Poin Utama:
- Penandatanganan perjanjian tripartit proyek PSEL di Sumurbatu, Bantargebang dijadwalkan pada Selasa (21/04/2026).
- Proyek kolaborasi melibatkan Pemkot Bekasi, Pemerintah Pusat (PT Danantara), dan pemenang lelang Wangneng Environment Co.Ltd.
- Total lahan 6,1 hektare dialokasikan; 5 hektare untuk fasilitas PSEL dan 1,1 hektare untuk Hutan Kota.
- Jadwal groundbreaking atau peletakan batu pertama masih menunggu lampu hijau dari Pemerintah Pusat.
Pemkot Bekasi memastikan penandatanganan perjanjian kerja sama tripartit proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Kelurahan Sumurbatu, Kecamatan Bantargebang, akan dieksekusi pada Selasa (21/04/2026) besok.
Kesepakatan strategis ini melibatkan pihak pemenang lelang Wangneng Environment Co.Ltd dan Pemerintah Pusat melalui PT Danantara.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Proyek bernilai fantastis ini diharapkan tidak sekadar menuntaskan krisis sampah, melainkan mampu mengubah wajah kawasan tersebut menjadi destinasi wisata berkonsep bumi hijau yang jauh dari kesan kumuh.
Kapan Perjanjian Tripartit PSEL Bantargebang Ditandatangani?
Proses penandatanganan kerja sama tripartit dipastikan berlangsung pada Selasa, 21 April 2026.
“Besok kita akan menandatangani kerjasama antara diinisiasi oleh Pak Menko Pangan, Pak Zulhas. Bahwa akan ada penandatanganan oleh perwakilan Menteri lainnya dan juga oleh PT Danantara,” kata Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com di Gedung Plaza Pemkot Bekasi, Senin (20/04/2026).
Langkah administratif ini menjadi gerbang pembuka legalitas sebelum pembangunan fisik fasilitas energi tersebut dimulai.
Siapa Pemenang Lelang PSEL di Sumurbatu Bantargebang?
Konsorsium Wangneng Environment Co.Ltd telah ditetapkan oleh PT Danantara sebagai pemenang lelang proyek PSEL.
Perusahaan tersebut dinilai memiliki rekam jejak dan komitmen yang berkelanjutan terhadap pengelolaan lingkungan hijau.
”Kita sekarang sedang tahap perjanjian tripatrit antara Danantara, Wang Neng selaku pemenang lelang, dan juga Pemerintah Kota Bekasi. Dan ini saya dengar kemarin Minggu lalu sudah selesai, Mudah-mudahan ini segera ditandatangani,” lanjut Tri.
Seperti Apa Konsep Bangunan PSEL Bantargebang Nantinya?
Alih-alih membangun pabrik pengolahan yang lekat dengan citra kotor dan polusi, Wali Kota Bekasi menjanjikan arsitektur Go Green yang modern.
Kawasan ini disiapkan menjadi ruang terbuka hijau sekaligus destinasi wisata baru bagi warga Kota Bekasi dan sekitarnya.
- Penyediaan Lahan: Dari 6,1 hektare lahan yang dibebaskan, sekitar 5 hektare difokuskan untuk operasional PSEL.
- Hutan Kota: Sisa lahan seluas 1,1 hektare akan disulap secara khusus menjadi kawasan Hutan Kota.
- Desain Fasad: Bangunan pabrik dirancang dengan fasad luar biasa yang mengutamakan estetika dan keramahan lingkungan.
Kapan Jadwal Groundbreaking PSEL Bantargebang Dimulai?
Meski urusan di atas kertas hampir selesai, publik masih harus bersabar menunggu alat berat turun ke lapangan.
Kepastian tanggal peletakan batu pertama (groundbreaking) sepenuhnya menjadi kewenangan Pemerintah Pusat.
”Soal rencana kapan Ground Breaking, bisa ditanyakan kesana Pemerintah Pusat. Selaku pemangku kebijakan,” tegas Tri.
Kehadiran PSEL di Sumurbatu, Bantargebang, jelas menjadi angin segar bagi penyelesaian sengkarut sampah di wilayah penyangga Ibu Kota.
Mari kita kawal bersama realisasi janji “Pabrik Sampah Rasa Tempat Wisata” ini agar tak sekadar menjadi angan-angan manis di atas kertas.
Bagaimana tanggapan Anda tentang proyek PSEL ini? Apakah Anda optimis Bantargebang akan memiliki wajah baru yang bebas kumuh? Tinggalkan komentar di bawah, bagikan artikel ini, dan terus ikuti updateberita seputar pembangunan Kota Bekasi hanya di RakyatBekasi.Com.
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


















