap langkah kecil yang Anda ambil adalah kontribusi besar untuk masa depan bumi yang lebih bersih, sehat, dan lestari.


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Penulis : Nia Widiyaningsih [Mahasiswa Universitas Pamulang Program Studi Akuntansi S1]

Editor : Bung Ewox

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Turbulensi KUHP dan KUHAP Baru: Menakar Vitalnya Peran Hakim dalam Penemuan Hukum
Pengamat Ingatkan Elit Politik Soal Wacana Pilkada Lewat DPRD: Jangan Khianati Demokrasi
Refleksi Akhir Tahun: LBH Fraksi 98 Soroti OTT Bupati Bekasi dan Wacana Hukuman Mati Koruptor
OTT Kepala Daerah 2025: Penangkapan Masif, Sistem Politik Masih Rapuh?
Analisis Hukum: Penerapan Pembuktian Terbalik Terbatas dalam Delik Suap dan Gratifikasi
Keterbatasan Sarana dan Prasarana Menjadi Penghambat Pelaksanaan TKA
Tipologi Belajar Anak Didik: Kunci Strategi Pembelajaran yang Efektif dan Inklusif
Polemik Tunjangan Perumahan DPRD Kabupaten Bekasi: Mengapa Soleman Terseret?

Berita Terkait

Sabtu, 10 Januari 2026 - 17:34 WIB

Turbulensi KUHP dan KUHAP Baru: Menakar Vitalnya Peran Hakim dalam Penemuan Hukum

Minggu, 4 Januari 2026 - 07:25 WIB

Pengamat Ingatkan Elit Politik Soal Wacana Pilkada Lewat DPRD: Jangan Khianati Demokrasi

Jumat, 26 Desember 2025 - 20:24 WIB

Refleksi Akhir Tahun: LBH Fraksi 98 Soroti OTT Bupati Bekasi dan Wacana Hukuman Mati Koruptor

Rabu, 24 Desember 2025 - 13:19 WIB

OTT Kepala Daerah 2025: Penangkapan Masif, Sistem Politik Masih Rapuh?

Selasa, 23 Desember 2025 - 10:41 WIB

Analisis Hukum: Penerapan Pembuktian Terbalik Terbatas dalam Delik Suap dan Gratifikasi

Berita Terbaru

Tangkapan layar Surat Edaran Nomor 800.1.5/219/BKPSDM.PKA tertanggal 19 Januari 2026.

Bekasi

Wali Kota Bekasi Larang ASN Nikah Siri dan Selingkuh

Rabu, 21 Jan 2026 - 13:58 WIB

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca