- Fokus Siaga: Pengecekan kesiapan pompa air, drainase, perahu evakuasi, dan personel lapangan.
- Logistik: Pemkot Bekasi menjamin ketersediaan stok sembako untuk kebutuhan darurat warga.
- Instruksi Khusus: Seluruh OPD dilarang lengah dan wajib lapor rutin selama Wali Kota menjalankan misi kemanusiaan di Padang.
- Layanan Darurat: Warga diminta segera menghubungi Call Center 112 jika terjadi bahaya.
KOTA BEKASI — Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, bergerak cepat mengumpulkan jajaran pimpinan perangkat daerah untuk memimpin rapat koordinasi kesiapsiagaan bencana di Ruang Wali Kota, Jalan Jenderal Ahmad Yani, Bekasi Selatan, Jumat (05/12/2025) pagi.
Langkah ini diambil untuk memastikan seluruh sistem penanganan banjir dan cuaca ekstrem beroperasi optimal sebelum dirinya bertolak menjalankan misi kemanusiaan ke Sumatera.
Berikut adalah rincian instruksi dan kesiapan Pemkot Bekasi dalam menghadapi potensi cuaca buruk:
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Apa Instruksi Utama Wali Kota Terkait Cuaca Ekstrem?
Tri Adhianto menegaskan bahwa seluruh sistem mitigasi bencana harus dalam status siaga penuh tanpa terkecuali.
Ia menginstruksikan agar peralatan operasional, jalur logistik, hingga alur koordinasi antar-instansi bekerja dengan cepat dan responsif demi keselamatan warga Kota Bekasi.
”Semua sistem harus siaga penuh. Peralatan, logistik, hingga jalur koordinasi harus bekerja cepat agar warga tetap aman,” tegas Tri Adhianto di hadapan peserta rapat.
Dinas Mana Saja yang Dilibatkan dalam Operasi Siaga Ini?
Dalam rapat tersebut, Tri menerima laporan langsung dari sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) vital. Unsur yang terlibat meliputi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (BMSDA), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Perhubungan (Dishub), serta seluruh perangkat kecamatan se-Kota Bekasi.
Bagaimana Ketersediaan Logistik dan Armada Evakuasi?
Pemkot Bekasi memastikan tidak hanya infrastruktur fisik yang siap, tetapi juga kebutuhan dasar warga terdampak. Tri Adhianto melakukan pengecekan mendetail terhadap data-data berikut:
- Infrastruktur: Kondisi pompa air dan fungsi drainase di titik rawan banjir.
- Armada: Kesiapan perahu karet dan kendaraan operasional untuk evakuasi.
- Logistik: Ketersediaan pasokan sembako untuk dapur umum dan bantuan darurat.
Mengapa Wali Kota Meninggalkan Bekasi di Tengah Siaga Bencana?
Rapat ini digelar sesaat sebelum keberangkatan Wali Kota Tri Adhianto menuju Padang, Sumatera Barat. Kepergian tersebut bukan untuk agenda pribadi, melainkan memimpin penyaluran bantuan kemanusiaan yang telah dihimpun dari aparatur Pemkot Bekasi dan masyarakat untuk korban bencana di wilayah tersebut.
”Saya titip Kota Bekasi sebentar menjalankan amanah kemanusiaan, jangan ada yang lengah, laporkan perkembangan secara rutin,” pesan Tri menutup rapat.
Ke Mana Warga Harus Melapor Jika Terjadi Banjir?
Pemerintah Kota Bekasi mengimbau seluruh warga untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca dan menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan.
Jika masyarakat menemukan potensi bahaya, genangan tinggi, atau pohon tumbang di wilayah RT/RW masing-masing, segera hubungi layanan darurat resmi:
- Layanan Darurat: Call Center 112 (Bebas Pulsa/24 Jam)
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




















