Siap-siap Rogoh Kocek Lebih dalam, Tarif Ojol Bakal Naik 8–15 Persen

- Jurnalis

Senin, 30 Juni 2025 - 20:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana Rapat Kerja (Raker) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bersama Komisi V DPR RI, di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (30/6/2025). (Foto: Antara/Arnidhya Nur Zhafira)

Suasana Rapat Kerja (Raker) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bersama Komisi V DPR RI, di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (30/6/2025). (Foto: Antara/Arnidhya Nur Zhafira)

Kenaikan Tarif Ojol Segera Diberlakukan, Aplikator Setuju Secara Prinsip

Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat (Ditjen Hubdat) resmi mengumumkan bahwa kenaikan tarif ojek online (ojol) untuk kendaraan roda dua tengah memasuki tahap finalisasi.

Kenaikan tarif tersebut berkisar antara 8 persen hingga 15 persen dan akan diterapkan secara bertahap berdasarkan tiga zona wilayah operasional.

Hal ini disampaikan langsung oleh Dirjen Perhubungan Darat, Aan Suhanan, dalam Rapat Kerja bersama Komisi V DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Senin (30/6/2025).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami sudah melakukan kajian mendalam dan final untuk perubahan tarif. Kenaikan bervariasi, mulai dari 8 hingga 15 persen, tergantung zona operasional masing-masing,” jelas Aan.

Dasar Kenaikan Tarif: Kajian Ekosistem dan Persetujuan Aplikator

Menurut Aan, penyesuaian tarif ini berdasarkan analisa menyeluruh terhadap biaya operasional pengemudi, kenaikan harga bahan bakar, serta masukan dari berbagai pemangku kepentingan, termasuk para mitra pengemudi dan perusahaan aplikasi transportasi daring (aplikator).

“Aplikator pada prinsipnya sudah menyetujui rencana kenaikan tarif ini. Namun untuk finalisasi, kami akan kembali melakukan pertemuan dengan mereka sebelum tarif resmi diberlakukan,” ujar Aan.

Selain itu, Kemenhub akan melakukan sosialisasi terlebih dahulu kepada publik dan seluruh pemangku kepentingan, guna memastikan bahwa perubahan kebijakan ini dapat diterima dengan baik.

Kajian Potongan Komisi Aplikator Juga Dipercepat

Tak hanya soal tarif, Kemenhub juga tengah menggali usulan pemotongan komisi aplikator sebesar 10 persen, yang selama ini menjadi tuntutan dari banyak mitra pengemudi ojol. Kebijakan ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan pengemudi, tanpa mengorbankan keberlangsungan ekosistem transportasi daring.

“Ekosistem ojol di Indonesia sangat besar. Mitra pengemudi saat ini lebih dari 1 juta orang, sementara pelaku UMKM yang tergabung dalam platform mencapai 25 juta,” ungkap Aan.

Oleh sebab itu, langkah ini akan dikaji secara hati-hati agar seluruh pihak—pengemudi, aplikator, hingga pelaku UMKM—mendapat porsi keadilan yang seimbang.

“Insya Allah dalam waktu dekat hasil kajian potongan komisi ini akan kami sampaikan, dan akan disosialisasikan kepada semua pihak,” tambahnya.

Zonasi Tarif dan Dampaknya bagi Pengguna

Hingga kini, belum disebutkan secara rinci pembagian tarif menurut zona. Namun sebelumnya, zona layanan ojol biasanya dibagi sebagai berikut:

  • Zona I: Wilayah luar Jawa dan Bali
  • Zona II: Wilayah Jabodetabek dan sebagian kota besar di Jawa
  • Zona III: Wilayah pedesaan atau daerah dengan permintaan rendah

Kenaikan tarif diproyeksikan memberikan dampak langsung pada biaya perjalanan pengguna, terutama mereka yang rutin menggunakan layanan ojol sebagai transportasi utama. Namun di sisi lain, kebijakan ini juga diharapkan mampu menjaga daya saing pendapatan mitra pengemudi.


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bukti Nyata Inklusivitas, Alfamidi Bekasi Santuni Siswa SLB
Bidik Kebutuhan Mobilitas Kawasan Industri, MAXUS Perkuat Akses dan Jangkauan Layanan di Cikarang
Gila! Sindikat Scamming Rampok Uang Warga Republik Indonesia Rp9,1 Triliun Tiap Hari
Kulineran Bikin Kantong Jebol? Pakuwon Mall Bekasi Hadirkan Dining Cashback Hingga 50 Persen
Gemerlap Panggung Buntung! Promotor NPF Digugat PKPU Rp3,5 Miliar
Jalan ‘Aspal’ Berbahan Baku Ban Bekas: Inovasi Infrastruktur Masa Depan
Awas Karyawan Minimarket Bisa Punah! Robot Canggih Asal China Ini Siap Gantikan Tugas Kasir Sepenuhnya
PLN Cetak Rekor: Proyek Elektrifikasi ECRL Malaysia Rampung Lebih Awal dari Target!
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 14:56 WIB

Bukti Nyata Inklusivitas, Alfamidi Bekasi Santuni Siswa SLB

Kamis, 16 April 2026 - 09:44 WIB

Bidik Kebutuhan Mobilitas Kawasan Industri, MAXUS Perkuat Akses dan Jangkauan Layanan di Cikarang

Kamis, 16 April 2026 - 04:36 WIB

Gila! Sindikat Scamming Rampok Uang Warga Republik Indonesia Rp9,1 Triliun Tiap Hari

Senin, 13 April 2026 - 18:34 WIB

Kulineran Bikin Kantong Jebol? Pakuwon Mall Bekasi Hadirkan Dining Cashback Hingga 50 Persen

Kamis, 2 April 2026 - 20:14 WIB

Gemerlap Panggung Buntung! Promotor NPF Digugat PKPU Rp3,5 Miliar

Berita Terbaru

Rombongan massa buruh dari Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Bekasi mengenakan seragam biru saat melakukan konvoi sepeda motor menyusuri jalur Kalimalang menuju Jakarta. Pergerakan ini merupakan bagian dari aksi peringatan Hari Buruh Internasional (May Day), Jumat (01/05/2026). (Foto: Istimewa/RakyatBekasi.Com)

Bekasi

Tolak PHK! 15 Ribu Buruh FSPMI Bekasi Kepung Jakarta

Jumat, 1 Mei 2026 - 12:35 WIB

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x