Sampaikan Mosi Tidak Percaya Soal Pemilu Curang, AMPP: Pecat Ketua KPU Kota Bekasi

- Jurnalis

Kamis, 7 Maret 2024 - 17:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua KPU Kota Bekasi Ali Syaifa (pegang toa) saat berdialog dengan massa aksi AMPP di Hotel Merbabu, Kamis (07/03/2024).

Ketua KPU Kota Bekasi Ali Syaifa (pegang toa) saat berdialog dengan massa aksi AMPP di Hotel Merbabu, Kamis (07/03/2024).

KOTA BEKASI – Puluhan massa aksi yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Pemantau Pemilu (AMPP) menggeruduk Gedung KPU Kota Bekasi dan Hotel Merbabu Bekasi saat KPU tengah melaksanakan Rekapitulasi Suara Tingkat Kota.

Baca Juga:  Temukan Jumlah Suara Plano Tak Sesuai, Nasdem Desak KPU Hitung Ulang per TPS

Kedatangan para demonstran untuk menyatakan Mosi Tidak Percaya kepada pihak penyelenggara pemilu.

Koordinator Aksi Ali mengatakan bahwa kedatangan pihaknya merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap pelaksanaan Pemilu 2024 di Kota Bekasi yang dinilai banyak kecurangan oleh pihak penyelenggara pemilu.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Yaitu dimulai dari oknum KPU, Bawaslu, PPK dan PPS yang telah berakibat hilangnya suara rakyat. Persoalan tersebut diwarnai ragam kekacauan dari rekapitulasi tingkat Kecamatan hingga Kota, yang patut diduga adanya transaksi ilegal dengan peserta pemilu,” ucap Ali di Hotel Merbabu Bekasi, Kamis (07/03/2024) sore.

Baca Juga:  Rp500 juta - Rp1 miliar dari PPK sampai ke Komisioner, YAMSI Desak KPU Gelar Rekapitulasi Ulang Seluruh Dapil di Kota Bekasi

Dengan sejumlah aksi kecurangan dalam pelaksanaan Pemilu Legislatif 2024 di Kota Bekasi, Ali dengan tegas menyampaikan Mosi Tidak Percaya terhadap pihak penyelenggara pemilu.

“Ada tiga persoalan yang kami tuntut di aksi hari ini, yaitu pecat atau mundur Ketua KPU Kota Bekasi yang tidak cakap dalam memimpin dan menjalankan pelaksanaan pemilu dengan dugaan penggelembungan suara partai politik dan caleg di seluruh Kota Bekasi,” tegasnya saat membaca poin-poin tuntutan.

Adapun tuntutan kedua, kata Ali, ialah meminta kepada DKPP agar melakukan supervisi kepada penyelenggara pemilu di Kota Bekasi, baik KPU dan Bawaslu yang diduga kuat melanggar kode etik penyelenggara pemilu atas dugaan penggelembungan suara yang masif terstruktur dan sistematis.

Baca Juga:  Temukan Perbedaan Data, KPU Benarkan Ada Penggelembungan Suara di Bekasi Timur

“Tuntutan kami yang ketiga adalah kepada peserta pemilu; Partai Politik dan Caleg yang dibohongi oleh penyelenggara pemilu agar bersama merapatkan barisan untuk mengganyang pelaksana pemilu yang tidak menjaga independensi dan sumpah jabatan,” pungkasnya.

Sementara, Ketua KPU Kota Bekasi Ali Syaifa mengatakan bahwa pihaknya menyambut baik aksi tersebut sebagai bentuk evaluasi diri.

“Seluruh masukkan masyarakat yang tujuannya untuk meningkatkan pelaksanaan pemilu kami terima untuk sebagai bahan perbaikan kedepannya,” ucap Ketua KPU Kota Bekasi Ali Syaifa.

Baca Juga:  PSI Laporkan Dugaan Penggelembungan Suara di Bekasi Timur, Mustika Jaya dan Rawalumbu

Ia menyatakan, KPU Kota Bekasi sudah berupaya melaksanakan tahapan pemilu dengan sebaik-baiknya. Kemudian, apabila persoalan yang terjadi di lapangan, di kecamatan, ada dinamika maupun kelemahan, mereka harus siap menghadapi konsekwensinya.

“Kami juga sudah mengambil peran untuk memastikan tahapannya berjalan sebagaimana mestinya,” pungkasnya.

Baca Juga:  Memenuhi Syarat, Bawaslu Panggil Pelapor Dugaan Penggelembungan Suara oleh PPK Bekasi Timur

Berita Terkait

Momentum Idul Adha 1445 H, Pj Wali Kota Bekasi Kurban Tiga Sapi
Sambut Idul Adha 1445 H, Masjid Agung Al Barkah Bekasi Potong Empat Sapi dan Delapan Kambing
Pj Gani dan Tujuh Ribuan Jemaah Bakal Salat Idul Adha di Masjid Agung Al Barkah Bekasi
Semarakkan Pengundian Panen Hadiah Simpedes Periode I 2023, BRI Kanca Bekasi Hadirkan Bazaar 16 UMKM
Farhan Banjir Dukungan Maju Pemilihan Ketua Karang Taruna Mustikajaya 2024
KPU Kota Bekasi Buka Rekrutmen 7.131 Pantarlih untuk Coklit DPT Pilkada Serentak 2024
Peringati Hari Raya Idul Adha 1445 Hijriah, Car Free Day di Kota Bekasi Tutup Sementara
Kasus Dugaan Penganiayaan oleh Caleg Gerindra Berlanjut, Penyidik ‘BAP’ Korban dengan 20 Pertanyaan
Berita ini 325 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 17 Juni 2024 - 11:19 WIB

Momentum Idul Adha 1445 H, Pj Wali Kota Bekasi Kurban Tiga Sapi

Senin, 17 Juni 2024 - 10:44 WIB

Sambut Idul Adha 1445 H, Masjid Agung Al Barkah Bekasi Potong Empat Sapi dan Delapan Kambing

Minggu, 16 Juni 2024 - 20:01 WIB

Pj Gani dan Tujuh Ribuan Jemaah Bakal Salat Idul Adha di Masjid Agung Al Barkah Bekasi

Minggu, 16 Juni 2024 - 09:48 WIB

Semarakkan Pengundian Panen Hadiah Simpedes Periode I 2023, BRI Kanca Bekasi Hadirkan Bazaar 16 UMKM

Sabtu, 15 Juni 2024 - 10:57 WIB

KPU Kota Bekasi Buka Rekrutmen 7.131 Pantarlih untuk Coklit DPT Pilkada Serentak 2024

Sabtu, 15 Juni 2024 - 09:58 WIB

Peringati Hari Raya Idul Adha 1445 Hijriah, Car Free Day di Kota Bekasi Tutup Sementara

Jumat, 14 Juni 2024 - 22:43 WIB

Kasus Dugaan Penganiayaan oleh Caleg Gerindra Berlanjut, Penyidik ‘BAP’ Korban dengan 20 Pertanyaan

Jumat, 14 Juni 2024 - 20:27 WIB

Pungutan Liar Capai Rp4 Juta, Kadishub Kota Bekasi Bolehkan Sopir Truk Rekam Aksi Pungli

Berita Terbaru