Serapan Fisik APBD 2025 Capai 82,13 Persen, Wali Kota Bekasi Gelar Lelang Dini di Awal 2026

- Jurnalis

Senin, 5 Januari 2026 - 13:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, memberikan keterangan pers terkait penggunaan SiLPA APBD 2025 di Gedung Plaza Pemkot Bekasi, Bekasi Selatan, Senin (05/01/2026).

Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, memberikan keterangan pers terkait penggunaan SiLPA APBD 2025 di Gedung Plaza Pemkot Bekasi, Bekasi Selatan, Senin (05/01/2026).

Poin Utama:

  • Total Serapan: Realisasi fisik APBD Kota Bekasi Tahun 2025 tercatat mencapai 82,13 persen.
  • Strategi Baru: Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi menerapkan sistem lelang dini pada awal tahun 2026 untuk mempercepat pembangunan.
  • Fokus OPD: Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) serta Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) menjadi fokus evaluasi percepatan.
  • Target: Menghindari penumpukan pekerjaan di akhir tahun dan memastikan manfaat pembangunan segera dirasakan warga.

BEKASI – Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi mencatatkan angka realisasi serapan fisik Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2025 sebesar 82,13 persen. Angka ini merujuk pada catatan akhir Laporan Penyerapan Anggaran APBD Kota Bekasi Tahun 2025.

​Merespons hal tersebut, Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menegaskan komitmennya untuk melakukan percepatan pembangunan infrastruktur pada tahun anggaran baru ini.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Salah satu langkah strategis yang diambil adalah pelaksanaan lelang dini (tender awal) untuk pekerjaan fisik di awal tahun 2026.

​Evaluasi Hambatan Tahun Anggaran 2025

​Dalam keterangannya, Tri Adhianto mengakui bahwa capaian tahun lalu dipengaruhi oleh sejumlah faktor teknis dan non-teknis.

Ia menyebut masa transisi pemerintahan dan kendala pada sistem pengadaan barang dan jasa menjadi faktor utama yang menyebabkan serapan anggaran belum maksimal 100 persen.

​”Ya kan tentu, pada saat tahun kemarin tentu hambatannya adalah terkait dengan masa-masa transisi, di mana dimungkinkan adanya efisiensi. Kemudian juga ada proses barang dan jasa (Barjas) yang belum optimal. Mudah-mudahan kita akan jawab pertanyaan-pertanyaan (kendala) itu di tahun ini,” ujar Tri Adhianto saat ditemui Jurnalis RakyatBekasi.Com di Gedung Plaza Pemkot Bekasi, Senin (05/01/2026).

​Sorotan pada DBMSDA dan Disperkimtan

​Berdasarkan evaluasi realisasi fisik, Wali Kota memberikan catatan khusus kepada dua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang memiliki porsi anggaran infrastruktur terbesar, yakni:

  1. Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA)
  2. Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan)

​Kedua dinas teknis ini sempat mengalami keterlambatan dalam angka penyerapan fisik pada tahun sebelumnya.

Oleh karena itu, strategi lelang dini difokuskan pada dua sektor ini untuk memastikan proyek perbaikan jalan, drainase, dan fasilitas umum lainnya dapat segera dikerjakan tanpa menunggu pertengahan tahun.

​Strategi Percepatan Lelang dan Sinergi Legislatif

​Guna mencegah terulangnya keterlambatan, Pemkot Bekasi telah menginstruksikan percepatan proses administrasi lelang. Tri Adhianto memastikan bahwa dokumen perencanaan untuk proyek tahun 2026 sudah tersedia dan siap dieksekusi.

​”Makanya tahun ini kan sudah ada. Baik Perkimtan kemudian BMSDA untuk melakukan percepatan terkait dengan proses lelang yang ada. Kami berkomitmen juga dengan legislatif (DPRD) untuk kemudian kita mencoba tertib, terkait dengan proses perencanaan yang ada,” tegasnya.

​Tata Kelola Perencanaan yang Lebih Matang

​Selain percepatan tender, fokus utama Pemkot Bekasi tahun ini adalah mematangkan proses perencanaan pembangunan.

Tri menekankan agar jarak waktu (spare time) antara perencanaan dan proses lelang tidak boleh terlalu jauh. Hal ini krusial agar pengerjaan fisik tidak menumpuk di akhir tahun anggaran.

​”Sehingga harus cepat secara waktu. Termasuk pada akhirnya harapannya adalah tentu bahwa tata kelola kita akan semakin baik dan semakin cepat dirasakan oleh masyarakat,” tutup Tri Adhianto.

​Langkah taktis ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan publik dan infrastruktur di Kota Bekasi, sehingga manfaat pembangunan dari APBD Murni 2026 dapat segera dinikmati oleh warga.


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Segera Ajukan Proposal Dana Hibah Rp 100 Juta per RW Kota Bekasi Tahun 2026
Pemkot Bekasi Buka Pengajuan Dana Hibah Rp100 Juta per RW, Cek Jadwal dan Syarat Pencairannya!
Pemkot Bekasi Kaji Usulan Insentif BSIP, Wali Kota Tri Adhianto Ungkap Syarat Pentingnya!
Prostitusi Berkedok Panti Pijat ‘Be Glow’ Bekasi Kembali Beroperasi: KOAR Cium Kongkalikong Satpol PP
Abaikan Aset Besar, Pemkot Bekasi Didesak Beri Insentif BSIP
Harga BBM dan LPG Naik: Wali Kota Bekasi Siapkan Operasi Pasar Sembako Murah Bulan Depan
Panggilan Kemanusiaan! Ustadz Abu Fayadh Serukan Warga Padati Aksi Bekasi Bersama Palestina Jilid 6
Ribuan Warga Siap Penuhi CFD dalam Aksi Bekasi Bersama Palestina Jilid 6, Mari Tunjukkan Solidaritas Nyata

Berita Terkait

Senin, 27 April 2026 - 12:30 WIB

Segera Ajukan Proposal Dana Hibah Rp 100 Juta per RW Kota Bekasi Tahun 2026

Senin, 27 April 2026 - 11:40 WIB

Pemkot Bekasi Buka Pengajuan Dana Hibah Rp100 Juta per RW, Cek Jadwal dan Syarat Pencairannya!

Senin, 27 April 2026 - 09:20 WIB

Pemkot Bekasi Kaji Usulan Insentif BSIP, Wali Kota Tri Adhianto Ungkap Syarat Pentingnya!

Senin, 27 April 2026 - 07:10 WIB

Prostitusi Berkedok Panti Pijat ‘Be Glow’ Bekasi Kembali Beroperasi: KOAR Cium Kongkalikong Satpol PP

Minggu, 26 April 2026 - 14:26 WIB

Abaikan Aset Besar, Pemkot Bekasi Didesak Beri Insentif BSIP

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca